RADARBANYWANGI.ID - Kabar buruk menghantam tim nasional Argentina hanya beberapa hari sebelum dimulainya Piala Dunia 2026. Setelah lebih dulu kehilangan beberapa pemain karena cedera, kini Albiceleste terancam kehilangan salah satu talenta mudanya yang tengah bersinar, yakni Nico Paz.
Gelandang berusia 21 tahun itu dilaporkan mengalami masalah pada lutut yang kondisinya ternyata lebih serius daripada perkiraan awal. Sejumlah media Argentina menyebut peluang Paz tampil di Piala Dunia 2026 kini berada dalam situasi yang sangat meragukan.
Padahal, pemain yang musim lalu tampil impresif bersama Como 1907 tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pemain penting dalam skuad asuhan Lionel Scaloni.
Cedera yang Awalnya Dianggap Ringan Ternyata Lebih Serius
Pada awalnya, tim medis Argentina menilai cedera lutut yang dialami Nico Paz tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun perkembangan terbaru menunjukkan kondisi sang pemain tidak membaik sesuai harapan.
Laporan dari Argentina mengungkapkan bahwa cedera tersebut kini memerlukan evaluasi harian. Tim medis terus memantau respons lutut Paz terhadap proses pemulihan yang sedang dijalaninya.
Baca Juga: Tarif Terjangkau dan Tepat Waktu, KA Rajabasa Dominasi Perjalanan Kereta Api di Lampung dan Sumsel
Situasi itu membuat optimisme yang sempat muncul perlahan menghilang. Risiko pemain muda tersebut harus menepi sepanjang turnamen kini menjadi ancaman nyata bagi juara bertahan dunia tersebut.
Belum ada keputusan final mengenai statusnya. Namun sumber-sumber di Argentina menyebut peluang Paz untuk absen dari turnamen semakin besar jika proses pemulihan tidak menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Kehilangan Besar untuk Argentina
Jika Nico Paz benar-benar gagal tampil, itu akan menjadi pukulan telak bagi Argentina. Sebelumnya, Albiceleste sudah dipastikan tidak bisa diperkuat Joaquin Panichelli dan Juan Foyth yang lebih dulu dicoret akibat masalah kebugaran. Namun kehilangan Paz memiliki dampak yang berbeda.
Dalam beberapa bulan terakhir, performa gelandang muda tersebut meningkat sangat pesat. Ia berkembang menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan yang dimiliki Argentina saat ini.
Bersama Como di Liga Italia, Paz menunjukkan kematangan bermain yang jauh melampaui usianya. Kemampuannya dalam mengatur tempo permainan, menciptakan peluang, serta keberanian mengambil keputusan di area sepertiga akhir lapangan membuatnya mulai dipandang sebagai calon pemimpin generasi baru Argentina.
Tak mengherankan jika namanya mulai masuk dalam proyeksi susunan pemain inti untuk Piala Dunia 2026.
Dengan torehan delapan penampilan dan satu gol bersama tim nasional senior Argentina, Paz diperkirakan akan mendapatkan peran yang jauh lebih besar dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya.
Lionel Scaloni Dipaksa Menyiapkan Opsi Darurat
Ketidakpastian kondisi Nico Paz membuat staf pelatih Argentina mulai mempertimbangkan sejumlah alternatif.
Nama yang paling santer disebut sebagai pengganti potensial adalah Emiliano Buendía. Pemain milik Aston Villa tersebut berpeluang menerima panggilan mendadak apabila Paz dinyatakan tidak fit untuk tampil.
Buendía memiliki pengalaman lebih matang dan karakter permainan yang relatif mirip dalam peran kreatif di lini tengah maupun belakang penyerang.
Meski demikian, kehilangan Nico Paz tetap akan mengurangi variasi permainan Argentina. Terlebih sang pemain sedang berada dalam momentum terbaik sepanjang karier profesionalnya.
Generasi Baru Argentina Terancam Kehilangan Panggung Besar
Piala Dunia 2026 sejatinya dipandang sebagai panggung ideal bagi Nico Paz untuk memperkenalkan dirinya kepada dunia.
Di tengah dominasi nama-nama besar seperti Lionel Messi, Paz dianggap sebagai salah satu simbol regenerasi yang sedang dibangun Argentina menuju era pasca-Messi.
Karena itu, potensi absennya pemain muda tersebut bukan hanya kerugian teknis bagi tim, tetapi juga kehilangan kesempatan bagi sepak bola Argentina untuk menampilkan salah satu talenta terbaik generasi berikutnya di ajang terbesar dunia. (*)
Kini seluruh perhatian tertuju pada perkembangan kondisi lutut Nico Paz. Waktu terus berjalan, sementara Argentina berharap salah satu aset terpenting masa depannya masih bisa pulih tepat waktu untuk tampil di panggung Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Niklaas Andries