RADARBANYUWANGI.ID – Tidak banyak pesepak bola yang mampu menorehkan karier sesempurna Cristiano Ronaldo. Selama lebih dari dua dekade berkiprah di level tertinggi sepak bola dunia, megabintang Portugal itu telah menaklukkan hampir seluruh panggung bergengsi yang bisa diraih seorang pemain profesional.
Namun di balik lemari trofi yang penuh sesak dengan gelar klub, penghargaan individu, dan prestasi internasional, masih ada satu kepingan yang belum berhasil melengkapi mozaik karier sang legenda. Kepingan itu bernama Piala Dunia.
Menjelang Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo kembali berdiri di persimpangan sejarah. Di usia 41 tahun, saat banyak pemain seusianya telah lama meninggalkan lapangan hijau, Ronaldo justru bersiap menjalani turnamen terbesar keenam dalam kariernya bersama Timnas Portugal.
Bagi sebagian orang, kesempatan tersebut mungkin menjadi bab terakhir. Namun bagi Ronaldo, Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung paling penting untuk menyempurnakan perjalanan luar biasa yang telah ia bangun selama lebih dari 24 tahun.
Koleksi Trofi yang Hampir Sempurna
Sejak memulai karier profesional bersama Sporting Lisbon pada 2002, Ronaldo menjelma menjadi salah satu pemain tersukses sepanjang sejarah sepak bola.
Kariernya melintasi berbagai kompetisi elite dunia. Bersama Manchester United, ia meraih gelar Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga Inggris, Community Shield, hingga Liga Champions.
Saat bergabung dengan Real Madrid, level kesuksesannya meningkat drastis. Ronaldo menjadi ikon Los Blancos dengan koleksi empat trofi Liga Champions, dua gelar La Liga, Copa del Rey, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub.
Petualangannya berlanjut ke Italia bersama Juventus. Di Negeri Pizza, ia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain kelas dunia dengan memenangkan Serie A, Coppa Italia, dan Piala Super Italia.
Bahkan ketika melanjutkan karier di Arab Saudi bersama Al-Nassr, Ronaldo tetap mampu mempersembahkan gelar dan mempertahankan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di dunia.
Jika ditotal, hampir seluruh trofi prestisius di level klub pernah ia rasakan.
Raja Penghargaan Individu
Kesuksesan Ronaldo tidak hanya tercermin dari gelar tim.
Ia juga menjadi salah satu pemain dengan koleksi penghargaan individu terbanyak sepanjang sejarah sepak bola.
Lima trofi Ballon d'Or menjadi bukti dominasi Ronaldo selama era keemasannya.
Selama lebih dari satu dekade, Ronaldo bersama rival abadinya, Lionel Messi, menguasai panggung sepak bola dunia dan menciptakan era persaingan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Selain Ballon d'Or, Ronaldo juga mengoleksi berbagai penghargaan pencetak gol terbanyak, pemain terbaik dunia, hingga rekor-rekor yang sulit ditandingi generasi berikutnya.
Ia kini tercatat sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional maupun profesional.
Sukses Bersama Portugal, Tapi Belum Menyentuh Piala Dunia
Di level tim nasional, Ronaldo juga telah memberikan kejayaan yang selama puluhan tahun sulit diraih Portugal.
Puncaknya terjadi ketika Portugal menjuarai UEFA Euro 2016 setelah mengalahkan Prancis di partai final.
Kesuksesan tersebut menjadi trofi mayor pertama dalam sejarah sepak bola Portugal.
Ronaldo kemudian menambah koleksi gelar internasional melalui UEFA Nations League dan kembali meraihnya pada edisi 2024/2025.
Meski demikian, satu turnamen terbesar masih belum berhasil ditaklukkan.
Piala Dunia tetap menjadi satu-satunya trofi utama yang belum pernah singgah dalam genggaman Ronaldo.
Prestasi terbaiknya terjadi pada FIFA World Cup 2006 ketika Portugal berhasil finis di posisi keempat.
Sejak saat itu, Ronaldo terus mencoba membawa negaranya menembus puncak dunia. Namun berbagai upaya selalu berakhir sebelum mencapai final.
Piala Dunia 2026, Kesempatan Terakhir Sang Legenda
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi kesempatan terakhir Ronaldo untuk mengejar impian yang belum terwujud.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, masih menaruh kepercayaan besar kepada sang kapten.
Keputusan mempertahankan Ronaldo dalam skuad menunjukkan bahwa kontribusinya masih dianggap vital, baik dari sisi pengalaman maupun kepemimpinan di ruang ganti.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu juga menjadi momen bersejarah karena Ronaldo berpeluang tampil dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.
Pencapaian tersebut menjadi rekor yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai ikon sepak bola global.
Ronaldo Tak Merasa Harus Membuktikan Apa Pun
Menariknya, Ronaldo pernah menegaskan bahwa gelar Piala Dunia bukanlah alat ukur utama untuk menentukan apakah dirinya termasuk pemain terbaik sepanjang masa.
Dalam sebuah wawancara yang banyak dikutip media internasional, Ronaldo menyebut keberhasilan seorang pemain tidak bisa hanya diukur dari satu turnamen yang berlangsung dalam beberapa pertandingan saja.
Menurutnya, perjalanan panjang selama puluhan tahun di level tertinggi jauh lebih mencerminkan kualitas seorang pesepak bola.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana Ronaldo memandang kariernya secara utuh. Ia tidak merasa harus menjuarai Piala Dunia untuk mendapatkan pengakuan sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah.
Namun demikian, tidak dapat dimungkiri bahwa gelar juara dunia akan menjadi penutup sempurna bagi kisah karier yang nyaris tanpa cela.
Portugal Masuk Daftar Favorit Juara
Mimpi Ronaldo kali ini juga bukan sesuatu yang mustahil.
Portugal datang ke Piala Dunia 2026 dengan salah satu skuad terbaik yang mereka miliki dalam dua dekade terakhir.
Selain Ronaldo, tim berjuluk Selecao das Quinas diperkuat sederet bintang kelas dunia seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Vitinha, hingga João Neves.
Kombinasi pemain senior dan generasi muda membuat Portugal masuk dalam daftar unggulan juara bersama sejumlah raksasa dunia lainnya.
Kualitas lini tengah yang kuat, kedalaman skuad yang merata, serta pengalaman bertanding di level tertinggi menjadi modal penting dalam perburuan gelar.
Menunggu Akhir Kisah Cristiano Ronaldo
Sepanjang kariernya, Cristiano Ronaldo telah membuktikan hampir semua hal yang bisa dibuktikan seorang pesepak bola.
Ia sukses di Inggris, Spanyol, Italia, hingga Timur Tengah. Ia meraih Liga Champions, Ballon d'Or, gelar internasional, dan memecahkan berbagai rekor yang mungkin sulit disentuh dalam waktu lama.
Namun sepak bola selalu menyisakan satu cerita yang belum selesai.
Piala Dunia menjadi bab terakhir yang belum ditulis dengan tinta emas oleh Cristiano Ronaldo.
Jika Portugal mampu mengangkat trofi juara dunia pada 2026, maka perjalanan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola akan benar-benar lengkap.
Dan apabila itu terjadi, dunia mungkin akan menyaksikan penutupan paling sempurna dari sebuah karier yang selama ini sudah mendekati kata sempurna. (*)
Editor : Ali Sodiqin