Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Piala Dunia 2026 Hadirkan Duel Saudara Kandung: Doue vs Doue, Williams vs Williams, Siapa Unggul?

Niklaas Andries • Selasa, 9 Juni 2026 | 15:41 WIB
PERANG SAUDARA: Piala Dunia 2026 akan dapat disaksikan perang antar saudara di atas lapangan hijau
PERANG SAUDARA: Piala Dunia 2026 akan dapat disaksikan perang antar saudara di atas lapangan hijau

RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi para bintang terbesar sepak bola dunia. Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli itu juga menyuguhkan kisah emosional yang jarang terjadi, saudara kandung yang harus bertarung demi negara berbeda.

Di tengah persaingan 48 tim peserta yang memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola, setidaknya terdapat 14 pemain yang memiliki hubungan darah dengan sesama peserta turnamen. Sebagian akan berjuang bersama di bawah satu bendera, tetapi sebagian lainnya justru dipisahkan oleh pilihan negara dan identitas kebangsaan.

Fenomena ini menjadikan Piala Dunia 2026 lebih dari sekadar kompetisi sepak bola. Ini adalah kisah keluarga, kebanggaan nasional, sekaligus rivalitas yang bisa menciptakan drama tersendiri di lapangan. Bersatu Membela Negara yang Sama

Empat pasangan saudara kandung dipastikan tampil bersama membela negara yang sama pada Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Gudang Kayu di Banyuwangi Ludes Dilalap Api, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya

Hernandez Bersaudara Kembali Jadi Andalan Prancis

Sorotan terbesar tentu tertuju kepada Lucas Hernandez dan Theo Hernandez yang kembali memperkuat Prancis.

Lucas yang kini bermain untuk Paris Saint-Germain dan Theo yang membela Al-Hilal merupakan dua bek dengan karakter berbeda, tetapi sama-sama memiliki pengalaman besar di level internasional.

Baca Juga: Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Bhabinkamtibmas Awasi Panen Jagung di Muncar Banyuwangi

Di bawah arahan Didier Deschamps, keduanya berpotensi tampil bersama saat Les Bleus menghadapi Senegal, Norwegia, maupun Irak di fase grup.

Kehadiran dua bersaudara tersebut menjadi simbol kuat kedalaman skuad Prancis yang kembali difavoritkan untuk melaju jauh dalam turnamen.

Mimpi Timber Bersaudara Pupus Karena Cedera Belanda sejatinya juga berharap dapat menurunkan pasangan saudara kembar Quinten Timber dan Jurriën Timber.

Namun harapan itu harus kandas setelah bek Arsenal tersebut terpaksa mundur akibat masalah kebugaran yang terus menghantuinya sepanjang musim.

Akibatnya, hanya Quinten Timber yang tetap berada dalam skuad Oranje untuk Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Nenek 80 Tahun Asal Pesanggaran Terdampar di Genteng Banyuwangi, Diduga Diturunkan dari Mobil Misterius

Cape Verde Andalkan Duarte Bersaudara Tim debutan Cape Verde juga membawa kisah keluarga ke Amerika Utara.

Laros Duarte dan Deroy Duarte akan menjadi bagian penting skuad berjuluk Blue Sharks dalam upaya menciptakan kejutan di Grup H.

Meski lahir dan besar di Belanda, keduanya memilih membela negara asal keluarga mereka dan kini mengemban misi bersejarah membawa Cape Verde lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.

Baca Juga: Nenek 80 Tahun Asal Pesanggaran Terdampar di Genteng Banyuwangi, Diduga Diturunkan dari Mobil Misterius

Bacuna Bersaudara Jadi Harapan Curacao

Curacao juga mengandalkan duet Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna. Kedua pemain yang berkarier di Eropa tersebut akan berusaha membawa Curacao bersaing di Grup E yang dihuni raksasa seperti Jerman dan Pantai Gading.

Bagi Curacao, keberadaan Bacuna bersaudara menjadi simbol semangat generasi diaspora yang ingin mengangkat prestasi sepak bola negaranya di panggung dunia. Ketika Saudara Kandung Menjadi Lawan

Jika beberapa keluarga merasakan kebersamaan di Piala Dunia, sejumlah lainnya justru harus menerima kenyataan pahit: saling berhadapan sebagai rival. Inilah kisah yang paling menarik perhatian menjelang turnamen.

Duel Doue: Prancis vs Pantai Gading

Salah satu potensi duel paling emosional akan melibatkan keluarga Doue. Guéla Doue memilih membela Pantai Gading, sementara adiknya, Désiré Doue, memperkuat Prancis.

Kedua pemain tersebut sudah pernah saling berhadapan dalam pertandingan persahabatan internasional. Kala itu, Guéla tampil impresif dan bahkan menjadi salah satu pemain yang paling menentukan jalannya pertandingan. Kini, kemungkinan pertemuan mereka di Piala Dunia menjadi cerita yang sangat dinantikan.

Baca Juga: Loloskan 28 Siswa ke PTN Favorit, SMAN 1 Wongsorejo Catat Lompatan Prestasi

Di satu sisi ada Guéla yang ingin mengangkat nama Pantai Gading. Di sisi lain, Désiré membawa harapan besar publik Prancis yang menjadikannya salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia.

Williams Bersaudara, Persaingan yang Menggetarkan

Kisah serupa juga terjadi pada keluarga Williams. Inaki Williams dan Nico Williams selama ini dikenal sebagai pasangan saudara yang kompak bersama Athletic Bilbao.

Baca Juga: Pendaftaran SD Negeri Jalur Domisili Dimulai, Ini Kuota dan Aturannya

Namun di level internasional, keduanya memilih jalan berbeda. Inaki membela Ghana, sementara Nico menjadi bagian penting tim nasional Spanyol.

Perbedaan pilihan tersebut menciptakan salah satu rivalitas keluarga paling menarik di Piala Dunia 2026.

Secara prestasi, Nico memiliki peluang lebih besar karena Spanyol datang sebagai salah satu kandidat juara dunia setelah menjuarai Euro 2024.

Sementara itu, Inaki masih berupaya membantu Ghana kembali bersaing di level tertinggi setelah beberapa tahun mengalami penurunan prestasi.

Jika kedua negara bertemu, dunia akan menyaksikan pertarungan unik antara dua saudara yang sama-sama ingin menang.

Ghana dan Belanda Pisahkan Dua Bersaudara

Ghana juga memiliki kisah lain yang tak kalah menarik. Bek tengah Derrick Luckassen akan membela Black Stars di Grup L. Namun saudaranya, Brian Brobbey, justru memperkuat Belanda.

Keduanya tumbuh dalam lingkungan yang sama, tetapi kini membawa warna berbeda di panggung sepak bola terbesar dunia.

Baca Juga: Penakluk Tanjakan Bromo dari Banyuwangi, Guntur Raih Podium II di Usia 60 Tahun

Situasi seperti ini menunjukkan bagaimana identitas, sejarah keluarga, dan pilihan karier dapat menciptakan kisah yang sangat unik dalam sepak bola internasional modern.

Lebih dari Sekadar Pertandingan

Fenomena saudara kandung di Piala Dunia bukanlah hal baru, tetapi edisi 2026 menghadirkan jumlah yang cukup besar dan cerita yang jauh lebih kompleks.

Selama lebih dari satu bulan kompetisi berlangsung, para pemain tersebut akan menghadapi situasi yang tidak dialami peserta lain.

Baca Juga: Daftar Lengkap 50 Tol PSN Era Prabowo, Tol Probolinggo-Banyuwangi Masuk Prioritas

Mereka berbagi darah yang sama, namun membawa mimpi berbeda. Mereka dibesarkan dalam rumah yang sama, tetapi kini memperjuangkan warna bendera yang berbeda.

Ketika jutaan pasang mata di seluruh dunia tertuju pada pertandingan-pertandingan Piala Dunia, duel antar saudara kandung akan menjadi "pertandingan di dalam pertandingan" yang menghadirkan emosi tersendiri.

Pada akhirnya, sepak bola memang mampu menyatukan keluarga. Namun di Piala Dunia 2026, sepak bola juga berpotensi memecah mereka untuk sementara waktu.

Dan ketika peluit kick-off dibunyikan, hubungan keluarga harus dikesampingkan. Yang tersisa hanyalah satu tujuan: membawa negara masing-masing menuju kejayaan dunia. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#Nico Williams #saudara kandung di piala dunia #piala dunia 2026 #Desire Doue