RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 Tak Hanya di Stadion, Fan Festival Jadi Magnet Baru: dari Lapangan Terapung hingga Konser Motley Crue
Tidak semua penggemar mampu membeli tiket pertandingan Piala Dunia 2026 yang harganya terus melambung. Namun FIFA dan kota-kota tuan rumah telah menyiapkan alternatif yang tak kalah meriah: Fan Festival raksasa yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Mulai dari lapangan sepak bola terapung di atas perairan Seattle, konser band legendaris Motley Crue di Vancouver, hingga pesta sepak bola massal di pusat kota Mexico City, Fan Festival Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi salah satu atraksi terbesar sepanjang sejarah turnamen.
Dengan format baru yang melibatkan 48 negara dan total 104 pertandingan, Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi pesta sepak bola terbesar sepanjang masa, tetapi juga menghadirkan pengalaman suporter yang jauh lebih luas dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Baca Juga: Gudang Kayu di Banyuwangi Ludes Dilalap Api, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya
78 Fan Festival Resmi, Puluhan Acara Tambahan Digelar
Sesuai tradisi FIFA, seluruh 16 kota penyelenggara pertandingan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan memiliki kawasan khusus bagi suporter yang dikenal sebagai Fan Fest atau Fan Zone.
Berdasarkan data yang dihimpun Associated Press, terdapat sedikitnya 78 Fan Festival resmi yang mendapat persetujuan dari panitia penyelenggara kota tuan rumah.
Baca Juga: Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Bhabinkamtibmas Awasi Panen Jagung di Muncar Banyuwangi
Jumlah tersebut bahkan belum termasuk berbagai acara tambahan yang diselenggarakan klub-klub sepak bola profesional, komunitas lokal, dan organisasi olahraga.
Sekitar 20 klub Major League Soccer (MLS) turut menggelar kegiatan bertema Piala Dunia. Beberapa di antaranya berkolaborasi langsung dengan Fan Festival resmi kota penyelenggara.
Di area-area tersebut, para penggemar dapat menyaksikan pertandingan melalui layar raksasa, menikmati kuliner lokal, membeli merchandise resmi, mengikuti hiburan musik, hingga mengenal budaya khas masing-masing kota.
Biaya Membengkak, Sebagian Fan Festival Berbayar
Meski antusiasme sangat tinggi, penyelenggaraan Fan Festival tidak lepas dari persoalan biaya. Format baru Piala Dunia yang menghadirkan lebih banyak pertandingan membuat durasi operasional festival juga semakin panjang. Di saat bersamaan, kota-kota tuan rumah menghadapi tekanan ekonomi akibat inflasi dan kenaikan harga energi.
Meskipun pemerintah federal di Amerika Serikat dan Kanada telah mengucurkan dana pendukung, bantuan tersebut tidak sepenuhnya menutup biaya penyelenggaraan.
Akibatnya, beberapa kota mulai menerapkan berbagai skema pembatasan, seperti:
Mengurangi jumlah hari operasional festival.
Menjual tiket masuk premium.
Menyediakan kursi berbayar.
Menawarkan paket eksklusif berupa area VIP dan kabana pribadi.
Di Houston, misalnya, pengunjung dapat menyewa area khusus untuk menghindari panas ekstrem musim panas Texas.
New York Gelar Festival Gratis di Lima Wilayah Kota
Di tengah kritik terkait mahalnya biaya menikmati Piala Dunia, Pemerintah New York memilih pendekatan berbeda.
Gubernur New York, Kathy Hochul, bersama Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengumumkan penyelenggaraan Fan Festival gratis di lima wilayah utama New York. Selain itu, festival besar juga akan digelar di Sports Illustrated Stadium.
Baca Juga: Ribuan ODHIV Terdata, Pemkab Banyuwangi Fokus Tekan Penularan dan Lost Follow Up
Sementara itu, MetLife Stadium, yang selama Piala Dunia akan menggunakan nama New York New Jersey Stadium, akan menjadi tuan rumah delapan pertandingan, termasuk partai final.
"Setiap penggemar berhak menikmati turnamen terbesar di dunia tanpa harus menguras tabungan mereka," ujar Mamdani.
Toronto Batalkan Rencana Tiket Berbayar Setelah Protes Publik
Di Kanada, Pemerintah Kota Toronto sempat berencana mengenakan biaya masuk sekitar 10 dolar Kanada untuk Fan Festival resmi yang akan digelar di kawasan Fort York dan Bentway. Namun rencana tersebut memicu gelombang protes.
Baca Juga: Ribuan ODHIV Terdata, Pemkab Banyuwangi Fokus Tekan Penularan dan Lost Follow Up
Setelah mendapat tekanan publik, penyelenggara akhirnya memutuskan menyediakan sekitar 16.000 tiket gratis per hari, meski tetap menjual hampir 4.000 tiket premium.
Anggota Dewan Kota Toronto, Josh Matlow, menilai masyarakat sudah cukup banyak berkontribusi melalui pajak.
"Penduduk Toronto telah mengeluarkan sekitar 180 juta dolar untuk menjadi tuan rumah pertandingan. Setidaknya acara yang dijanjikan kepada masyarakat harus dapat diakses secara gratis," tegasnya.
Los Angeles hingga Mexico City Gelar Festival Skala Raksasa
Kota-kota besar menghadapi tantangan tersendiri karena wilayahnya yang sangat luas. Alih-alih mengandalkan satu lokasi utama, Los Angeles akan mengoperasikan 11 Fan Festival berbeda.
Festival utama berlangsung di Los Angeles Memorial Coliseum pada 11–14 Juni, sementara 10 lokasi lainnya tersebar dari Burbank hingga Venice Beach.
Wilayah Teluk San Francisco memilih pendekatan berbasis komunitas. Panitia bekerja sama dengan berbagai organisasi lokal, termasuk Golden State Warriors, untuk menggelar pesta nonton bareng.
Pusat perayaan terbesar akan berlangsung di San Pedro Square Market melalui kolaborasi dengan San Jose Earthquakes.
Sementara itu, di Mexico City, Fan Festival utama akan berlokasi di Zocalo. Pemerintah kota juga menyiapkan 18 lokasi tambahan yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
MLS Berharap Efek Piala Dunia Dongkrak Popularitas Liga
Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat melahirkan MLS. Kini, lebih dari tiga dekade kemudian, liga tersebut berharap kembali meraih keuntungan besar dari momentum turnamen. Saat ini terdapat 44 pemain MLS yang memperkuat tim nasional peserta Piala Dunia 2026.
Chief Business Officer MLS, Camilo Durana, menyebut setiap kali tim nasional Amerika Serikat tampil di Piala Dunia, minat terhadap MLS biasanya meningkat antara 10 hingga 20 persen.
Menurutnya, efek tersebut berpotensi jauh lebih besar kali ini karena turnamen digelar di kandang sendiri dan MLS berperan langsung dalam penyelenggaraan.
Seattle Hadirkan Lapangan Sepak Bola Terapung
Salah satu inovasi paling unik muncul dari Seattle. Klub Seattle Sounders FC bersama mitranya akan menghadirkan Fan Zone terapung di atas kapal tongkang yang ditempatkan di kawasan tepi laut Elliott Bay. Di atasnya akan dibangun lapangan sepak bola mini yang dapat digunakan pengunjung.
Konsep tersebut terinspirasi dari sejarah maritim Seattle dan diperkirakan menjadi salah satu destinasi paling populer selama turnamen berlangsung.
Konser Musik Jadi Daya Tarik Tambahan
Selain sepak bola, konser musik juga menjadi magnet utama Fan Festival Piala Dunia 2026.
Di Vancouver, penonton dapat menikmati penampilan:
Flo Rida
Ziggy Marley
Motley Crue
Sementara itu, Fan Festival Kansas City menghadirkan:
The Chainsmokers
Sheryl Crow
The All-American Rejects
Adapun di Monterrey, Meksiko, panggung hiburan akan dimeriahkan oleh:
Imagine Dragons
Enrique Iglesias
Piala Dunia Terbesar dalam Sejarah
Dengan 48 peserta, 104 pertandingan, tiga negara tuan rumah, dan ratusan aktivitas pendukung, Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi perhelatan olahraga terbesar yang pernah diselenggarakan FIFA.
Bagi suporter yang tidak berhasil mendapatkan tiket pertandingan, Fan Festival menawarkan pengalaman alternatif yang hampir setara: menyaksikan laga bersama ribuan penggemar lain, menikmati hiburan kelas dunia, dan merasakan atmosfer Piala Dunia secara langsung.
Pada akhirnya, pesta sepak bola terbesar di planet ini tidak hanya berlangsung di stadion, tetapi juga di jalan-jalan kota, taman publik, hingga lapangan terapung yang mengubah wajah perayaan Piala Dunia untuk generasi baru penggemar sepak bola. (*)
Editor : Niklaas Andries