RADARBANYUWANGI.ID - Dua dekade setelah menjalani debut Piala Dunia di Jerman pada 2006, Cristiano Ronaldo kembali berdiri di panggung terbesar sepak bola dunia.
Bedanya, kali ini sang megabintang Portugal datang bukan sebagai talenta muda penuh mimpi, melainkan legenda hidup yang masih memburu satu trofi yang belum pernah berhasil diraihnya: Piala Dunia.
Pada usia 41 tahun, Ronaldo akan menjalani Piala Dunia keenam sekaligus terakhir dalam kariernya. Dengan catatan 226 penampilan internasional dan 143 gol bersama Portugal, ia sudah mengukuhkan diri sebagai pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional putra.
Namun bagi Ronaldo, Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bukan sekadar tur perpisahan. Ini adalah kesempatan terakhir untuk menutup karier internasional dengan gelar paling prestisius dalam sepak bola.
Portugal datang dengan skuad bertabur bintang seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Joao Neves, Goncalo Ramos, Rafael Leao hingga Vitinha. Di bawah arahan Roberto Martinez, Selecao das Quinas juga masuk dalam daftar kandidat kuat juara.
Baca Juga: Tarif Terjangkau dan Tepat Waktu, KA Rajabasa Dominasi Perjalanan Kereta Api di Lampung dan Sumsel
Selain peluang mengangkat trofi dunia pertama bagi Portugal, Ronaldo juga berpotensi mengukir sejumlah rekor yang mungkin sulit disamai generasi berikutnya.
1. Menjadi Salah Satu dari Dua Pemain yang Tampil di Enam Piala Dunia
Ketika Portugal menghadapi Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K, Ronaldo akan mencatat sejarah baru.
Ia akan menjadi salah satu dari hanya dua pemain dalam sejarah sepak bola putra yang tampil di enam edisi Piala Dunia. Saat ini Ronaldo sejajar dengan sejumlah legenda seperti:
Lothar Matthaus
Rafael Marquez
Antonio Carbajal
Lionel Messi
Andres Guardado
Mereka sama-sama mencatat lima penampilan di putaran final Piala Dunia. Namun hanya Ronaldo dan Lionel Messi yang akan menembus angka enam turnamen.
Perjalanan Ronaldo terasa lebih luar biasa. Ia memulai petualangan Piala Dunia sebagai pemain berusia 21 tahun pada 2006. Kini, 20 tahun kemudian, ia kembali hadir sebagai pemain berusia 41 tahun yang masih dipercaya menjadi kapten negaranya.
Bagi pemain yang sepanjang kariernya identik dengan rekor, tampil di enam Piala Dunia menjadi simbol konsistensi dan ketahanan yang hampir mustahil ditandingi.
2. Menjadi Pemain Pertama yang Mencetak Gol di Enam Piala Dunia Beruntun
Inilah rekor paling fenomenal yang berada dalam jangkauan Ronaldo.
Saat ini CR7 sudah menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mencetak gol dalam lima edisi Piala Dunia secara beruntun:
Jerman 2006
Afrika Selatan 2010
Brasil 2014
Rusia 2018
Qatar 2022
Bahkan Lionel Messi tidak mampu menyamai pencapaian tersebut karena gagal mencetak gol pada Piala Dunia 2010.
Artinya, hanya satu gol saja di Amerika Utara yang dibutuhkan Ronaldo untuk memperpanjang rekor menjadi enam turnamen berturut-turut.
Melihat produktivitasnya yang masih tinggi bersama Portugal dengan 25 gol dalam 30 pertandingan di era Roberto Martinez, peluang tersebut sangat terbuka.
3. Memecahkan Rekor Penampilan Terbanyak dalam Sejarah Piala Dunia
Saat ini rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia masih dipegang Lionel Messi dengan 26 pertandingan. Ronaldo berada di angka 22 pertandingan.
Jika Portugal mampu melangkah hingga partai final, Ronaldo berpotensi mencapai 30 penampilan dan melewati catatan Messi sebagai pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Tentu syaratnya tidak mudah. Portugal harus menembus fase gugur hingga laga puncak. Namun dengan kualitas skuad yang dimiliki saat ini, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil.
4. Menjadi Pemain Tertua yang Tampil di Final Piala Dunia
Rekor ini masih dipegang legenda Italia, Dino Zoff. Kiper ikonik Italia itu tampil di final Piala Dunia 1982 saat berusia 40 tahun 133 hari. Rekor tersebut telah bertahan selama 44 tahun.
Jika Portugal berhasil mencapai final Piala Dunia 2026 pada 19 Juli mendatang, Ronaldo akan berusia 41 tahun 164 hari.
Artinya, ia akan memecahkan rekor Zoff dengan selisih lebih dari satu tahun.
Tantangan terbesar tentu membawa Portugal melaju hingga pertandingan terakhir turnamen.
5. Menjadi Pencetak Gol Tertua di Final Piala Dunia
Rekor ini mungkin menjadi salah satu yang paling sulit disentuh sepanjang sejarah.
Saat ini pemegang rekor adalah legenda Swedia Nils Liedholm yang mencetak gol pada final Piala Dunia 1958 ketika berusia 35 tahun 264 hari.
Jika Ronaldo mencetak gol di final Piala Dunia 2026, ia akan melakukannya pada usia lebih dari 41 tahun.
Selisih hampir enam tahun dari rekor sebelumnya akan membuat pencapaian tersebut sangat sulit dipecahkan pada masa depan.
Melihat rekam jejak Ronaldo yang selalu mencetak gol di setiap Piala Dunia yang diikutinya, skenario itu bukan sesuatu yang mustahil.
6. Menjadi Juara Dunia Tertua Sepanjang Sejarah
Ini adalah rekor yang paling diidamkan Ronaldo. Sekaligus pencapaian yang akan mengubah seluruh narasi kariernya.
Dino Zoff saat ini masih tercatat sebagai pemain tertua yang mengangkat trofi Piala Dunia pada usia 40 tahun 133 hari.
Jika Portugal menjadi juara dunia di New Jersey, Ronaldo akan memecahkan rekor tersebut dengan margin lebih dari satu tahun.
Lebih dari itu, ia akan membawa Portugal meraih gelar Piala Dunia pertama sepanjang sejarah.
Prestasi terbaik Portugal sejauh ini hanyalah peringkat ketiga pada 1966 di era Eusébio serta semifinal pada 2006 saat Ronaldo masih muda.
Kini kesempatan emas kembali hadir. Trofi yang Selalu Menghantui Perdebatan Ronaldo vs Messi
Cristiano Ronaldo sudah memenangkan hampir semua gelar bergengsi dalam sepak bola.
Daftar prestasinya mencakup:
Lima Ballon d'Or
Lima Liga Champions
Gelar liga di Inggris, Spanyol, Italia, dan Portugal
Juara Euro 2016
Juara UEFA Nations League 2025
Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional dan Liga Champions.
Namun ada satu hal yang selalu muncul dalam perdebatan tentang siapa pemain terbaik sepanjang masa. Lionel Messi memiliki trofi Piala Dunia. Cristiano Ronaldo belum.
Gelar juara dunia menjadi satu-satunya kepingan yang hilang dalam karier luar biasanya. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan terakhir untuk menghapus kekurangan tersebut.
Portugal berada di Grup K bersama Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia. Di atas kertas, mereka memiliki jalur yang cukup bersahabat menuju fase gugur.
Mampukah Portugal Menjadi Juara?
Secara kualitas, Portugal memiliki semua syarat untuk bersaing. Roberto Martinez membangun tim yang fleksibel secara taktik, kuat secara teknis, dan memiliki kedalaman skuad yang sangat baik.
Lini tengah mereka termasuk salah satu yang terbaik di dunia saat ini. Bruno Fernandes, Bernardo Silva, João Neves, Vitinha, hingga Ruben Neves memberikan banyak opsi permainan.
Di depan, Portugal masih memiliki Ronaldo, Gonçalo Ramos, Rafael Leão, Pedro Neto, dan Diogo Jota. Tidak ada yang mengatakan jalan menuju juara akan mudah.
Namun sepanjang kariernya, Ronaldo selalu berhasil menembus batas yang dianggap mustahil oleh banyak orang.
Momen yang Bisa Mengubah Sejarah
Ketika ditanya apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhirnya, Ronaldo menjawab singkat.
"Ya, tentu saja. Saat itu saya akan berusia 41 tahun dan saya pikir itu waktu yang tepat."
Jika benar menjadi panggung perpisahan, Ronaldo bertekad menjadikannya sebagai akhir yang sempurna.
Bayangkan skenario berikut, Seorang pemain berusia 41 tahun mengangkat trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah negaranya setelah dua dekade mengejarnya.
Jika itu terjadi pada 19 Juli 2026 di New Jersey, dunia tidak hanya akan menyaksikan akhir sebuah karier legendaris. Dunia akan menyaksikan salah satu momen paling luar biasa dalam sejarah olahraga modern.
Buku rekor sudah menunggu. Dan seperti sepanjang kariernya, Cristiano Ronaldo masih belum selesai menulis sejarah. (*)
Editor : Niklaas Andries