RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang pembuktian bagi Brasil untuk mengakhiri penantian panjang selama 24 tahun tanpa gelar juara dunia.
Tergabung di Grup C bersama Maroko, Skotlandia, dan Haiti, Selecao datang sebagai unggulan utama sekaligus kandidat kuat untuk melangkah jauh di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun perjalanan Brasil dipastikan tidak akan sepenuhnya mulus. Maroko hadir dengan status semifinalis Piala Dunia edisi sebelumnya dan terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Sementara Skotlandia akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia setelah absen hampir tiga dekade, sedangkan Haiti bertekad menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen.
Grup C diperkirakan menjadi salah satu grup yang menarik untuk disimak karena mempertemukan kekuatan tradisional dunia dengan negara-negara yang sedang berkembang pesat dalam sepak bola internasional.
Brasil: Misi Mengakhiri Penantian 24 Tahun
Baca Juga: Tarif Terjangkau dan Tepat Waktu, KA Rajabasa Dominasi Perjalanan Kereta Api di Lampung dan Sumsel
Peringkat FIFA: 5. Tidak ada negara yang identik dengan Piala Dunia selain Brasil. Lima kali juara dunia menjadikan negara Amerika Selatan itu sebagai tim tersukses sepanjang sejarah kompetisi.
Meski demikian, dominasi Brasil tidak lagi semegah era sebelumnya. Dalam lima edisi terakhir Piala Dunia, mereka hanya mampu mencapai babak perempat final sebanyak empat kali tanpa mampu melangkah lebih jauh.
Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara memberikan optimisme tersendiri. Kawasan tersebut menyimpan kenangan indah bagi Brasil setelah meraih gelar dunia keempat pada 1994.
Namun performa Brasil sepanjang kualifikasi belum sepenuhnya meyakinkan. Mereka hanya finis di posisi kelima klasemen zona CONMEBOL dengan delapan kemenangan dari 18 pertandingan. Selain itu, Brasil juga sempat menelan kekalahan dari Jepang dan Prancis sejak Oktober tahun lalu.
Meski demikian, tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat. Dalam dua laga uji coba terakhir melawan Kroasia dan Panama, Brasil mencetak sembilan gol yang menunjukkan ketajaman lini depan mulai kembali menemukan bentuk terbaiknya.
Pemain Kunci: Vinicius Junior
Baca Juga: Rahasia Pintar Belanja! Waktu Ini Bikin Harga Barang Jatuh Drastis, Jangan Salah Momen!
Kembalinya Neymar memang menjadi sorotan utama. Namun pusat perhatian skuad Brasil tetap mengarah kepada Vinicius Junior.
Bintang Real Madrid tersebut memasuki usia emas kariernya dengan modal 22 gol dan 14 assist sepanjang musim 2025-2026.
Meski catatan sembilan gol dari 48 penampilan bersama tim nasional belum terlalu mengesankan, Vinicius memiliki pengalaman dan mental juara yang sangat dibutuhkan Brasil.
Baca Juga: Misteri Desa Tanpa Suara Azan, yang Membuat Pendatang Hilang Satu per Satu Saat Magrib
Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi panggung terbesar bagi Vinicius untuk membuktikan bahwa dirinya layak disejajarkan dengan para legenda Brasil sebelumnya.
Maroko: Ancaman Nyata bagi Brasil
Peringkat FIFA: 11. Maroko datang ke Piala Dunia 2026 dengan reputasi yang semakin kuat sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia.
Terlepas dari kontroversi yang mengiringi keberhasilan mereka meraih gelar Piala Afrika, performa Singa Atlas dalam dua tahun terakhir sangat impresif.
Sejak Januari 2024, Maroko belum pernah kalah dalam waktu normal pertandingan internasional senior. Lebih mengesankan lagi, mereka hanya kebobolan tiga gol dalam 11 pertandingan terakhir sejak dimulainya Piala Afrika pada Desember lalu.
Hasil imbang melawan Ekuador serta kemenangan atas Paraguay menunjukkan bahwa Maroko mampu bersaing dengan tim dari berbagai benua.
Keseimbangan antara pertahanan yang solid dan serangan yang efektif membuat mereka menjadi ancaman serius bagi Brasil dalam perebutan posisi puncak grup.
Baca Juga: Rahasia Pebisnis Cerdas! Lokasi Emas yang Bikin Usaha Langsung Ramai Tanpa Promosi Besar
Pemain Kunci: Achraf Hakimi
Jika berbicara mengenai pemain paling berpengaruh di skuad Maroko saat ini, nama Achraf Hakimi sulit untuk diabaikan.
Bek kanan Paris Saint-Germain itu baru saja membantu klubnya meraih gelar Liga Champions secara beruntun.
Dalam 207 pertandingan bersama PSG, Hakimi telah mencatatkan 28 gol dan 44 assist, angka yang luar biasa untuk seorang pemain bertahan.
Dengan 95 penampilan internasional, pengalaman dan kualitas Hakimi akan menjadi fondasi utama permainan Maroko di Piala Dunia 2026.
Skotlandia: Mengakhiri Penantian 28 Tahun
Peringkat FIFA: 36. Tidak banyak kisah yang lebih emosional dibanding keberhasilan Skotlandia kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun.
Kemenangan dramatis 4-2 atas Denmark pada November lalu menjadi salah satu malam paling bersejarah dalam sejarah sepak bola Skotlandia.
Gol spektakuler Scott McTominay dan gol dari garis tengah lapangan Kenny McLean memastikan tiket menuju Amerika Utara. Namun performa terkini Skotlandia masih belum konsisten.
Dalam lima pertandingan terakhir, mereka menelan tiga kekalahan, termasuk dari Jepang, Yunani, dan Pantai Gading.
Meski demikian, semangat juang serta organisasi permainan yang dibangun pelatih Steve Clarke membuat Skotlandia tetap berpotensi memberikan kejutan.
Baca Juga: Pilunya Farel Prayoga Saat Wisuda! Ayah Kandung Tak Datang, Sosok Ini Justru Setia Mendampingi
Pemain Kunci: Scott McTominay
Tidak berlebihan jika menyebut Scott McTominay sebagai ikon baru sepak bola Skotlandia.
Gol salto sensasionalnya ke gawang Denmark bahkan begitu fenomenal hingga diabadikan dalam desain uang kertas baru pecahan 20 pound Skotlandia. Gelandang Napoli tersebut telah mencetak 14 gol dalam 69 penampilan internasional.
Baca Juga: Ruben Onsu dan Sarwendah Kian Memanas, Betrand Peto Beri Pesan Tegas
Selain kemampuan mencetak gol, McTominay juga menawarkan kepemimpinan, kekuatan fisik, dan fleksibilitas bermain yang sangat penting bagi timnya.
Haiti: Mimpi Besar Sang Underdog
Peringkat FIFA: 84. Haiti menjadi salah satu kisah menarik di Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya sejak 1974, mereka kembali tampil di putaran final.
Keberhasilan menjuarai grup kualifikasi CONCACAF di atas Honduras dan Kosta Rika menjadi bukti perkembangan signifikan sepak bola Haiti.
Meski dianggap sebagai tim terlemah di grup ini, Haiti menunjukkan kapasitas mengejutkan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Mereka sempat menghancurkan Selandia Baru dengan skor telak 4-0 pada awal Juni. Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa Haiti tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap.
Baca Juga: Mahalini Lepas High Heels dan Lari Demi Tampil Tepat Waktu, Aksinya Banjir Pujian
Pemain Kunci: Duckens Nazon
Nama Duckens Nazon mungkin belum terlalu dikenal publik global, tetapi rekornya bersama tim nasional Haiti sangat impresif.
Penyerang berusia 32 tahun itu telah mengoleksi 44 gol dari 81 pertandingan internasional.
Baca Juga: Raffi Ahmad Mendadak Jalani Operasi! Benjolan di Bahu Membesar hingga 6 Cm
Sejak awal 2024, Nazon mencetak 16 gol dalam 24 laga internasional. Produktivitas tersebut menjadikannya harapan terbesar Haiti untuk menciptakan kejutan di Grup C.
Laga Kunci Grup C: Skotlandia vs Haiti
Pertandingan pembuka antara Skotlandia dan Haiti berpotensi menjadi duel yang menentukan. Dengan asumsi Brasil dan Maroko mampu mengamankan dua posisi teratas, laga ini bisa menjadi penentu siapa yang memiliki peluang terbaik untuk merebut tiket tambahan menuju fase gugur.
Kedua tim kemungkinan akan bermain hati-hati karena kekalahan dapat menghancurkan peluang mereka sejak awal turnamen.
Jika gagal menang dalam laga tersebut, peluang lolos akan sangat bergantung pada hasil melawan Brasil atau Maroko, sebuah tugas yang jauh lebih sulit.
Prediksi Klasemen Akhir Grup C
Di atas kertas, Brasil memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibanding tiga rival lainnya. Kombinasi pengalaman, kedalaman skuad, dan kualitas individu membuat mereka difavoritkan menyapu bersih seluruh pertandingan grup.
Maroko diperkirakan menjadi pesaing utama sekaligus calon kuat pendamping Brasil ke fase gugur. Sementara itu, Skotlandia dan Haiti diprediksi akan bersaing ketat untuk menghindari posisi juru kunci.
Prediksi Akhir Grup C Piala Dunia 2026
1. Brasil – 9 poin
2. Maroko – 6 poin
3. Skotlandia – 3 poin
4. Haiti – 0 poin
Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, Brasil dan Maroko akan melangkah ke babak 32 besar. Namun sejarah Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan. Karena itu, peluang Skotlandia maupun Haiti untuk mengubah peta persaingan tetap terbuka selama bola masih bergulir di lapangan. (*)
Editor : Niklaas Andries