RADARBANYUWANGI.ID – Pelatih Timnas Senegal, Pape Thiaw, menjadi perbincangan luas di media sosial menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026. Penyebabnya adalah sebuah pernyataan yang viral terkait keputusan dirinya dan sejumlah pemain Senegal yang tetap menjalankan salat Jumat meski wilayah New Jersey sedang dilanda cuaca buruk.
Narasi yang beredar menyebut Thiaw menolak imbauan untuk tetap berada di hotel dan memilih berangkat ke Islamic Center bersama sejumlah pemain serta staf Muslim pada Jumat (12/6/2026). Ucapan yang paling banyak dikutip adalah kalimat, “Apakah ada hal yang lebih penting daripada salat?” yang kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Namun, hingga kini belum ditemukan laporan resmi dari media internasional maupun kanal komunikasi resmi FIFA yang memuat kutipan tersebut secara langsung. Meski demikian, kondisi cuaca buruk di wilayah New Jersey pada periode itu memang benar terjadi dan sempat memicu peringatan dari otoritas setempat.
Cuaca Buruk Melanda New Jersey Jelang Piala Dunia 2026
Beberapa hari sebelum pertandingan fase grup dimulai, kawasan Tri-State yang meliputi New York, New Jersey, dan Connecticut dilanda angin kencang serta badai lokal.
Laporan sejumlah media Amerika Serikat menyebutkan angin berkecepatan tinggi menyebabkan pohon tumbang di sejumlah kawasan permukiman. Otoritas cuaca juga memperingatkan potensi bahaya akibat kabel listrik yang putus dan kerusakan infrastruktur ringan.
Situasi tersebut membuat sejumlah aktivitas luar ruangan dibatasi demi alasan keselamatan. Dalam kondisi itulah muncul cerita mengenai rombongan Timnas Senegal yang tetap menjalankan ibadah salat Jumat di luar hotel.
Pernyataan Pape Thiaw Ramai Dibagikan di Media Sosial
Nama Pape Thiaw mendadak menjadi trending setelah beredar kutipan yang dinarasikan sebagai jawabannya ketika ditanya alasan tetap menghadiri salat Jumat.
Dalam berbagai unggahan media sosial, pelatih berusia 44 tahun itu disebut mengatakan bahwa kewajiban beribadah tidak boleh dilupakan meskipun tim sedang mengikuti turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Bahkan, dalam versi yang beredar luas, Thiaw disebut menyampaikan bahwa sekalipun Senegal harus memainkan partai final Piala Dunia, dirinya tetap akan mendahulukan salat Jumat.
Pernyataan tersebut mendapat respons beragam dari warganet. Sebagian memuji komitmennya terhadap keyakinan agama, sementara yang lain mempertanyakan validitas sumber kutipan yang beredar.
Fokus Senegal Hadapi Prancis di Laga Pembuka
Di tengah viralnya isu tersebut, Timnas Senegal tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi tantangan berat di Grup I Piala Dunia 2026.
Juara Afrika 2025 itu dijadwalkan menghadapi Prancis pada laga pembuka yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey. Pertandingan tersebut menjadi salah satu duel paling dinanti karena mengingatkan publik pada kejutan besar Senegal saat mengalahkan Prancis pada Piala Dunia 2002.
Senegal datang dengan modal impresif setelah mencatat rentetan hasil positif dalam beberapa tahun terakhir. Sementara Prancis berstatus salah satu kandidat kuat juara dengan deretan pemain bintang seperti Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan Michael Olise.
Terlepas dari viralnya narasi mengenai salat Jumat di tengah badai, perhatian utama Senegal kini tertuju pada upaya mengulang sejarah dan mencuri poin dari Les Bleus dalam laga pembuka yang diprediksi berlangsung sengit. (*)
Editor : Ali Sodiqin