RADARBANYUWANGI.ID - Tak butuh waktu lama bagi Jerman untuk menunjukkan bahwa mereka datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar meramaikan persaingan. Pada laga perdana Grup E, Nationalelf langsung menggelar pesta gol dengan membantai Curacao 7-1 di Houston Stadium, Senin (15/6/2026).
Kemenangan telak itu bukan hanya menghasilkan tiga poin pertama, tetapi juga mengirim pesan keras kepada para pesaing di Grup E, termasuk Pantai Gading dan Ekuador yang akan menjadi lawan berikutnya.
Pelatih Julian Nagelsmann pun tak bisa menyembunyikan kepuasannya.
Meski sempat dibuat terkejut oleh gol penyeimbang Curacao, Nagelsmann menilai anak asuhnya mampu bangkit dengan cepat dan kembali menemukan ritme permainan hingga akhirnya mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan.
"Saya sangat puas dengan tujuh gol yang kami cetak dan performa kami secara keseluruhan. Awal yang baik selalu penting dan kami senang bisa melakukannya," kata Nagelsmann seperti dikutip dari FIFA.
Jerman sebenarnya membuka pertandingan dengan sempurna.
Baru beberapa menit laga berjalan, Felix Nmecha berhasil membawa Nationalelf unggul lebih dulu. Gol itu membuat Jerman tampil semakin percaya diri dan terus menekan pertahanan Curacao.
Namun, Curacao menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah menyerah.
Livano Comenencia berhasil mencetak gol penyeimbang dan membuat pertandingan sempat kembali terbuka. Gol tersebut bahkan sempat membuat para pemain Jerman kehilangan ritme permainan.
Nagelsmann mengakui situasi itu.
"Butuh beberapa menit bagi kami untuk kembali ke permainan setelah mereka menyamakan kedudukan. Curaçao juga bisa bermain sepak bola, seperti yang kita lihat, dan saya penasaran untuk melihat bagaimana performa mereka di grup selanjutnya," ujarnya.
Setelah melewati fase sulit itu, Jerman kembali tampil menggila.
Nico Schlotterbeck membawa Nationalelf kembali unggul. Setelah itu, Kai Havertz mencetak dua gol alias brace yang semakin memperlebar jarak.
Tak berhenti di situ, Jamal Musiala, Nathaniel Brown, dan Deniz Undav ikut mencatatkan nama mereka di papan skor.
Curacao pun tak mampu membendung gelombang serangan Der Panzer.
Statistik pertandingan menunjukkan betapa dominannya Jerman sepanjang laga.
Nationalelf menguasai 65 persen penguasaan bola, sedangkan Curacao hanya memperoleh 35 persen.
Dalam urusan peluang, pasukan Julian Nagelsmann jauh lebih agresif.
Joshua Kimmich dan kawan-kawan melepaskan total 26 tembakan dengan 11 di antaranya tepat mengarah ke gawang.
Sebaliknya, Curacao lebih banyak bertahan dan hanya sesekali mengandalkan serangan balik.
Permainan cepat dan variasi serangan menjadi salah satu kekuatan utama Jerman pada laga ini.
Kai Havertz tampil tajam di lini depan, sementara Jamal Musiala kembali menunjukkan kreativitasnya dalam membangun serangan.
Di lini tengah, Joshua Kimmich menjadi motor permainan yang menjaga keseimbangan tim.
Sementara lini belakang yang dikomandoi Nico Schlotterbeck juga mampu tampil tenang meski sempat kebobolan.
Kemenangan besar ini menjadi modal berharga bagi Jerman untuk menatap laga-laga berikutnya.
Pasalnya, tantangan yang lebih berat sudah menunggu.
Pada pertandingan kedua Grup E, Jerman akan berhadapan dengan Pantai Gading pada 21 Juni 2026.
Laga tersebut diprediksi menjadi duel sengit mengingat Pantai Gading juga memulai turnamen dengan kemenangan atas Ekuador.
Setelah itu, Nationalelf akan menghadapi Ekuador pada 26 Juni 2026 untuk menutup fase grup.
Dengan performa impresif seperti saat menghadapi Curacao, Jerman jelas menjadi salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Namun, Nagelsmann tampaknya tak ingin timnya terlena.
Dia tahu, pesta gol di laga pertama hanyalah permulaan.
Ujian sesungguhnya akan datang ketika Nationalelf menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat.
Meski begitu, satu hal sudah pasti.
Jerman memulai Piala Dunia 2026 dengan cara yang nyaris sempurna: menang besar, tampil dominan, dan membuat seluruh pesaing di Grup E mulai waspada. (*)
Editor : Ali Sodiqin