RADARBANYUWANGI.ID - Tim Nasional Prancis menghadapi ancaman serius menjelang Piala Dunia 2026. Bek andalan Arsenal, William Saliba, dilaporkan mengalami masalah cedera punggung yang berpotensi mengganggu penampilannya di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Kabar itu langsung memicu kekhawatiran di kubu Les Bleus. Pasalnya, Saliba dianggap sebagai salah satu fondasi utama lini belakang Prancis dalam upaya memburu gelar juara dunia ketiga mereka.
Legenda Prancis sekaligus juara dunia 1998, Frank Leboeuf, bahkan menegaskan bahwa tim asuhan Didier Deschamps akan kehilangan pasangan bek tengah terbaiknya apabila Saliba benar-benar tidak bisa tampil optimal di Amerika Utara.
Beberapa hari terakhir, media di Inggris melaporkan bahwa Saliba memperparah cedera punggung yang dialaminya saat membela Arsenal pada final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. Cedera tersebut disebut-sebut dapat membuatnya menepi selama beberapa pekan.
Jika laporan itu terbukti benar, peluang Saliba untuk tampil penuh di Piala Dunia 2026 bisa terancam. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Arsenal maupun Federasi Sepak Bola Prancis terkait tingkat keparahan cedera sang pemain.
Pelatih Prancis Didier Deschamps juga berusaha meredam spekulasi. Ketika ditanya mengenai kondisi Saliba, Deschamps menyatakan bahwa semuanya berjalan normal.
Baca Juga: Tarif Terjangkau dan Tepat Waktu, KA Rajabasa Dominasi Perjalanan Kereta Api di Lampung dan Sumsel
Bek berusia 25 tahun itu bahkan terlihat mengikuti sesi latihan bersama skuad Prancis dalam pemusatan latihan menjelang turnamen.
Meski demikian, tim medis Les Bleus tetap melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi mantan pemain Saint-Etienne tersebut. Beberapa laporan menyebut Saliba kemungkinan harus menjalani operasi setelah Piala Dunia selesai, yang dapat membuatnya absen pada awal musim 2026-2027 bersama Arsenal.
Frank Leboeuf Pilih Saliba dan Upamecano sebagai Duet Ideal
Frank Leboeuf tidak ragu ketika diminta memilih pasangan bek tengah terbaik untuk Prancis di Piala Dunia 2026.
Mantan bek Chelsea tersebut justru mengesampingkan nama Ibrahima Konate yang akan bergabung dengan Real Madrid dan lebih memilih Dayot Upamecano sebagai tandem ideal Saliba.
"Pilihan utama saya adalah Saliba dan Upamecano," kata Leboeuf.
Menurutnya, Upamecano datang ke Piala Dunia dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjalani musim yang sukses bersama Bayern Munchen.
"Upamecano menjalani musim yang sangat baik dan meraih gelar bersama Bayern. Kepercayaan dirinya sedang berada di level tertinggi," ujarnya.
Leboeuf juga menilai Saliba layak menjadi pilihan utama karena performa konsistennya selama beberapa musim terakhir.
"Kita tahu Saliba bisa tampil lebih percaya diri saat bermain untuk Prancis. Dia pemain hebat dan pantas mendapatkan tempatnya. Dia juga menjalani musim yang luar biasa bersama Arsenal," lanjutnya.
Mengenai Konate, Leboeuf menilai bek tersebut masih harus bersabar.
"Konate tetap berada di sana, tetapi musimnya tidak terlalu istimewa. Sementara Lacroix tampil mengesankan, baru saja memenangkan UEFA Conference League dan sedang dalam kondisi percaya diri. Namun bagi saya, duet Saliba dan Upamecano tetap yang terbaik," tegasnya.
Saliba Jadi Andalan Baru Prancis
Sejak menjalani debut bersama tim senior Prancis pada 2022, Saliba terus berkembang menjadi salah satu bek tengah paling disegani di Eropa. Ia telah mengoleksi 31 caps bersama Les Bleus dan masuk dalam skuad Prancis pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Meski belum menjadi pilihan utama saat itu, perkembangan pesatnya bersama Arsenal membuat posisinya kini jauh lebih penting.
Kecepatan, kemampuan membaca permainan, serta ketenangan saat menguasai bola menjadikan Saliba salah satu bek modern terbaik dunia saat ini.
Karena itu, potensi absennya Saliba akan menjadi kehilangan besar bagi ambisi Prancis untuk kembali berjaya di pentas dunia.
Kapan Prancis Bisa Bertemu Inggris?
Prancis akan memulai perjalanan mereka di Grup I Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Senegal pada 16 Juni. Setelah itu Les Bleus dijadwalkan bertemu Irak pada 22 Juni dan Norwegia pada 26 Juni.
Baca Juga: Rahasia Pintar Belanja! Waktu Ini Bikin Harga Barang Jatuh Drastis, Jangan Salah Momen!
Sebagai salah satu favorit juara, Prancis diprediksi keluar sebagai juara grup. Jika skenario tersebut terjadi, mereka akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup C, D, F, G, atau H pada fase gugur.
Dalam situasi itu, Prancis baru berpotensi bertemu Inggris pada babak semifinal. Namun jika Prancis hanya finis sebagai runner-up Grup I sementara Inggris menjadi juara Grup L, kedua raksasa Eropa tersebut dapat berjumpa lebih cepat di perempat final.
Ada pula kemungkinan kecil keduanya bertemu pada babak 16 besar jika lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Situasi tersebut membuat kondisi kebugaran Saliba menjadi perhatian serius. Jika sang bek tidak berada dalam kondisi terbaiknya, Inggris bisa memperoleh keuntungan besar apabila kedua tim benar-benar bertemu di fase gugur.
Cedera Saliba Jadi Alarm bagi Ambisi Juara Prancis
Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu turnamen paling kompetitif dalam sejarah dengan format baru yang melibatkan 48 negara.
Prancis datang sebagai salah satu kandidat kuat juara berkat kedalaman skuad yang mereka miliki. Namun, kehilangan pemain kunci seperti William Saliba dapat mengubah keseimbangan kekuatan Les Bleus secara signifikan.
Bagi Didier Deschamps, menjaga kebugaran para pemain inti akan sama pentingnya dengan menyusun strategi di lapangan.
Dan saat ini, seluruh perhatian Prancis tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah William Saliba akan benar-benar fit saat Les Bleus memulai perburuan gelar dunia di Amerika Utara? (*)
Editor : Niklaas Andries