RADARBANYUWANGI.ID - Hitung mundur menuju Piala Dunia 2026 semakin mendekati garis akhir. Dalam sembilan hari ke depan, turnamen sepak bola terbesar di dunia akan resmi dimulai di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Edisi ke-23 Piala Dunia ini akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta. Namun di tengah antusiasme menyambut turnamen baru, sejarah panjang Piala Dunia kembali mengingatkan publik bahwa kompetisi ini selalu melahirkan rivalitas-rivalitas abadi yang terus dikenang lintas generasi.
Selama 22 edisi sebelumnya, sejumlah pertandingan berulang kali mempertemukan negara-negara besar dunia. Dari duel yang melahirkan juara dunia, aksi para legenda seperti Pele, Diego Maradona, hingga Lionel Messi, hingga pertandingan yang mengubah arah sejarah sepak bola internasional.
Berikut rivalitas paling sering terjadi dalam sejarah Piala Dunia.
Brasil vs Swedia: Rivalitas Tertua dengan Tujuh Pertemuan
Jika berbicara tentang duel yang paling sering terjadi di Piala Dunia, maka Brasil melawan Swedia berada di posisi teratas. Kedua negara telah bertemu sebanyak tujuh kali sejak pertama kali berhadapan pada Piala Dunia 1938.
Rivalitas ini membentang selama tujuh dekade dan mencakup berbagai fase kompetisi, mulai perebutan tempat ketiga, fase grup, hingga partai final.
Baca Juga: Tarif Terjangkau dan Tepat Waktu, KA Rajabasa Dominasi Perjalanan Kereta Api di Lampung dan Sumsel
Namun satu pertandingan yang paling dikenang dunia terjadi pada final Piala Dunia 1958 di Stadion Rasunda, Solna.
Saat itu, seorang remaja berusia 17 tahun bernama Pele tampil memukau dengan mencetak dua gol ketika Brasil menghancurkan tuan rumah Swedia dengan skor 5-2. Laga tersebut menjadi titik awal lahirnya salah satu legenda terbesar sepanjang sejarah sepak bola.
Kemenangan itu juga mengantarkan Brasil meraih gelar dunia pertama mereka sebelum akhirnya berkembang menjadi negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan lima trofi juara.
Secara keseluruhan, Brasil mendominasi rivalitas ini dengan catatan lima kemenangan dan dua hasil imbang dari tujuh pertemuan.
Menariknya, Swedia kembali lolos ke Piala Dunia 2026 sehingga peluang terjadinya pertemuan kedelapan masih terbuka.
Argentina vs Jerman: Rivalitas Terbesar Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Baca Juga: Rahasia Pintar Belanja! Waktu Ini Bikin Harga Barang Jatuh Drastis, Jangan Salah Momen!
Jika Brasil versus Swedia adalah duel paling sering terjadi, maka Argentina melawan Jerman adalah rivalitas paling bersejarah.
Kedua negara juga telah bertemu tujuh kali di Piala Dunia, tetapi yang membuat rivalitas ini istimewa adalah tiga final Piala Dunia yang mempertemukan mereka.
Baca Juga: Misteri Desa Tanpa Suara Azan, yang Membuat Pendatang Hilang Satu per Satu Saat Magrib
Tidak ada pasangan negara lain yang memiliki rekor serupa. Rivalitas ini dimulai pada Piala Dunia 1958 ketika Jerman Barat mengalahkan Argentina 3-1. Namun kisah besar sesungguhnya lahir pada Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Maradona dan Keajaiban Azteca
Piala Dunia 1986 menjadi panggung Diego Maradona. Sang maestro membawa Argentina menjuarai dunia setelah mengalahkan Jerman Barat 3-2 di Stadion Azteca yang dipadati lebih dari 114 ribu penonton. Turnamen tersebut juga melahirkan dua momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola.
Pertama adalah gol kontroversial "Tangan Tuhan" ke gawang Inggris. Kedua adalah gol solo spektakuler yang kemudian disebut sebagai salah satu gol terbaik sepanjang masa.
Di final, assist Maradona kepada Jorge Burruchaga memastikan Argentina mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya. Balas Dendam Jerman dan Air Mata Maradona
Empat tahun kemudian di Italia 1990, Jerman membalas kekalahan tersebut. Gol penalti Andreas Brehme pada menit-menit akhir memastikan kemenangan 1-0.
Momen paling dikenang dari final itu bukan hanya gelar juara Jerman, melainkan air mata Maradona saat peluit panjang berbunyi.
Messi dan Luka di Maracana
Baca Juga: KAI Divre II Sumbar Sambut Delegasi Dunia, IMLF 2026 Jadi Ajang Promosi Budaya Minangkabau
Bab terbaru rivalitas ini hadir pada final Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu Lionel Messi berpeluang membawa Argentina meraih gelar dunia ketiga.
Namun gol Mario Gotze pada babak tambahan waktu membuat Jerman menang 1-0 di Stadion Maracana.
Baca Juga: Rahasia Pebisnis Cerdas! Lokasi Emas yang Bikin Usaha Langsung Ramai Tanpa Promosi Besar
Hingga kini, kekalahan tersebut masih dianggap sebagai salah satu momen paling menyakitkan dalam karier Messi, meski akhirnya ia menebusnya dengan membawa Argentina juara dunia di Qatar 2022.
Secara keseluruhan, Jerman unggul dengan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan dari tujuh pertemuan.
Argentina vs Nigeria: Rivalitas Modern yang Terus Berulang
Tidak banyak yang menyangka Nigeria menjadi lawan yang paling sering dihadapi Argentina dari kawasan Afrika.
Kedua negara telah bertemu lima kali di Piala Dunia. Menariknya, Argentina selalu menang dalam seluruh pertemuan tersebut.
Pertemuan pertama terjadi pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Laga itu menjadi penampilan terakhir Maradona di Piala Dunia sebelum akhirnya diskors akibat kasus doping.
Era Messi dan Duel Dramatis
Baca Juga: Pilunya Farel Prayoga Saat Wisuda! Ayah Kandung Tak Datang, Sosok Ini Justru Setia Mendampingi
Pada Piala Dunia 2014, kedua negara kembali bertemu dalam pertandingan yang berlangsung spektakuler. Argentina menang 3-2 melalui dua gol Lionel Messi dan gol penentu Marcos Rojo.
Empat tahun kemudian di Rusia, Argentina kembali bertemu Nigeria dalam laga hidup-mati. Messi membuka keunggulan, Nigeria menyamakan kedudukan melalui penalti Victor Moses, sebelum Marcos Rojo kembali menjadi pahlawan lewat gol kemenangan di menit-menit akhir.
Baca Juga: Ruben Onsu dan Sarwendah Kian Memanas, Betrand Peto Beri Pesan Tegas
Sayangnya, Nigeria gagal lolos ke Piala Dunia 2026 sehingga rivalitas ini belum akan bertambah musim panas ini.
Brasil vs Belanda: Spesialis Penghancur Mimpi Selecao
Dalam sejarah Piala Dunia modern, Belanda menjadi salah satu negara yang paling sering menggagalkan ambisi Brasil.
Kedua tim telah bertemu enam kali. Dua pertemuan terakhir bahkan berakhir menyakitkan bagi Brasil.
Pada perempat final Piala Dunia 2010, Brasil sempat unggul lebih dulu sebelum Wesley Sneijder membalikkan keadaan dan membawa Belanda menang 2-1.
Empat tahun kemudian, luka Brasil semakin dalam. Setelah dihancurkan Jerman 1-7 di semifinal, Selecao kembali dipermalukan Belanda 0-3 dalam perebutan tempat ketiga.
Hasil-hasil tersebut memperkuat reputasi Belanda sebagai salah satu "momok" terbesar Brasil di panggung dunia.
Inggris vs Jerman: Rivalitas Sarat Drama
Jumlah pertemuan Inggris dan Jerman mungkin tidak sebanyak rivalitas lain.
Namun dari sisi drama dan emosi, sulit mencari tandingan. Puncaknya terjadi pada final Piala Dunia 1966 ketika Inggris menang 4-2 atas Jerman Barat setelah perpanjangan waktu.
Baca Juga: Mahalini Lepas High Heels dan Lari Demi Tampil Tepat Waktu, Aksinya Banjir Pujian
Gol kontroversial Geoff Hurst yang masih diperdebatkan hingga sekarang menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia.
Sejak saat itu, Inggris lebih sering mengalami penderitaan. Mulai dari kekalahan perempat final 1970 hingga adu penalti semifinal 1990.
Kemudian muncul kontroversi lain pada Piala Dunia 2010 ketika gol Frank Lampard yang jelas-jelas melewati garis gawang tidak disahkan wasit. Insiden tersebut akhirnya menjadi salah satu pemicu diterapkannya teknologi garis gawang dalam sepak bola modern.
Spanyol vs Portugal: Derbi Iberia yang Selalu Spektakuler
Rivalitas Iberia antara Spanyol dan Portugal mungkin belum terlalu sering terjadi di Piala Dunia. Namun setiap pertemuan hampir selalu menghasilkan pertandingan berkualitas tinggi.
Pada Piala Dunia 2010, gol tunggal David Villa membawa Spanyol mengalahkan Portugal dan melangkah menuju gelar juara dunia pertama mereka. Delapan tahun kemudian, dunia menyaksikan salah satu pertandingan fase grup terbaik sepanjang sejarah.
Cristiano Ronaldo mencetak hattrick luar biasa, termasuk tendangan bebas spektakuler pada menit-menit akhir yang memaksa pertandingan berakhir imbang 3-3. Laga tersebut masih dianggap sebagai salah satu pertandingan terbaik dalam sejarah modern Piala Dunia.
Sejarah Bisa Terulang di Piala Dunia 2026
Memasuki era baru dengan format 48 peserta, peluang lahirnya kembali rivalitas-rivalitas legendaris semakin terbuka.
Brasil dan Swedia saat ini berbagi rekor sebagai duel yang paling sering terjadi bersama Argentina dan Jerman dengan tujuh pertemuan. Namun dari sisi nilai historis, Argentina versus Jerman tetap menjadi rivalitas terbesar yang pernah dimiliki Piala Dunia.
Tiga final, puluhan pemain legendaris, serta keterlibatan nama-nama besar seperti Pele, Diego Maradona, Lionel Messi, hingga para juara dunia Jerman menjadikan duel tersebut sebagai simbol keagungan sepak bola internasional.
Piala Dunia selalu memiliki cara unik mengulang sejarah. Dan ketika sejarah itu kembali terulang, dunia biasanya akan menyaksikan momen-momen yang abadi sepanjang masa. (*)
Editor : Niklaas Andries