RADARBANYUWANGI.ID – Penantian panjang pecinta sepak bola dunia akhirnya berakhir. Piala Dunia FIFA 2026 resmi dimulai dengan laga pembuka yang mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, Jumat dini hari waktu Indonesia (12/6). Pertandingan tersebut bukan sekadar pembuka turnamen, tetapi juga menjadi penanda era baru Piala Dunia dengan format terbesar sepanjang sejarah.
Stadion Azteca kembali menjadi pusat perhatian dunia. Stadion legendaris yang pernah menjadi saksi kejayaan Pele pada Piala Dunia 1970 dan Diego Maradona pada edisi 1986 itu kini membuka lembaran baru sepak bola global.
Laga Meksiko kontra Afrika Selatan menghadirkan nuansa nostalgia tersendiri. Kedua tim pernah bertemu pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2010 di Johannesburg, Afrika Selatan. Saat itu duel berakhir imbang 1-1. Enam belas tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan pada panggung yang sama besar dengan cerita yang berbeda.
Meksiko datang sebagai tuan rumah dengan dukungan puluhan ribu pendukung yang dipastikan memadati Azteca. Sementara Afrika Selatan bertekad mencuri perhatian dan membuka peluang lolos dari Grup A dengan hasil positif.
Format Baru, Turnamen Terbesar Sepanjang Sejarah
Piala Dunia 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi FIFA. Untuk pertama kalinya, turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu diikuti 48 negara, meningkat dari 32 peserta pada edisi sebelumnya.
Konsekuensinya, jumlah pertandingan juga melonjak menjadi 104 laga yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 atau 12 Juni hingga 20 Juli 2026 waktu Indonesia.
Turnamen kali ini juga menjadi Piala Dunia pertama yang digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sebanyak 16 kota menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertandingan.
Format baru tersebut membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung dunia sekaligus menghadirkan lebih banyak pertandingan menarik sejak fase grup.
Tim-Tim Raksasa Siap Berebut Trofi
Selain laga pembuka Meksiko melawan Afrika Selatan, perhatian pecinta sepak bola juga tertuju pada sejumlah pertandingan besar di pekan pertama fase grup.
Brasil dijadwalkan menghadapi Maroko, Argentina bertemu Aljazair, Prancis menantang Senegal, sementara Inggris harus menghadapi Kroasia dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit.
Jerman, Spanyol, Belanda, Portugal, Belgia, hingga Uruguay juga langsung turun sejak pekan pertama untuk memulai perburuan menuju babak gugur.
Kehadiran negara-negara debutan dan tim-tim kejutan membuat persaingan diperkirakan lebih terbuka dibanding edisi sebelumnya.
Jadwal WITA Jadi Panduan Pecinta Sepak Bola Indonesia
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui TVRI sebagai pemegang hak siar resmi.
Namun perbedaan zona waktu yang cukup jauh antara Indonesia dan Amerika Utara membuat sebagian besar pertandingan berlangsung pada dini hari hingga pagi hari.
Karena itu, jadwal dalam format Waktu Indonesia Tengah (WITA) menjadi panduan penting bagi masyarakat untuk mengatur waktu menonton, terutama pertandingan-pertandingan besar yang melibatkan tim unggulan dunia.
Laga pembuka Meksiko melawan Afrika Selatan dijadwalkan berlangsung pukul 03.00 WITA, sementara pertandingan lain seperti Amerika Serikat versus Paraguay, Brasil melawan Maroko, hingga Inggris kontra Kroasia juga akan dimainkan pada jam-jam yang berbeda sepanjang fase grup.
Sorotan Dunia Tertuju ke Azteca
Lebih dari sekadar pertandingan sepak bola, pembukaan Piala Dunia 2026 menjadi simbol dimulainya pesta olahraga terbesar yang akan menyatukan miliaran pasang mata dari berbagai penjuru dunia.
Dari Stadion Azteca yang sarat sejarah, dunia akan menyaksikan babak baru sepak bola internasional. Sebanyak 48 negara kini memulai perjalanan panjang menuju satu tujuan: mengangkat trofi Piala Dunia FIFA 2026 pada partai final yang akan digelar 19 Juli mendatang. (*) (*)
Editor : Ali Sodiqin