Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

FIFA Batalkan Tiket Gratis Piala Dunia 2026 akibat Error Sistem, Puluhan Suporter Diminta Bayar Ulang

Niklaas Andries • Sabtu, 6 Juni 2026 | 10:45 WIB
TIKET GRATIS: FIFA batalkan pemberian tiket gratis karena ada masalah sistem
TIKET GRATIS: FIFA batalkan pemberian tiket gratis karena ada masalah sistem

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang pembukaan Piala Dunia 2026, FIFA kembali menghadapi polemik dalam sistem penjualan tiket. Kali ini, badan sepak bola dunia tersebut terpaksa membatalkan puluhan tiket yang sempat diterbitkan secara gratis akibat kesalahan teknis pada situs resmi penjualan tiket.

Sekitar 60 suporter diketahui berhasil memperoleh tiket pertandingan Piala Dunia 2026 tanpa membayar sepeser pun karena adanya gangguan dalam proses transaksi daring. FIFA kemudian mengirim pemberitahuan resmi kepada para pembeli bahwa tiket tersebut tidak lagi berlaku sampai pembayaran dilakukan sesuai harga yang seharusnya.

Dalam pernyataannya pada Jumat (5/6), FIFA mengakui kesalahan tersebut terjadi karena masalah pembayaran saat proses checkout berlangsung.

"Tiket tersebut dialokasikan tanpa biaya (0 dolar Amerika Serikat) akibat masalah pembayaran sebelumnya yang terjadi selama proses penyelesaian transaksi," tulis FIFA.

Baca Juga: Revolusi FIFA! Upacara Sebelum Laga Piala Dunia 2026 Berubah Total

FIFA juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar yang terdampak.

"FIFA menyesalkan kesalahan ini dan segala ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Tiket yang dipesan para penggemar tetap kami cadangkan dan mereka telah diundang untuk menyelesaikan pembayaran sesuai jumlah yang benar," lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga: Satlantas Situbondo Sita Motor hingga Truk dalam Operasi Lalu Lintas

Terjadi Saat FIFA Klaim Tiket Sudah Habis Terjual

Kesalahan sistem itu diketahui terjadi pada 21 Mei lalu melalui situs resmi penjualan tiket Piala Dunia 2026.

Ironisnya, insiden tersebut muncul lebih dari tiga bulan setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan bahwa seluruh tiket untuk 104 pertandingan Piala Dunia telah habis terjual.

Namun pada kenyataannya, hingga saat ini FIFA masih membuka penjualan tiket untuk sejumlah pertandingan menjelang kick-off turnamen yang dimulai di Mexico City pekan depan.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan baru terkait transparansi dan mekanisme distribusi tiket yang diterapkan FIFA pada edisi kali ini.

Program Tiket FIFA Kembali Menuai Kontroversi

Kasus tiket gratis akibat error sistem bukan satu-satunya persoalan yang membayangi program penjualan tiket Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Unsrat Perpanjang Pendaftaran S2, S3 dan Profesi hingga 20 Juni 2026, Kuota Manajemen dan Hukum Terbanyak

Program tersebut saat ini bahkan sedang menjadi perhatian otoritas hukum di Amerika Serikat. Jaksa Agung Negara Bagian New York dan New Jersey dikabarkan tengah melakukan penyelidikan terkait kemungkinan pelanggaran perlindungan konsumen dalam sistem penjualan tiket FIFA.

Sejak awal peluncurannya, banyak penggemar mengeluhkan harga tiket yang dianggap terlalu tinggi dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.

Baca Juga: Unsrat Perpanjang Pendaftaran S2, S3 dan Profesi hingga 20 Juni 2026, Kuota Manajemen dan Hukum Terbanyak

Piala Dunia 2026 tercatat sebagai turnamen dengan harga tiket termahal sepanjang sejarah kompetisi tersebut.

FIFA beralasan bahwa peningkatan harga tiket diperlukan untuk mendukung pendapatan organisasi yang nantinya akan didistribusikan kepada federasi-federasi anggota guna pengembangan sepak bola global.

FIFA Terapkan Sistem Harga Dinamis

Kontroversi lainnya muncul dari penerapan sistem "surge pricing" atau harga dinamis yang digunakan FIFA dalam penjualan tiket.

Model ini memungkinkan harga tiket berubah mengikuti tingkat permintaan pasar, mirip dengan sistem yang digunakan maskapai penerbangan maupun layanan transportasi daring.

Hingga kini belum diketahui apakah tiket pertandingan dengan minat rendah akan mengalami penurunan harga menjelang pelaksanaan pertandingan.

Kebijakan tersebut terus menjadi perdebatan di kalangan suporter karena dianggap membuat akses terhadap pertandingan Piala Dunia semakin sulit dijangkau masyarakat umum.

Baca Juga: Lakpesdam PCNU Banyuwangi dan Ikhtiar Merajut Sinergi Global dalam Forum AI Internasional Universitas Islam Cordoba

FIFA Operasikan Platform Resale Sendiri

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, FIFA juga mengoperasikan platform penjualan ulang (resale) resmi miliknya sendiri.

Melalui platform tersebut, FIFA mengambil komisi sebesar 15 persen dari pembeli maupun penjual tiket. Kebijakan itu diklaim bertujuan mengurangi dominasi calo tiket yang selama ini menjadi masalah dalam berbagai turnamen besar.

Baca Juga: Cek Sekarang! BKN Rilis Jadwal dan Nomor Urut Uji Kompetensi ASN

Meski demikian, sejumlah platform tiket sekunder seperti SeatGeek masih menawarkan ketersediaan tiket untuk banyak pertandingan Piala Dunia 2026.

Hal ini menunjukkan pasokan tiket di pasar sekunder masih cukup besar menjelang dimulainya turnamen.

Janji Tiket Murah yang Tak Terwujud

Ketika Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memenangkan hak tuan rumah Piala Dunia pada 2018, ketiga federasi sepak bola tersebut sempat menjanjikan ratusan ribu tiket pertandingan fase grup akan dijual dengan harga sekitar 21 dolar AS.

Namun dalam praktiknya, harga tiket yang beredar saat ini jauh melampaui angka tersebut.

Perubahan kebijakan terjadi setelah FIFA mengambil alih penuh proses penjualan dan penetapan harga tiket. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang melibatkan panitia lokal negara tuan rumah, FIFA kini mengelola seluruh operasi tiket secara langsung.

Langkah tersebut memang meningkatkan kontrol FIFA terhadap pendapatan turnamen, tetapi sekaligus memicu kritik karena dianggap membuat harga tiket semakin tidak ramah bagi penggemar sepak bola biasa.

Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, kasus tiket gratis akibat kesalahan sistem ini menjadi tambahan daftar persoalan yang harus diselesaikan FIFA agar penyelenggaraan turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola dunia berjalan lancar. (*)

Editor : Niklaas Andries
#piala dunia 2026 #FIFA #tiket piala dunia 2026 #gianni infantino