Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Piala Dunia 2026 Diprediksi Pecahkan Rekor Taruhan di Amerika Serikat, Lampaui Super Bowl dan March Madness

Niklaas Andries • Jumat, 5 Juni 2026 | 10:48 WIB
PASAR TARUHAN: Piala Dunia 2026 diprediksi tingkatkan pasar taruhan di Amerika Serikat
PASAR TARUHAN: Piala Dunia 2026 diprediksi tingkatkan pasar taruhan di Amerika Serikat

RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 tidak hanya menjanjikan pertarungan sengit di lapangan hijau. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu juga diperkirakan akan menciptakan ledakan ekonomi baru di industri taruhan olahraga Amerika Serikat.

Selama ini, dua ajang olahraga yang paling banyak menyedot uang taruhan di Negeri Paman Sam adalah Super Bowl dan turnamen bola basket perguruan tinggi NCAA atau yang populer dengan sebutan March Madness. Namun, untuk pertama kalinya, dominasi dua event tersebut berpotensi digeser oleh Piala Dunia FIFA.

Para analis industri perjudian memperkirakan nilai taruhan pada Piala Dunia 2026 di sportsbook legal Amerika Serikat akan mencapai USD 2,9 miliar atau sekitar Rp47 triliun. Angka itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan edisi Piala Dunia 2022 di Qatar.

Bahkan, apabila Tim Nasional Amerika Serikat mampu melaju jauh dan menciptakan kejutan, total nilai taruhan diproyeksikan melonjak hingga USD 4,4 miliar atau setara lebih dari Rp71 triliun.

Baca Juga: Beragam Teknologi Persinyalan Dinilai Sebabkan Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur, DPR Minta Pemerintah Perkuat Standar Keselamatan Perjalanan

Piala Dunia Berpotensi Kalahkan Super Bowl

Selama bertahun-tahun, Super Bowl dianggap sebagai puncak kalender taruhan olahraga Amerika. Namun skala dan durasi Piala Dunia dinilai menghadirkan peluang yang jauh lebih besar.

Menurut jurnalis industri perjudian Chris Altruda, nilai taruhan pada March Madness tahun ini diperkirakan menembus USD 3 miliar. Sementara itu, taruhan untuk Super Bowl LX yang mempertemukan New England Patriots dan Seattle Seahawks berada di kisaran USD 1,7 miliar.

Baca Juga: Tarif Terjangkau dan Tepat Waktu, KA Rajabasa Dominasi Perjalanan Kereta Api di Lampung dan Sumsel

Wakil Presiden Regional Amerika untuk Sportradar, Brian Josephs, menilai perbandingan antara Super Bowl dan Piala Dunia sebenarnya tidak seimbang.

“Super Bowl memang merupakan puncak acara olahraga. Tetapi Piala Dunia pada dasarnya adalah puluhan Super Bowl yang berlangsung secara beruntun selama enam pekan,” ujarnya.

Dengan format baru yang menghadirkan 48 negara peserta dan total 104 pertandingan, volume aktivitas taruhan diperkirakan meningkat secara signifikan dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.

Faktor Tim Tuan Rumah Bisa Jadi Penentu

Perusahaan riset Eilers & Krejcik Gaming menyebut performa Tim Amerika Serikat dapat menjadi faktor utama yang menentukan besarnya nilai taruhan selama turnamen.

Jika Team USA mampu melampaui ekspektasi dan menembus fase-fase akhir kompetisi, volume taruhan berpotensi melesat hingga USD 4,4 miliar.

Baca Juga: KAI Beri Diskon Tiket Kereta Ekonomi Komersial 30 Persen, Berlaku untuk Perjalanan Liburan Sekolah 20 Juni–5 Juli 2026

Angka tersebut bahkan akan melampaui total taruhan yang diperkirakan terjadi pada March Madness 2026.

Meski demikian, industri sportsbook tetap optimistis meraih keuntungan besar walaupun Amerika Serikat tersingkir lebih awal.

Salah satu faktor yang mendukung adalah lokasi penyelenggaraan yang berada di Amerika Utara sehingga jadwal pertandingan lebih ramah bagi penonton domestik dibandingkan Piala Dunia Qatar yang digelar pada zona waktu berbeda.

Baca Juga: Hubungkan Sentra Pertanian hingga Kawasan Industri, Kereta Api Cikuray Siap Jadi Tulang Punggung Pergerakan Ekonomi Masyarakat

Selain itu, atmosfer sebagai tuan rumah diyakini akan meningkatkan antusiasme publik terhadap setiap pertandingan.

Musim Panas yang Biasanya Sepi Kini Berubah Total

Bagi operator taruhan olahraga, kehadiran Piala Dunia memberikan angin segar pada periode yang biasanya relatif tenang.

Wakil Presiden Eksekutif sekaligus General Manager Divisi Olahraga DraftKings, Greg Karamitis, mengakui bahwa turnamen ini akan mengubah peta bisnis taruhan musim panas.

“Biasanya musim panas cenderung lebih sepi. Kehadiran Piala Dunia benar-benar mengubah lanskap olahraga selama periode tersebut,” katanya.

Data dari H2 Gambling Capital menunjukkan bahwa sepanjang Juni hingga Juli tahun lalu, total taruhan untuk seluruh kompetisi sepak bola di sportsbook Amerika Serikat mencapai USD 1,7 miliar. Dengan hadirnya Piala Dunia 2026, angka tersebut diperkirakan melonjak drastis.

Baca Juga: Misteri Desa Tanpa Suara Azan, yang Membuat Pendatang Hilang Satu per Satu Saat Magrib

Nilai Taruhan Global Diperkirakan Tembus Rp977 Triliun

Fenomena taruhan Piala Dunia tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. H2 Gambling Capital memperkirakan total taruhan legal global pada Piala Dunia 2026 mencapai USD 60 miliar atau sekitar Rp977 triliun. Jumlah tersebut meningkat sekitar 71 persen dibandingkan estimasi pada Piala Dunia 2022.

Kenaikan itu dipicu oleh beberapa faktor utama, termasuk bertambahnya jumlah peserta dari 32 menjadi 48 negara yang menghasilkan 40 pertandingan tambahan.

Baca Juga: Misteri Desa Tanpa Suara Azan, yang Membuat Pendatang Hilang Satu per Satu Saat Magrib

Selain itu, sejumlah pasar taruhan baru kini telah dilegalkan sejak Piala Dunia terakhir digelar. Salah satu yang paling berpengaruh adalah Brasil, negara dengan basis penggemar sepak bola terbesar di dunia.

Pasar Prediksi Jadi Pesaing Baru Sportsbook

Selain sportsbook tradisional, Piala Dunia 2026 juga diprediksi menjadi magnet besar bagi platform prediction market atau pasar prediksi daring.

Platform ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi layaknya perdagangan saham berdasarkan hasil pertandingan olahraga.

Media pemantau pasar prediksi DeFi Rate memperkirakan lebih dari USD 2,5 miliar dapat diperdagangkan melalui platform prediction market di Amerika Serikat selama Piala Dunia berlangsung.

Analis DeFi Rate, Cheryle Shepstone, menyebut volume perdagangan untuk pasar juara Piala Dunia saat ini sudah berada di jalur yang jauh melampaui perdagangan serupa pada turnamen NCAA.

Menurutnya, minat publik terhadap hasil Piala Dunia berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kompetisi olahraga lainnya.

Turnamen Terbesar, Peluang Ekonomi Terbesar

Baca Juga: Tiga Tahun Melayani, Kereta Api Pandalungan Angkut 583 Ribu Penumpang, Jadi Andalan Warga Tapal Kuda ke Jakarta

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah FIFA dengan melibatkan 48 negara dan digelar di tiga tuan rumah sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Turnamen yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli tersebut tidak hanya menjadi panggung bagi para pemain terbaik dunia, tetapi juga berpotensi menciptakan rekor baru dalam industri hiburan dan taruhan olahraga.

Jika prediksi para analis terbukti akurat, Piala Dunia 2026 bukan hanya akan dikenang sebagai turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola, tetapi juga sebagai ajang olahraga dengan dampak ekonomi taruhan paling masif yang pernah terjadi di Amerika Utara. (*)

Editor : Niklaas Andries
#tauhan olahraga #march madness #timnas Amerika Serikat #piala dunia 2026 #Super Bowl