RADARBANYUWANGI.ID - Laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu duel paling menarik pada fase awal turnamen ketika Pantai Gading menghadapi Ekuador di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Minggu (15/6) waktu setempat.
Meski banyak pihak menjagokan Jerman untuk memuncaki klasemen grup, pertandingan antara dua kekuatan dari Afrika dan Amerika Selatan ini berpotensi menjadi penentu nasib keduanya dalam perebutan tiket menuju babak gugur.
Tiga poin di laga pertama akan menjadi modal sangat berharga bagi kedua tim yang sama-sama menyimpan ambisi melangkah sejauh mungkin di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Pantai Gading Ingin Menulis Sejarah Baru
Bagi Pantai Gading, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan untuk menghapus kenangan pahit yang terus membayangi mereka sejak penampilan terakhir pada 2014.
Saat itu, The Elephants harus tersingkir di fase grup setelah kalah dramatis dari Yunani dalam pertandingan yang berlangsung di Fortaleza, Brasil. Tidak banyak yang menyangka laga tersebut menjadi penampilan terakhir mereka di Piala Dunia selama lebih dari satu dekade.
Pantai Gading gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia dan kembali absen pada edisi 2022 di Qatar. Kini, 12 tahun setelah kegagalan tersebut, skuad asuhan Emerse Fae kembali ke panggung dunia dengan tekad besar untuk menciptakan sejarah baru.
Dalam tiga partisipasi sebelumnya, Pantai Gading selalu gagal menembus fase gugur meski mampu meraih setidaknya satu kemenangan pada setiap edisi yang mereka ikuti.
Format baru Piala Dunia yang memperluas jumlah peserta menjadi 48 tim memberikan peluang lebih besar bagi mereka untuk melangkah ke babak berikutnya, termasuk melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Menjelang turnamen, performa Pantai Gading juga cukup menjanjikan. Mereka datang dengan modal empat kemenangan beruntun yang meningkatkan kepercayaan diri skuad menjelang duel melawan Ekuador.
Ekuador Andalkan Pertahanan Kokoh
Di sisi lain, Ekuador tampil sebagai salah satu tim paling konsisten dalam dua tahun terakhir. Sejak kalah tipis 0-1 dari Brasil pada laga pertama era kepelatihan Sebastian Beccacece dua tahun lalu, La Tri belum pernah merasakan kekalahan dalam pertandingan resmi maupun persahabatan.
Fondasi kekuatan Ekuador terletak pada lini pertahanan yang sangat disiplin. Dalam rangkaian 19 pertandingan tanpa kekalahan tersebut, mereka mencatatkan 13 kali nirbobol.
Namun, kekuatan bertahan yang solid belum sepenuhnya diimbangi produktivitas lini depan. Ekuador hanya mencetak rata-rata satu gol per pertandingan sehingga sering kesulitan mengubah hasil imbang menjadi kemenangan.
Dari 20 laga terakhir, hanya delapan yang berhasil mereka menangkan. Pendekatan pragmatis memang sering efektif dalam turnamen besar, tetapi Ekuador membutuhkan ketajaman lebih baik apabila ingin bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Pandangan dari Pantai Gading
Jurnalis Afrik-Foot, Romain Lantheaume, menilai Ekuador akan menjadi lawan yang sangat menyulitkan bagi Pantai Gading. Menurutnya, intensitas permainan dan kemampuan pressing tinggi yang dimiliki Ekuador dapat menjadi ancaman serius bagi para pemain Afrika Barat tersebut.
Meski Pantai Gading datang dengan modal kemenangan atas Korea Selatan, Skotlandia, dan terutama Prancis dalam laga persiapan, Lantheaume menilai Ekuador memiliki pengalaman lebih baik dalam menghadapi pertandingan besar. Selain itu, absennya bek andalan Evan Ndicka berpotensi menjadi kerugian besar bagi lini pertahanan Pantai Gading.
Kabar Tim
Pantai Gading hampir dipastikan kehilangan Evan Ndicka yang masih menjalani pemulihan cedera paha sejak mengalami masalah saat tampil dalam Derby Roma bulan lalu.
Kehilangan bek tengah AS Roma tersebut menjadi satu-satunya persoalan cedera bagi pelatih Emerse Fae. Di sektor serang, Fae justru memiliki banyak pilihan. Nama-nama seperti Amad Diallo, Yan Diomande, Nicolas Pepe, dan Simon Adingra siap menjadi ancaman dari kedua sisi lapangan.
Sementara itu, posisi penyerang tengah masih menjadi tanda tanya setelah Sebastien Haller tidak masuk skuad. Elye Wahi, Evan Guessand, dan Ange-Yoan Bonny bersaing untuk mengisi posisi tersebut.
Di kubu Ekuador, kondisi skuad relatif lebih baik.
Meski demikian, kebugaran kapten sekaligus mesin gol utama mereka, Enner Valencia, masih terus dipantau hingga menjelang pertandingan.
Valencia telah mencetak 49 gol internasional dan menjadi satu-satunya pemain dalam skuad yang memiliki jumlah gol dua digit bersama tim nasional.
Ketergantungan Ekuador terhadap striker veteran tersebut cukup besar, mengingat Gonzalo Plata sebagai pencetak gol terbanyak kedua hanya mengoleksi delapan gol internasional.
Meski demikian, Ekuador tetap memiliki sederet pemain berkualitas seperti Moises Caicedo, Piero Hincapie, Willian Pacho, hingga wonderkid Kendry Paez.
Perkiraan Susunan Pemain
Pantai Gading (4-3-3): Yahia Fofana; Doue, Agbadou, Kossounou, Konan; Kessie, Sangare, Seko Fofana; Amad Diallo, Evan Guessand, Yan Diomande.
Ekuador (4-2-3-1): Galindez; Ordonez, Pacho, Hincapie, Estupinan; Caicedo, Vite; Yeboah, Plata, Angulo; Enner Valencia.
Performa Lima Pertandingan Terakhir
Pantai Gading: Menang-Kalah-Menang-Menang-Menang-Menang.
Ekuador: Imbang-Menang-Imbang-Imbang-Menang-Menang.
Prediksi Skor: Pantai Gading 1-1 Ekuador
Pertandingan diperkirakan berlangsung ketat dengan intensitas tinggi sejak menit pertama. Pantai Gading memiliki kualitas luar biasa di lini depan yang berpotensi mengakhiri rekor pertahanan kokoh Ekuador.
Namun, karakter permainan disiplin dan organisasi pertahanan yang dimiliki skuad Sebastian Beccacece membuat mereka sangat sulit dikalahkan.
Dengan kekuatan kedua tim yang relatif seimbang, hasil imbang tampaknya menjadi skenario paling realistis pada laga pembuka Grup E ini. (*)
Editor : Niklaas Andries