RADARBANYUWANGI.ID - Qatar dan Swiss akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan saling berhadapan pada laga Grup B yang berlangsung di Santa Clara, Amerika Serikat, Sabtu (14/6).
Pertandingan ini menjadi pertemuan kompetitif pertama kedua negara. Mereka tergabung di Grup B bersama Kanada dan Bosnia-Herzegovina dalam persaingan yang diprediksi berlangsung ketat hingga laga terakhir.
Qatar Ingin Menebus Kegagalan Empat Tahun Lalu
Qatar kembali tampil di putaran final Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah setelah sebelumnya menjadi tuan rumah edisi 2022.
Pada kesempatan pertama tersebut, tim berjuluk The Maroons gagal melangkah dari fase grup. Kini, mereka bertekad memperbaiki catatan dan membuktikan bahwa sepak bola Qatar telah berkembang jauh lebih matang.
Tim asuhan Julen Lopetegui memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Uni Emirat Arab 2-1 pada Oktober tahun lalu. Namun, performa mereka menjelang turnamen masih jauh dari ideal.
Dalam enam pertandingan terakhir, Qatar belum sekalipun meraih kemenangan. Mereka bahkan kalah 0-1 dari Republik Irlandia pada laga persahabatan akhir Mei sebelum bermain imbang 1-1 melawan El Salvador dalam uji coba terakhir pada 6 Juni.
Meski demikian, peluang Qatar untuk lolos tetap terbuka. Format baru Piala Dunia yang melibatkan 48 peserta memberi kesempatan lebih besar bagi tim peringkat ketiga terbaik untuk melangkah ke fase gugur.
Kemenangan pada laga perdana tentu akan menjadi modal sangat penting bagi Qatar sebelum menghadapi dua pertandingan berikutnya.
Menariknya, Qatar memiliki kenangan manis saat bertemu Swiss. Dalam satu-satunya pertemuan sebelumnya pada laga persahabatan tahun 2018, mereka berhasil menang tipis 1-0.
Swiss Datang dengan Modal Konsistensi
Berbeda dengan Qatar, Swiss merupakan langganan peserta Piala Dunia. Turnamen kali ini menjadi penampilan ke-13 mereka di panggung terbesar sepak bola dunia.
Dalam tiga edisi terakhir, Swiss selalu berhasil lolos ke babak 16 besar. Karena itu, kegagalan menembus fase gugur pada edisi kali ini akan dianggap sebagai kemunduran besar.
Prestasi terbaik Swiss di Piala Dunia terjadi pada 1934, 1938, dan 1954 ketika mereka mencapai perempat final. Sejak tersingkir di fase grup pada 2010, Swiss selalu mampu melewati babak penyisihan.
Tim besutan Murat Yakin datang ke Amerika Utara dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka hanya menelan satu kekalahan dalam 14 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Hasil imbang 1-1 melawan Australia dalam laga persahabatan terakhir menunjukkan kestabilan performa mereka. Sebelumnya, Swiss juga tampil impresif saat mengalahkan Yordania dengan skor 4-1.
Dengan kualitas skuad yang lebih merata serta pengalaman bertanding di level elite Eropa, Swiss dianggap sebagai favorit untuk mengamankan tiga poin pada laga pembuka.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Performa Qatar (Semua Kompetisi): Kalah-Kalah-Imbang-Kalah-Kalah-Imbang
Performa Swiss (Semua Kompetisi): Menang-Imbang-Kalah-Imbang-Menang-Imbang
Kabar Skuad
Qatar diperkirakan tetap mengandalkan trio penyerang utama mereka yang terdiri atas Akram Afif, Yusuf Abdurisag, dan Edmilson Junior.
Afif menjadi tumpuan utama di lini depan setelah mencetak 39 gol bersama tim nasional. Sementara itu, Edmilson masih memburu gol pertamanya untuk Qatar.
Mahmud Abunada berpeluang mengawal gawang, sedangkan Pedro Miguel dan Boualem Khoukhi diprediksi menjadi duet bek tengah.
Di kubu Swiss, Murat Yakin masih memiliki beberapa keputusan penting, terutama di sektor penyerangan.
Breel Embolo menjadi salah satu opsi di lini depan berkat koleksi 24 gol internasional. Namun, Zeki Amdouni diperkirakan mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama sebagai ujung tombak.
Swiss juga tetap mengandalkan sejumlah pemain berpengalaman seperti Manuel Akanji, Ricardo Rodriguez, Granit Xhaka, dan Remo Freuler sebagai tulang punggung tim.
Prediksi Susunan Pemain
Qatar (4-3-3): Abunada; Al-Oui, Khoukhi, Pedro Miguel, Ahmed; Laye, Fathi, Gaber; Abdurisag, Afif, Edmilson.
Swiss (4-2-3-1): Kobel; Widmer, Akanji, Elvedi, Rodriguez; Xhaka, Freuler; Vargas, Rieder, Ndoye; Amdouni.
Prediksi Skor: Qatar 1-2 Swiss
Secara kualitas individu, kedalaman skuad, serta pengalaman tampil di kompetisi besar, Swiss berada satu tingkat di atas Qatar.
Meski Qatar berpotensi memberikan perlawanan sengit dan memanfaatkan semangat sebagai wakil Asia, kestabilan permainan Swiss diyakini menjadi faktor pembeda.
Pengalaman pemain-pemain seperti Xhaka, Akanji, dan Rodriguez diperkirakan mampu mengendalikan jalannya pertandingan, sementara lini depan Swiss memiliki cukup variasi untuk membongkar pertahanan lawan.
Swiss diperkirakan mampu mengawali perjalanan mereka di Grup B dengan kemenangan tipis, sedangkan Qatar harus bekerja lebih keras pada dua laga berikutnya untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Niklaas Andries