RADARBANYUWANGI.ID - Panggung Grup B Piala Dunia 2026 resmi dimulai pada Jumat waktu setempat ketika Kanada menjamu Bosnia-Herzegovina di Toronto Stadium atau yang lebih dikenal sebagai BMO Field.
Pertandingan ini memiliki makna khusus bagi sepak bola Kanada. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, laga putaran final Piala Dunia putra digelar di tanah Kanada. Di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, skuad asuhan Jesse Marsch bertekad meraih kemenangan perdana mereka sepanjang sejarah tampil di Piala Dunia.
Sebagai salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko, Kanada lolos otomatis ke putaran final. Sementara itu, Bosnia-Herzegovina memastikan tiket setelah menyingkirkan Italia melalui drama adu penalti pada babak play-off zona Eropa.
Baca Juga: Warga Kebaman, Wonosobo dan Mangir Bersiap, Listrik Padam Kamis Pagi
Kanada Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Berbeda dengan dua penampilan sebelumnya di Piala Dunia, ekspektasi terhadap Kanada kali ini jauh lebih besar. Meski demikian, catatan sejarah masih menjadi beban tersendiri.
Dalam dua partisipasi sebelumnya, Kanada selalu gagal meraih kemenangan. Bahkan, mereka kalah dalam seluruh enam pertandingan yang pernah dijalani di putaran final.
Namun kondisi saat ini menunjukkan perkembangan signifikan. Sepanjang tahun 2026, Kanada belum sekalipun merasakan kekalahan. Mereka membawa rekor delapan pertandingan tanpa kalah menuju laga pembuka ini.
Baca Juga: Jari Membengkak dan Meradang, Damkar Banyuwangi Potong Cincin Nenek 76 Tahun
Pertahanan menjadi kekuatan utama Les Rouges dalam beberapa bulan terakhir. Dari delapan laga tanpa kekalahan tersebut, mereka mampu mencatatkan enam clean sheet atau nirbobol.
Produktivitas gol memang belum menjadi identitas Kanada di Piala Dunia. Sepanjang sejarah keikutsertaan mereka, hanya dua gol yang berhasil tercipta, salah satunya bahkan berasal dari gol bunuh diri lawan.
Fakta lain yang kurang menggembirakan adalah Kanada selalu gagal mencetak gol pada laga pembuka Piala Dunia. Mereka kalah 0-1 dari Prancis pada edisi 1986 dan kembali tumbang dengan skor serupa saat menghadapi Belgia pada Piala Dunia 2022, termasuk gagal mengeksekusi penalti.
Meski demikian, modal positif tetap dimiliki. Tim peringkat ke-30 dunia versi FIFA tersebut belum terkalahkan dalam enam pertemuan terakhir melawan negara-negara Eropa.
Bosnia-Herzegovina Kembali Membuat Kejutan
Kehadiran Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kejutan terbesar dari babak kualifikasi.
Tim berjuluk Zmajevi sukses melewati rintangan berat dengan menyingkirkan Italia dan Wales melalui adu penalti untuk memastikan tempat di Amerika Utara.
Baca Juga: Kamis Besok, PLN Padamkan Listrik di Kalipuro, Ketapang dan Bangsring
Generasi yang kini dipimpin Sergej Barbarez berharap mampu melampaui pencapaian terbaik mereka pada Piala Dunia 2014. Saat itu Bosnia gagal lolos ke fase gugur hanya karena terpaut satu poin dari Nigeria.
Performa Bosnia menjelang turnamen juga cukup menjanjikan. Mereka tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Selain itu, pertahanan Bosnia tampil disiplin. Dalam enam pertandingan terakhir, mereka tidak pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam satu laga.
Baca Juga: Nekat Curi Uang, Rokok, dan HP, Perantau Surabaya Dibekuk di Banyuwangi
Meski berbagai prediksi menempatkan mereka sebagai pesaing utama posisi ketiga Grup B di bawah Kanada dan Swiss, Bosnia tetap memiliki potensi untuk menciptakan kejutan.
Dalam sejarah partisipasi Piala Dunia, Bosnia mencetak empat gol dan tiga di antaranya lahir pada babak kedua pertandingan. Satu-satunya kemenangan mereka terjadi saat menundukkan Iran 3-1 pada Piala Dunia 2014.
Menariknya, Bosnia belum pernah lagi mengalahkan tim dari kawasan CONCACAF sejak menundukkan Meksiko 1-0 dalam laga persahabatan tahun 2014 di Chicago.
Krisis Cedera Bayangi Kedua Tim
Kanada menghadapi sejumlah persoalan kebugaran menjelang laga pembuka. Kapten tim Alphonso Davies diragukan tampil akibat cedera hamstring. Kehilangan pemain Bayern Munchen tersebut tentu menjadi kerugian besar bagi tuan rumah.
Selain itu, Moise Bombito juga belum sepenuhnya pulih dari cedera tulang kering kiri, sementara Marcelo Flores harus dicoret dan digantikan Jayden Nelson setelah mengalami cedera ligamen lutut anterior (ACL).
Baca Juga: Pemerintah Kejar 1.500 Km Jalan Tol Baru, Prosiwangi Masuk Prioritas 2029
Meski demikian, Kanada tetap memiliki sejumlah pemain berpengalaman. Maxime Crepeau dipastikan menjadi penjaga gawang utama setelah gagal tampil pada Piala Dunia sebelumnya akibat patah kaki.
Di lini depan, Jonathan David menjadi andalan utama. Penyerang Lille itu hanya membutuhkan satu gol lagi untuk mencapai koleksi 40 gol internasional bersama Kanada.
Sementara itu, Bosnia juga menghadapi masalah serupa. Haris Tabakovic masuk skuad meski masih berkutat dengan cedera pergelangan kaki.
Baca Juga: Tol Gilimanuk-Mengwi Dipangkas Jadi 42 Km, Pemerintah Ubah Strategi Proyek
Kondisi paling mengkhawatirkan menimpa kapten tim Edin Dzeko. Striker veteran tersebut absen dalam sesi latihan terakhir akibat cedera bahu dan diragukan tampil sejak menit pertama.
Jika Dzeko absen, Bosnia kemungkinan akan mengandalkan Ermedin Demirovic dan Bazdar untuk memimpin serangan.
Prediksi Susunan Pemain
Kanada (4-4-2): Crepeau; Johnston, De Fougerolles, Cornelius, Laryea; Buchanan, Eustaquio, Kone, Millar; Jonathan David, Cyle Larin.
Bosnia-Herzegovina (4-3-3): Vasilj; Burnic, Gigovic, Muharemovic, Memic; Celik, Basic, Bajraktarevic; Mahmic, Demirovic, Bazdar.
Rekor Performa Terakhir
Kanada: Menang, Menang, Imbang, Imbang, Menang, Imbang.
Bosnia-Herzegovina: Menang, Imbang, Menang, Menang, Imbang, Imbang.
Prediksi Pertandingan
Baca Juga: Setor Triliunan ke Pusat, Daerah Mengeluh Tak Dapat Balasan yang Adil
Absennya Alphonso Davies memang dapat mengurangi daya ledak Kanada. Namun, tim asuhan Jesse Marsch telah beberapa kali membuktikan mampu meraih hasil positif tanpa sang kapten.
Bermain di hadapan publik sendiri akan menjadi keuntungan besar. Atmosfer Toronto Stadium diperkirakan memberi energi tambahan bagi Kanada yang tengah memburu kemenangan bersejarah pertama mereka di Piala Dunia.
Bosnia-Herzegovina dikenal sebagai tim yang disiplin dan sulit ditembus, tetapi kedalaman skuad serta dukungan suporter diyakini mampu menjadi pembeda. (*)
Editor : Niklaas Andries