RADARBANYUWANGI.ID - FIFA menghadirkan revolusi baru pada Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen, seluruh pemain inti dan cadangan akan berdiri bersama di tengah lapangan saat lagu kebangsaan dikumandangkan, menggantikan tradisi lama yang telah berlangsung puluhan tahun.
Perubahan besar itu resmi diumumkan FIFA menjelang kick-off Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai pekan depan.
Turnamen yang melibatkan 48 negara tersebut memang diproyeksikan menjadi edisi paling inovatif dalam sejarah sepak bola dunia. Setelah memperluas jumlah peserta, FIFA kini juga mengubah tata cara seremoni sebelum pertandingan.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri tradisi yang selama ini identik dengan Piala Dunia, yakni para pemain utama berdiri berjajar di tepi lapangan saat lagu kebangsaan diputar, sementara pemain cadangan tetap berada di bangku masing-masing.
Baca Juga: Satlantas Situbondo Sita Motor hingga Truk dalam Operasi Lalu Lintas
Kini, seluruh anggota tim akan terlibat langsung dalam seremoni yang dirancang lebih megah, emosional, dan interaktif.
Semua Pemain Berkumpul di Tengah Lapangan
Dalam keterangan resminya, FIFA menjelaskan bahwa susunan pemain inti dan pemain cadangan akan berkumpul bersama di area tengah lapangan sebelum pertandingan dimulai.
Momen tersebut akan menjadi bagian dari pengumuman susunan pemain sekaligus prosesi menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing negara.
"Sebelas pemain utama dan para pemain cadangan akan berbagi momen ikonik Piala Dunia FIFA dengan berkumpul di tengah lapangan untuk pengumuman susunan pemain serta pelaksanaan lagu kebangsaan," tulis FIFA.
Konsep baru ini dirancang untuk menciptakan suasana yang lebih mendalam bagi para pemain maupun penonton yang hadir langsung di stadion.
Bendera negara peserta juga akan dimainkan dalam skala yang jauh lebih besar. FIFA menyiapkan bentangan bendera raksasa yang akan menutupi setengah area lapangan.
Sementara itu, posisi pemain akan diatur membentuk tampilan 360 derajat sehingga seluruh tribun stadion dapat menyaksikan ekspresi dan emosi para pemain secara lebih dekat.
Gianni Infantino: Simbol Persatuan dan Kebanggaan
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menilai format baru ini akan menghadirkan pengalaman emosional yang lebih kuat dibandingkan model seremoni sebelumnya.
Baca Juga: Cek Sekarang! BKN Rilis Jadwal dan Nomor Urut Uji Kompetensi ASN
Menurut dia, momen lagu kebangsaan merupakan salah satu bagian paling sakral dalam sebuah pertandingan internasional.
Karena itu, FIFA ingin menjadikannya sebagai simbol persatuan yang lebih nyata antara pemain, ofisial, wasit, dan para pendukung.
"Ketika seluruh pemain dan wasit berdiri berhadapan di tengah lapangan saat lagu kebangsaan dikumandangkan, akan tercipta momen persatuan, kebanggaan, dan emosi yang benar-benar menjadi milik tim serta seluruh penonton di stadion," ujar Infantino.
Ia menambahkan, perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya FIFA menghadirkan pengalaman yang lebih modern sekaligus memperkuat nilai kebangsaan yang menjadi ciri khas Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Paling Revolusioner
Piala Dunia 2026 memang diprediksi menjadi edisi yang paling berbeda dibandingkan seluruh turnamen sebelumnya.
Selain menghadirkan format baru dengan 48 negara peserta, turnamen juga akan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Jumlah pertandingan meningkat menjadi 104 laga, jauh lebih banyak dibandingkan format 32 tim yang digunakan sejak Piala Dunia 1998 hingga 2022.
Dengan skala yang lebih besar tersebut, FIFA berupaya menciptakan pengalaman baru yang tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga aspek hiburan, teknologi, dan keterlibatan penonton.
Perubahan seremoni lagu kebangsaan menjadi salah satu inovasi terbaru yang diyakini akan menarik perhatian dunia.
Bagi jutaan penonton televisi maupun penggemar yang hadir langsung di stadion, momen lagu kebangsaan kini diproyeksikan menjadi salah satu atraksi utama sebelum bola mulai bergulir.
Tradisi Lama Resmi Berakhir
Selama puluhan tahun, prosesi lagu kebangsaan selalu dilakukan dengan format yang hampir tidak berubah.
Para pemain utama berdiri berjajar di sisi lapangan, sedangkan pemain cadangan menyaksikan dari bangku cadangan. Format tersebut telah menjadi pemandangan ikonik sejak era Piala Dunia modern.
Namun mulai edisi 2026, tradisi itu resmi berakhir.
FIFA berharap konsep baru yang lebih terpusat di tengah lapangan dapat menciptakan visual yang lebih spektakuler sekaligus meningkatkan nilai emosional bagi seluruh peserta.
Dengan berbagai inovasi yang telah diperkenalkan, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu turnamen paling bersejarah sekaligus paling berbeda dalam perjalanan sepak bola dunia. (*)
Editor : Niklaas Andries