RADARBANYUWANGI.ID – Tak banyak yang menyangka perjalanan merantau demi mencari nafkah justru mengantarkan seorang pemuda Banyuwangi menuju panggung sepak bola profesional Eropa. Berangkat ke Polandia sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI), Slamet Santoso kini resmi tercatat sebagai pemain klub sepak bola profesional di negara tersebut.
Kisah pemuda asal Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi itu menjadi bukti bahwa mimpi dapat datang dari arah yang tak pernah direncanakan. Bukan melalui akademi elite, bukan pula lewat agen pemain internasional, melainkan berawal dari kebiasaan sederhana: menonton pertandingan sepak bola di stadion dekat tempat tinggalnya.
Kini, pada usia 28 tahun, Slamet resmi bergabung dengan klub Sokol Pyrzyce yang bermarkas di Kota Pyrzyce, Provinsi Pomerania Barat, Polandia. Sebuah pencapaian yang sebelumnya bahkan tidak pernah ia bayangkan saat memutuskan meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja di luar negeri.
Berangkat ke Polandia untuk Bekerja, Pulang Membawa Mimpi yang Menjadi Nyata
Seperti banyak pemuda Indonesia lainnya, Slamet awalnya memilih bekerja di luar negeri demi memperbaiki kondisi ekonomi dan mencari masa depan yang lebih baik.
Polandia menjadi negara tujuan yang dipilihnya untuk merantau. Namun di sela aktivitas bekerja, kecintaannya terhadap sepak bola tidak pernah hilang.
Setiap kali memiliki waktu luang, Slamet kerap mendatangi stadion lokal di sekitar tempat tinggalnya untuk menyaksikan pertandingan maupun sesi latihan klub setempat.
Tanpa disadari, kebiasaan itu menjadi titik awal perubahan besar dalam hidupnya.
"Awalnya saya menonton bola di daerah tempat saya tinggal. Setelah melihat pertandingan saya ikut bermain bola bersama anak-anak yang ada di stadion," ungkap Slamet saat menceritakan pengalamannya.
Bakatnya Terlihat Saat Bermain Bersama Warga Lokal
Kesempatan emas datang ketika Slamet beberapa kali ikut bermain sepak bola bersama pemain dan warga lokal setelah pertandingan berakhir.
Kemampuan olah bolanya ternyata menarik perhatian salah satu ofisial klub di Kota Pyrzyce.
Ofisial tersebut kemudian menawarkan kesempatan yang jarang didapatkan banyak pemain asing.
Slamet diminta mengikuti latihan bersama tim dan menjalani trial untuk membuktikan kualitasnya di hadapan pelatih.
"Setelah itu ada official tim kota ini meminta kontak saya untuk ikut latihan bersama timnya untuk melakukan trial. Kalau pelatih cocok kamu akan masuk tim kita, kata dia begitu," tutur Slamet.
Kesempatan tersebut langsung ia sambut tanpa ragu.
Dua Bulan Trial untuk Membuktikan Diri
Meski memiliki pengalaman bermain sepak bola di Indonesia, jalan menuju tim utama klub Polandia tidak dilalui Slamet secara instan.
Ia harus menjalani masa trial dan latihan intensif selama hampir dua bulan bersama tim.
Dalam periode tersebut, Slamet berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya agar dapat bersaing dengan pemain lokal maupun pemain asing lainnya.
Kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil.
Pelatih dan manajemen klub memberikan lampu hijau untuk merekrutnya sebagai bagian dari skuad Sokol Pyrzyce.
"Selama hampir dua bulan saya ikut latihan baru saya bisa resmi ikut tim di sini dan melalui administrasi yang panjang karena saya orang asing di sini," jelasnya.
Terkendala Administrasi karena Status Warga Asing
Setelah dinyatakan lolos seleksi teknis, Slamet masih harus menghadapi tantangan lain.
Sebagai warga negara asing, proses administrasi untuk mendapatkan pengesahan sebagai pemain resmi membutuhkan waktu cukup panjang.
Berbagai dokumen harus diverifikasi sebelum dirinya dapat didaftarkan secara sah dalam kompetisi resmi sepak bola Polandia.
Pekan lalu, seluruh proses tersebut akhirnya rampung.
Slamet resmi mendapatkan pengesahan dan kini terdaftar sebagai pemain klub Sokol Pyrzyce.
"Saya masih baru disahkan dari PSSI-nya di sini minggu lalu, jadi saya belum debut resmi di kompetisi. Mungkin pekan depan Insyaallah," ujarnya.
Bukan Pemain Dadakan, Pernah Berkompetisi di Liga 3 Indonesia
Kesuksesan Slamet menembus sepak bola Polandia ternyata bukan lahir secara tiba-tiba.
Sebelum merantau ke Eropa, ia telah lama berkecimpung di dunia sepak bola kompetitif Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika menjalani trial bersama klub Polandia.
Slamet pernah memperkuat sejumlah klub yang berlaga di kompetisi Liga 3 Indonesia.
Ia tercatat pernah membela Baruna Nusantara dan Banyuwangi Putra, dua klub yang cukup dikenal di lingkungan sepak bola Banyuwangi.
Pengalaman bermain di level kompetitif itulah yang membuatnya mampu beradaptasi saat mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan di hadapan pelatih Eropa.
"Saya mencintai sepak bola. Sebelumnya di Indonesia juga pemain Liga 3, terakhir ikut Baruna Nusantara di Banyuwangi, sebelum itu sempat di Banyuwangi Putra," katanya.
Membuka Harapan Baru bagi Talenta Indonesia
Kisah Slamet menjadi cerita inspiratif bagi banyak anak muda Indonesia yang memiliki mimpi berkarier di dunia sepak bola.
Perjalanannya menunjukkan bahwa kesempatan bisa datang dari mana saja, bahkan ketika seseorang sedang menjalani profesi yang jauh dari dunia olahraga profesional.
Di tengah ketatnya persaingan sepak bola modern, keberhasilan seorang pekerja migran asal Banyuwangi menembus klub Eropa menjadi bukti bahwa kualitas pemain Indonesia mampu bersaing jika mendapatkan peluang yang tepat.
Kini, Slamet tinggal menunggu kesempatan menjalani debut resminya bersama Sokol Pyrzyce.
Jika tampil sesuai harapan, bukan tidak mungkin perjalanan yang awalnya dimulai sebagai TKI di Polandia akan berkembang menjadi karier sepak bola profesional yang lebih besar di Eropa.
Bagi Slamet, mimpi yang dulu hanya hidup di lapangan-lapangan kecil Banyuwangi kini perlahan berubah menjadi kenyataan di benua yang berjarak lebih dari 10 ribu kilometer dari kampung halamannya. (*)
Editor : Ali Sodiqin