Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rio Ngumoha Bersinar Bersama Inggris, tetapi Aturan FIFA Ini Mengubur Mimpinya ke Piala Dunia 2026

Niklaas Andries • Rabu, 10 Juni 2026 | 16:48 WIB
TERGANJAL ATURAN: Harapan Rio Ngumoha tampil bersama timnas Inggris di Piala Dunia 2026 pupus
TERGANJAL ATURAN: Harapan Rio Ngumoha tampil bersama timnas Inggris di Piala Dunia 2026 pupus

RADARBANYUWANGI.ID - Penampilan Memikat Wonderkid Liverpool Tak Cukup, Regulasi FIFA Bikin Rio Ngumoha Mustahil Masuk Skuad Inggris di Piala Dunia 2026.

Kejutan muncul dalam laga uji coba terakhir Inggris menjelang Piala Dunia 2026. Bukan nama besar seperti Harry Kane atau Jude Bellingham yang menjadi sorotan utama, melainkan remaja 17 tahun milik Liverpool FC, Rio Ngumoha.

Ngumoha tampil gemilang saat Inggris mengalahkan New Zealand dalam laga pemanasan menuju Piala Dunia 2026. Aksi eksplosifnya membuat publik terpukau dan bahkan mengantarkannya meraih penghargaan pemain terbaik pertandingan.

Namun, di balik performa impresif tersebut, tersimpan kenyataan pahit. Meski telah berlatih bersama skuad utama dan ikut dalam persiapan tim, Ngumoha dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia 2026. Penyebabnya bukan karena kualitas permainan, melainkan sebuah regulasi FIFA yang sangat ketat.

Baca Juga: Berbekal Obeng, Pria Surabaya Bobol Toko di Banyuwangi dan Curi Barang Dagangan

Aturan FIFA yang Menutup Pintu Ngumoha ke Piala Dunia

Pelatih Inggris Thomas Tuchel membawa Ngumoha dalam pemusatan latihan bersama beberapa talenta muda lainnya, termasuk Ethan Nwaneri, Josh King, dan Alex Scott.

Baca Juga: Jemaah Haji Banyuwangi Kembali Meninggal di Makkah, Total Lima Orang Wafat di Tanah Suci

Tujuannya sederhana: membantu menjaga kualitas latihan dan menambah kedalaman skuad selama masa persiapan turnamen. Akan tetapi, FIFA memiliki aturan yang tidak memberikan ruang fleksibilitas.

Sebelum turnamen dimulai, setiap negara peserta wajib menyerahkan daftar sementara berisi maksimal 55 pemain kepada FIFA. Dari daftar tersebut, pelatih kemudian memilih 26 pemain yang masuk skuad final.

Jika terjadi cedera atau masalah kesehatan sebelum pertandingan pertama, pergantian pemain masih diperbolehkan. Namun, pengganti hanya boleh berasal dari daftar 55 pemain yang telah didaftarkan sebelumnya. Di sinilah masalah muncul.

Ngumoha ternyata tidak masuk dalam daftar awal 55 pemain yang dikirim Inggris kepada FIFA. Akibatnya, berapa pun jumlah pemain yang cedera sebelum laga perdana melawan Croatia, ia tetap tidak bisa dipanggil.

Dengan kata lain, peluangnya menuju Piala Dunia sudah tertutup sejak dokumen administrasi dikirim beberapa pekan lalu.

Bahkan Krisis Cedera Tak Akan Mengubah Nasibnya

Situasi ini menjadi semakin ironis karena Ngumoha sudah menjalani seluruh rangkaian persiapan bersama tim nasional.

Ia berlatih bersama skuad utama, ikut dalam perjalanan tim, memahami skema permainan yang diterapkan Tuchel, bahkan tampil dalam pertandingan resmi pemanasan. Namun, semua itu tidak memiliki arti secara administratif.

Baca Juga: SMP Favorit Diserbu Pendaftar, Jalur Domisili Banyuwangi Catat 5.105 Peserta

Regulasi FIFA menyatakan bahwa pemain yang tidak masuk daftar awal tidak dapat ditambahkan ke skuad final dalam kondisi apa pun.

Setelah turnamen dimulai, aturan menjadi lebih ketat lagi. FIFA hanya memperbolehkan pergantian darurat untuk posisi penjaga gawang, sementara pemain lapangan tidak bisa diganti.

Baca Juga: Voucher Pengerem Penurunan

Artinya, Ngumoha tidak hanya kehilangan kesempatan tampil sebelum turnamen dimulai, tetapi juga tidak memiliki peluang dipanggil selama kompetisi berlangsung.

Regulasi yang Mulai Dipertanyakan

Kasus Ngumoha memunculkan perdebatan baru mengenai relevansi aturan FIFA di era sepak bola modern. Di satu sisi, sistem daftar sementara memang dibuat untuk menjaga transparansi dan mencegah negara peserta memiliki kumpulan pemain tanpa batas.

FIFA ingin memastikan setiap tim memiliki kerangka skuad yang jelas sebelum turnamen dimulai. Namun di sisi lain, banyak pihak menilai aturan tersebut terlalu kaku.

Bagaimana mungkin seorang pemain yang telah berada di kamp latihan resmi, mengikuti seluruh persiapan, dan bahkan tampil impresif dalam pertandingan pemanasan tetap tidak memenuhi syarat hanya karena namanya tidak tercantum dalam daftar yang dikirim beberapa minggu sebelumnya?

Sejumlah pengamat menilai FIFA seharusnya memberikan ruang bagi pelatih untuk mempromosikan pemain cadangan resmi yang ikut dalam rombongan tim.

Baca Juga: SPMB SMA-SMK Jatim 2026 Dibuka 11 Juni, Siswa Diminta Cermati Aturan Baru Jalur Domisili

Mereka berargumen bahwa pemain-pemain tersebut sudah menjadi bagian dari persiapan sejak hari pertama dan memahami kebutuhan taktis tim.

Masa Depan Cerah Tetap Menanti

Meski gagal berangkat ke Piala Dunia 2026, masa depan Ngumoha tetap terlihat sangat menjanjikan. Di usia yang baru 17 tahun, ia sudah mencatatkan debut bersama tim senior Inggris dan mampu mencuri perhatian dalam pertandingan internasional.

Baca Juga: Jalur Domisili Ditutup, Keluhan Tak Lolos SPMB Membanjiri Sejumlah SMP Negeri

Pencapaiannya menjadi sinyal kuat bahwa Inggris memiliki talenta baru yang berpotensi menjadi bintang besar di masa depan. Penampilan apiknya juga semakin memperkuat reputasi akademi Liverpool dalam melahirkan pemain muda berkualitas.

Piala Dunia 2026 mungkin datang terlalu cepat bagi Ngumoha. Namun jika perkembangan kariernya terus berjalan positif, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu andalan Inggris pada turnamen-turnamen besar berikutnya.

Untuk saat ini, mimpi tampil di panggung sepak bola terbesar dunia harus tertunda karena satu hal yang tak bisa dikalahkan oleh kemampuan di lapangan: aturan administrasi FIFA. (*)

Editor : Niklaas Andries
#piala dunia 2026 #FIFA #Rio Ngumoha #thomas tuchel #Timnas Inggris