Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Skandal Lama Meledak! Platini Ajukan Gugatan Pidana, Gianni Infantino Dituding Sengaja Menyingkirkannya dari Perebutan Kursi Presiden FIFA

Niklaas Andries • Rabu, 10 Juni 2026 | 11:47 WIB
KONFLIK: Michel Platini menyerang Gianni Infantino dalam perebutan kursi Presiden FIFA
KONFLIK: Michel Platini menyerang Gianni Infantino dalam perebutan kursi Presiden FIFA

RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 bahkan belum dimulai, tetapi FIFA sudah diguncang badai kontroversi besar. Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino, menjadi sasaran gugatan pidana yang diajukan legenda sepak bola Prancis Michel Platini hanya beberapa hari sebelum turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola dunia itu dibuka di Amerika Utara.

Langkah hukum tersebut berpotensi membuka kembali salah satu episode paling kontroversial dalam sejarah kepemimpinan FIFA. Platini menuduh Infantino terlibat dalam upaya sistematis untuk menghalanginya menjadi Presiden FIFA pada 2016.

Kasus ini muncul saat FIFA tengah bersiap menggelar Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 negara peserta dan berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Platini Merasa Dijegal Menuju Kursi Presiden FIFA

Baca Juga: Jemaah Haji Banyuwangi Kembali Meninggal di Makkah, Total Lima Orang Wafat di Tanah Suci

Michel Platini bukan sosok sembarangan dalam dunia sepak bola. Mantan kapten tim nasional Prancis itu merupakan peraih tiga Ballon d'Or dan pernah menjabat Presiden UEFA.

Pada 2015, Platini menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Sepp Blatter sebagai Presiden FIFA. Namun, peluang tersebut runtuh setelah muncul penyelidikan etik terkait pembayaran jutaan poundsterling yang diterimanya dari Blatter beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga: MTsN 5 Banyuwangi Turunkan Dua Tim, LCC Wawasan Kebangsaan Kian Bergengsi

Akibat kasus tersebut, Komite Etik FIFA menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama delapan tahun kepada Platini. Hukuman itu kemudian dipangkas menjadi empat tahun oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Tidak hanya itu, Platini dan Blatter juga menghadapi proses pidana di Swiss terkait dana yang dipermasalahkan tersebut.

Namun setelah bertahun-tahun menghadapi proses hukum, keduanya memperoleh pembebasan dari pengadilan federal Swiss pada 2022. Putusan tersebut diperkuat kembali oleh pengadilan banding pada 2025 yang secara definitif menyatakan keduanya tidak bersalah.

Gugatan Baru Mengarah Langsung ke Infantino

Kini, Platini memilih melakukan serangan balik. Tim kuasa hukumnya mengonfirmasi telah mengajukan laporan pidana di Paris terhadap Gianni Infantino, mantan Direktur Hukum FIFA Marco Villiger, dan mantan Kepala Audit serta Kepatuhan FIFA Domenico Scala.

Menurut pengacara Platini, Olivier Baratelli, gugatan tersebut menuduh ketiga tokoh itu melakukan koordinasi untuk menghalangi Platini mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA.

Baca Juga: SMP Favorit Diserbu Pendaftar, Jalur Domisili Banyuwangi Catat 5.105 Peserta

Dalam dokumen hukum yang diajukan, Infantino disebut sebagai sosok utama yang diduga merancang proses penyingkiran Platini dari panggung politik sepak bola dunia.

Tuduhan tersebut menjadi sangat sensitif karena pada saat peristiwa itu terjadi, Infantino masih menjabat Sekretaris Jenderal UEFA dan bekerja langsung di bawah kepemimpinan Platini.

Tidak lama setelah Platini tersingkir dari bursa pemilihan Presiden FIFA, Infantino justru tampil sebagai kandidat dan akhirnya memenangkan pemilihan pada 2016. Sejak saat itu, pria asal Swiss tersebut memimpin FIFA hingga sekarang.

Baca Juga: Lonjakan Wisatawan KNMP Lateng Picu Penataan Parkir, Pemuda Lokal Banyuwangi Dilibatkan

FIFA Juga Digugat Ganti Rugi

Selain laporan pidana, Platini juga mengajukan gugatan perdata terhadap FIFA. Ia menuntut kompensasi finansial karena menganggap organisasi sepak bola dunia itu secara sengaja menciptakan skenario yang membuatnya kehilangan kesempatan menggantikan Sepp Blatter.

Pihak Platini meyakini reputasinya dihancurkan melalui proses yang tidak adil sehingga peluangnya untuk memimpin FIFA musnah sebelum pemilihan berlangsung.

Jika tuduhan tersebut terbukti memiliki dasar hukum yang kuat, kasus ini berpotensi menjadi salah satu krisis terbesar yang pernah dihadapi FIFA dalam era kepemimpinan Infantino.

Muncul di Momen yang Sangat Sensitif

Waktu kemunculan gugatan ini dinilai sangat merugikan FIFA. Pasalnya, hanya dalam hitungan hari, perhatian dunia akan tertuju pada laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan.

Turnamen kali ini merupakan edisi pertama yang melibatkan 48 negara peserta dan digadang-gadang menjadi Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah. Di tengah upaya FIFA membangun citra positif menjelang pesta sepak bola global tersebut, tuduhan korupsi dan rekayasa politik kembali mencuat ke permukaan.

Baca Juga: Jalur Domisili Ditutup, Keluhan Tak Lolos SPMB Membanjiri Sejumlah SMP Negeri

Tekanan terhadap Infantino semakin besar mengingat selama beberapa tahun terakhir dirinya kerap tampil bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam berbagai agenda publik. Kedekatan tersebut bahkan menjadi sorotan luas setelah FIFA memberikan penghargaan perdamaian kepada Trump beberapa waktu lalu.

FIFA Belum Memberikan Respons Resmi

Baca Juga: Malam 1 Suro 2026 Tinggal Hitungan Hari, Ini Tanggal yang Diyakini Paling Sakral

Sejumlah media internasional melaporkan bahwa FIFA telah dimintai tanggapan terkait gugatan yang diajukan Platini. Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh badan sepak bola dunia tersebut.

Infantino dijadwalkan menghadapi media pada Rabu waktu setempat, sehari sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 berlangsung.

Konferensi pers tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu momen paling dinantikan, mengingat publik dan media internasional hampir pasti akan meminta klarifikasi mengenai tuduhan yang kini mengancam reputasinya.

Dengan sorotan dunia yang semakin besar menjelang kick-off Piala Dunia 2026, kasus hukum antara Platini dan Infantino berpotensi menjadi cerita besar di luar lapangan yang membayangi turnamen sepanjang musim panas ini. (*)

Editor : Niklaas Andries
#michel platini #piala dunia 2026 #FIFA #presiden fifa #gianni infantino