RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menghadirkan format baru dengan 48 peserta yang terbagi dalam 12 grup. Perubahan tersebut membuka peluang lebih besar bagi banyak negara untuk melangkah ke fase gugur.
Salah satu grup yang diprediksi paling kompetitif adalah Grup F. Di atas kertas, Belanda memang menjadi unggulan utama. Namun, persaingan untuk memperebutkan tiket menuju babak 32 besar dipastikan berlangsung sengit karena Jepang, Swedia, dan Tunisia sama-sama memiliki ambisi besar menciptakan kejutan.
Belanda yang tiga kali menjadi runner-up Piala Dunia akan menghadapi tantangan dari Jepang yang tengah menikmati periode emas, Swedia yang bangkit lewat jalur play-off, serta Tunisia yang datang dengan catatan pertahanan impresif sepanjang kualifikasi.
Belanda Masih Jadi Unggulan Utama
Baca Juga: Satlantas Situbondo Sita Motor hingga Truk dalam Operasi Lalu Lintas
Ranking FIFA: 7 Timnas Belanda kembali datang ke panggung dunia dengan ambisi menghapus status "nyaris juara" yang selama puluhan tahun melekat pada mereka.
Negeri Kincir Angin pernah mencapai final Piala Dunia pada 1974, 1978, dan 2010. Namun, trofi juara selalu lepas dari genggaman.
Sejak kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2010, perjalanan Belanda terbilang naik turun. Mereka finis peringkat ketiga pada edisi 2014, gagal lolos ke Piala Dunia 2018, lalu terhenti di perempat final pada Qatar 2022.
Meski demikian, satu statistik menjadi modal penting bagi skuad asuhan Ronald Koeman. Belanda belum pernah tersingkir pada fase grup sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Meski performa menjelang turnamen belum sepenuhnya konsisten dengan catatan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan dalam lima laga terakhir, kualitas skuad tetap membuat mereka difavoritkan menjuarai Grup F.
Pemain Kunci: Virgil van Dijk
Kapten sekaligus bek tengah andalan Virgil van Dijk akan menjadi figur sentral dalam perjalanan Belanda. Pada usia 33 tahun, ini bisa menjadi kesempatan terakhir Van Dijk untuk mengejar trofi terbesar dalam kariernya.
Dengan lini pertahanan yang dianggap lebih solid dibandingkan lini serang, performa Van Dijk akan sangat menentukan sejauh mana Belanda mampu melangkah di turnamen ini.
Baca Juga: Tradisi Mbok Othek Banyuwangi Dulu dan Sekarang.
Jepang Datang sebagai Kuda Hitam Berbahaya
Ranking FIFA: 18 Jepang kembali tampil di putaran final Piala Dunia untuk kedelapan kalinya secara beruntun.
Samurai Biru lolos dengan meyakinkan setelah mengumpulkan 23 poin dari 10 pertandingan pada putaran ketiga kualifikasi Asia, unggul atas Australia dan Arab Saudi.
Meski kehilangan dua pemain penting, yakni Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino akibat cedera, Jepang tetap dianggap sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya.
Baca Juga: Cek Sekarang! BKN Rilis Jadwal dan Nomor Urut Uji Kompetensi ASN
Alasannya sederhana. Mereka datang ke Amerika Utara dengan enam kemenangan beruntun, termasuk hasil mengejutkan saat menaklukkan Brasil dan Inggris.
Pemain Kunci: Take Kubo
Absennya Mitoma dan Minamino membuat beban kreativitas berpindah ke pundak Take Kubo. Gelandang serang milik Real Sociedad itu dikenal memiliki kemampuan dribel yang mampu merusak organisasi pertahanan lawan.
Menariknya, Kubo justru datang dalam kondisi relatif segar setelah baru kembali dari cedera panjang pada April lalu. Jika mampu mencapai performa terbaiknya, Jepang berpotensi menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen.
Swedia Bangkit dari Jalan Terjal
Ranking FIFA: 38 Perjalanan Swedia menuju Piala Dunia 2026 terbilang tidak biasa.
Mereka bahkan finis di dasar grup kualifikasi dengan hanya mengoleksi dua poin. Namun performa apik di ajang UEFA Nations League memberi kesempatan kedua melalui jalur play-off.
Di bawah arahan Graham Potter, Swedia berhasil memanfaatkan peluang tersebut dengan menyingkirkan Ukraina dan Polandia.
Kini, mereka bersiap tampil di Piala Dunia untuk kedua kalinya sejak 2006. Sejarah juga memberi harapan tersendiri. Saat Amerika Serikat menjadi tuan rumah pada 1994, Swedia mampu finis di posisi ketiga.
Pemain Kunci: Viktor Gyokeres
Nama paling berbahaya di skuad Swedia saat ini adalah Viktor Gyokeres. Penyerang tajam tersebut menjadi pahlawan kelolosan Swedia setelah mencetak hattrick melawan Ukraina dan gol kemenangan dramatis ke gawang Polandia.
Catatan 20 gol dari 33 pertandingan internasional menunjukkan betapa pentingnya peran Gyokeres. Terlebih kondisi kebugaran Alexander Isak masih menjadi tanda tanya setelah musim yang banyak diganggu cedera.
Tunisia Ingin Hapus Kutukan Fase Grup
Ranking FIFA: 44 Tunisia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Mereka tampil dominan di fase kualifikasi dengan sembilan kemenangan dan satu hasil imbang tanpa kebobolan satu gol pun. Namun sejarah justru menjadi beban terbesar mereka.
Dalam enam penampilan sebelumnya di Piala Dunia, Tunisia selalu gagal menembus fase gugur.
Kondisi itu diperparah dengan performa terkini yang kurang meyakinkan. Tunisia hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan terakhir.
Pemain Kunci: Ellyes Skhiri
Meski banyak perhatian tertuju kepada penyerang muda Hannibal Mejbri, figur terpenting Tunisia tetap sang kapten, Ellyes Skhiri. Gelandang berpengalaman tersebut menjadi penghubung utama antara lini belakang dan lini depan.
Baca Juga: Pemutihan Pajak Kendaraan DKI Jakarta Diserbu Warga, Denda Tunggakan Bertahun-Tahun Langsung Nol
Kemampuannya menjaga keseimbangan permainan akan sangat menentukan peluang Tunisia untuk menciptakan kejutan.
Laga Kunci: Jepang vs Swedia
Pertandingan yang paling menentukan di Grup F diprediksi terjadi saat Jepang menghadapi Swedia pada laga terakhir fase grup.
Banyak pengamat meyakini Belanda akan mengamankan posisi puncak klasemen. Karena itu, Jepang dan Swedia diperkirakan bersaing langsung memperebutkan satu tiket otomatis lainnya menuju babak gugur.
Pertandingan yang berlangsung di Arlington tersebut juga menjadi pertemuan pertama kedua negara sejak laga persahabatan tahun 2002 yang berakhir imbang 1-1.
Prediksi Klasemen Akhir Grup F
Belanda masih memiliki kombinasi pengalaman, kualitas individu, dan kedalaman skuad yang cukup untuk menguasai grup ini.
Sementara itu, Jepang diperkirakan mampu mengungguli Swedia berkat performa yang lebih stabil dan pertahanan yang sangat solid dalam beberapa bulan terakhir.
Swedia masih berpeluang lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik, sedangkan Tunisia diprediksi kembali kesulitan menembus fase gugur.
Prediksi Akhir Grup F:
- Belanda – 7 poin
- Jepang – 6 poin
- Swedia – 3 poin
- Tunisia – 1 poin
Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, Belanda dan Jepang akan melaju langsung ke babak 32 besar, sementara nasib Swedia bergantung pada perbandingan poin dengan penghuni peringkat ketiga dari grup lainnya. (*)
Editor : Niklaas Andries