RADARBANYUWANGI.ID - Pertandingan pembuka Grup F Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Swedia dan Tunisia di Estadio BBVA, Guadalupe, Senin dini hari. Kedua tim datang dengan misi berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: mengamankan tiga poin penting untuk membuka jalan menuju fase gugur.
Swedia menjalani penampilan ke-13 mereka di putaran final Piala Dunia, sementara Tunisia berusaha mencatat sejarah dengan menembus babak gugur untuk pertama kalinya sejak pertama kali tampil di panggung dunia.
Swedia Lolos dengan Cara Tak Biasa
Perjalanan Swedia menuju Piala Dunia 2026 terbilang unik. Mereka menjadi tim pertama dalam sejarah yang berhasil lolos ke Piala Dunia meski finis di dasar klasemen grup kualifikasi tanpa satu pun kemenangan.
Kesempatan kedua melalui jalur playoff UEFA menjadi penyelamat bagi tim berjuluk Blagult tersebut. Penyerang anyar Arsenal, Viktor Gyokeres, tampil sebagai pahlawan dengan mencetak hattrick ke gawang Ukraina pada semifinal playoff sebelum gol dramatis di menit-menit akhir saat menghadapi Polandia memastikan tiket ke Amerika Utara.
Pelatih Graham Potter kini memikul tugas mempertahankan tradisi positif Swedia di Piala Dunia. Dalam empat penampilan terakhir sejak 1990, Swedia selalu mampu melewati fase grup.
Meski demikian, performa mereka menjelang turnamen masih menyisakan tanda tanya. Kekalahan 1-3 dari Norwegia dan hasil imbang 2-2 kontra Yunani dalam laga uji coba memperlihatkan rapuhnya lini belakang Swedia.
Faktanya, Swedia selalu kebobolan dalam 11 pertandingan beruntun sejak mengalahkan Hungaria 2-0 pada Juni 2025. Namun, mereka juga konsisten mencetak gol dalam enam pertandingan terakhir.
Tunisia Datang dengan Rekam Jejak Kualifikasi Mengesankan
Berbeda dengan Swedia, Tunisia melenggang ke Piala Dunia dengan catatan impresif di zona Afrika. Mereka mendominasi grup kualifikasi CAF dengan sembilan kemenangan dari 10 pertandingan dan unggul 13 poin dari pesaing terdekat. Lebih mengesankan lagi, Tunisia tidak kebobolan satu gol pun sepanjang fase kualifikasi.
Namun, performa mereka setelah memastikan tiket Piala Dunia justru mengalami penurunan. Pasukan Sabri Lamouchi tersingkir di babak 16 besar Piala Afrika, kemudian kalah 0-1 dari Austria dan dihajar Belgia 0-5 dalam laga persahabatan terakhir.
Krisis produktivitas juga menjadi masalah serius. Tunisia gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan beruntun dan hanya menghasilkan satu gol dalam empat laga terakhir.
Meski demikian, Tunisia memiliki kenangan manis saat menghadapi Swedia. Satu-satunya pertemuan kedua tim pada abad ke-21 terjadi pada 2003 dan berakhir dengan kemenangan Tunisia 1-0.
Gyokeres dan Isak Jadi Ancaman Utama
Swedia diperkirakan turun dengan kekuatan terbaik. Graham Potter kemungkinan tetap mengandalkan formasi 3-4-1-2 dengan duet Viktor Gyokeres dan Alexander Isak di lini depan.
Keduanya telah mengoleksi total 37 gol bersama tim nasional senior dan menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Tunisia. Kapten Victor Lindelof juga diperkirakan memimpin lini belakang bersama Hien dan Lagerbielke.
Sementara itu, Tunisia berpeluang melakukan sejumlah perubahan setelah kekalahan telak dari Belgia. Gelandang Union Berlin, Rani Khedira, serta mantan pemain muda Manchester United, Hannibal Mejbri, diperkirakan kembali masuk susunan pemain inti.
Omar Rekik akan menjadi pemimpin lini pertahanan yang bertugas melindungi penjaga gawang Mouhib Chamakh.
Prediksi Susunan Pemain
Swedia (3-4-1-2): Nordfeldt; Hien, Lindelof, Lagerbielke; Bernhardsson, Karlstrom, Ayari, Gudmundsson; Nygren; Gyokeres, Isak.
Tunisia (4-2-3-1): Chamakh; Valery, Rekik, Talbi, Ali Abdi; Skhiri, Khedira; Achouri, Hannibal, Gharbi; Chaouat.
Prediksi Skor: Swedia 2-1 Tunisia
Secara peringkat FIFA, kedua tim hanya terpaut tujuh posisi sehingga laga diperkirakan berlangsung ketat. Namun, kualitas individu dan daya ledak lini serang Swedia dinilai lebih unggul.
Duet Viktor Gyokeres dan Alexander Isak memiliki potensi menjadi pembeda dalam pertandingan yang kemungkinan berjalan sengit sejak menit awal. (*)
Editor : Niklaas Andries