RADARBANYUWANGI.ID - Lima kali juara dunia Brasil akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi wakil Afrika, Maroko, pada laga perdana Grup C yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Sabtu waktu setempat.
Pertandingan ini menjadi salah satu laga paling menarik pada fase grup. Brasil datang dengan ambisi mengakhiri penantian panjang menuju gelar dunia keenam, sedangkan Maroko berusaha membuktikan bahwa keberhasilan menembus semifinal Piala Dunia 2022 bukanlah kebetulan.
Era Baru Brasil Bersama Carlo Ancelotti
Sejarah baru tercipta pada Mei 2025 ketika Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih asing pertama tim nasional Brasil.
Pelatih asal Italia berusia 67 tahun itu menerima tantangan baru setelah tiga dekade menorehkan kesuksesan luar biasa di level klub bersama sejumlah raksasa Eropa.
Brasil tetap menjadi negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia. Selecao memegang rekor sebagai tim dengan jumlah pertandingan terbanyak, kemenangan terbanyak, serta koleksi gelar terbanyak, yakni lima trofi.
Selain itu, Brasil menjadi satu-satunya negara yang selalu tampil di setiap edisi Piala Dunia sejak turnamen pertama pada 1930.
Meski demikian, dahaga gelar sudah berlangsung cukup lama. Terakhir kali Brasil mengangkat trofi Piala Dunia terjadi pada 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Artinya, sudah 24 tahun mereka gagal menjadi yang terbaik di dunia.
Menariknya, periode tanpa gelar tersebut sama persis dengan masa paceklik sebelumnya, yakni antara 1970 hingga 1994. Kala itu Brasil mengakhiri penantian di Amerika Serikat, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Perjalanan Kualifikasi Tak Semulus Biasanya Tidak seperti generasi-generasi sebelumnya, Brasil harus bekerja keras untuk memastikan tiket ke putaran final.
Dalam 18 pertandingan kualifikasi zona CONMEBOL, mereka mencatat delapan kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan sehingga finis di posisi kelima klasemen. Hasil tersebut cukup untuk mengamankan satu dari enam tiket langsung menuju Piala Dunia.
Bahkan, Brasil menutup kualifikasi dengan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Bolivia. Dalam sejumlah laga uji coba sejak Oktober lalu, mereka juga sempat tumbang dari Jepang (2-3) dan Prancis (1-2).
Namun, tren positif mulai terlihat sejak kedatangan Ancelotti. Brasil sukses memenangi tiga pertandingan terakhir melawan Kroasia, Panama, dan Mesir dengan agregat mencolok 11-4.
Saat ini Brasil menempati peringkat kelima dunia versi FIFA dan menjadi favorit kuat untuk lolos dari Grup C.
Maroko Ingin Ulangi Kejutan Qatar
Empat tahun lalu Maroko mencatat sejarah sebagai negara Afrika pertama yang mampu mencapai semifinal Piala Dunia.
Kini Singa Atlas kembali hadir dengan status sebagai salah satu kuda hitam utama turnamen. Piala Dunia 2026 menjadi partisipasi ketujuh Maroko di putaran final. Menariknya, tiga penampilan pertama mereka terjadi di dua negara yang kini menjadi tuan rumah bersama, yakni Meksiko dan Amerika Serikat.
Maroko mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak awal 2023, mereka membukukan 33 kemenangan, 10 hasil imbang, dan hanya dua kekalahan dari 45 pertandingan di semua ajang. Prestasi tersebut mengantar mereka naik ke peringkat ketujuh dunia FIFA, bahkan berada di atas Belanda, Belgia, dan Jerman.
Keberhasilan itu tidak lepas dari sentuhan Walid Regragui yang membawa Maroko mendominasi kualifikasi zona Afrika dengan menyapu bersih delapan kemenangan dari delapan pertandingan. Namun, secara mengejutkan Regragui mengundurkan diri kurang dari 100 hari sebelum Piala Dunia dimulai.
Posisinya kini diisi Mohamed Ouahbi yang sebelumnya menangani tim U-23 Maroko. Di bawah kepemimpinannya, Maroko belum terkalahkan dengan catatan tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam lima pertandingan.
Laga terakhir berakhir imbang 1-1 melawan Norwegia. Rekor Pertemuan Berpihak Tipis kepada Brasil
Brasil dan Maroko pernah beberapa kali bertemu sebelumnya. Dalam tiga pertemuan terakhir, Brasil memenangkan dua laga. Namun Maroko berhasil memenangkan duel terbaru dengan skor 2-1 pada laga persahabatan Maret 2023. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Maroko memiliki kapasitas untuk kembali merepotkan salah satu favorit juara dunia.
Neymar Masih Absen, Hakimi Jadi Andalan Maroko
Brasil masih belum bisa menurunkan Neymar yang belum pulih sepenuhnya dari cedera betis tingkat dua. Selain itu, bek kanan Wesley dipastikan absen dari turnamen setelah mengalami cedera otot saat laga uji coba melawan Mesir.
Meski demikian, kedalaman skuad Brasil tetap luar biasa. Nama-nama seperti Alisson Becker, Gabriel Magalhaes, Bruno Guimaraes, Raphinha, hingga Vinicius Junior siap menjadi tulang punggung tim. Di lini depan, Carlo Ancelotti masih mempertimbangkan pilihan antara Matheus Cunha, Endrick, atau Igor Thiago sebagai ujung tombak utama.
Sementara itu, Maroko kehilangan dua pemain penting akibat cedera, yakni Nayef Aguerd dan Abde Ezzalzouli. Bek Noussair Mazraoui juga sempat mengalami masalah bahu saat menghadapi Norwegia dan kondisinya masih akan dipantau hingga jelang pertandingan.
Kendati demikian, Maroko tetap memiliki sejumlah pemain bintang seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Sofyan Amrabat, Bilal El Khannouss, serta Ismael Saibari.
Brahim Diaz menjadi salah satu pemain yang sedang bersinar setelah mencetak gol internasional ke-14 dari hanya 26 pertandingan bersama tim nasional.
Prediksi Susunan Pemain
Brasil (4-2-3-1): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Sandro; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.
Maroko (4-3-3): Bounou; Hakimi, Diop, Riad, Mazraoui; Amrabat, El Aynaoui, Ounahi; Brahim Diaz, Saibari, El Khannouss.
Performa Terakhir
Brasil: Menang-Imbang-Kalah-Menang-Menang-Menang
Maroko: Menang-Imbang-Menang-Menang-Menang-Imbang
Prediksi skor: Brasil 3-1 Maroko.
Pertandingan ini berpotensi menjadi salah satu laga terbaik pada pekan pertama Piala Dunia 2026.
Maroko memiliki kualitas, pengalaman, dan kepercayaan diri untuk kembali membuat kejutan. Jika mampu meraih kemenangan, peluang mereka menjadi juara Grup C akan terbuka lebar.
Namun secara keseluruhan, Brasil tetap unggul dalam kualitas individu, kedalaman skuad, serta pengalaman bermain di pertandingan besar.
Kehadiran Carlo Ancelotti juga mulai memberikan identitas baru yang lebih seimbang bagi Selecao.
Dengan lini depan yang tajam dan Maroko yang kehilangan beberapa pemain penting di sektor pertahanan, Brasil diprediksi mampu mengawali turnamen dengan kemenangan. (*)
Editor : Niklaas Andries