RADARBANYUWANGI.ID - Gelandang Muda Lille Resmi Membela Maroko, Langsung Diproyeksikan Jadi Senjata Rahasia di Grup Neraka Piala Dunia 2026
Keputusan Ayyoub Bouaddi membela Maroko akhirnya terjawab tuntas. Setelah sempat menjadi rebutan dua negara dan digadang-gadang sebagai salah satu calon bintang masa depan sepak bola Prancis, gelandang muda berusia 18 tahun itu kini resmi mengikat komitmen bersama Maroko untuk menghadapi Piala Dunia 2026.
Pemain muda milik Lille OSC tersebut bahkan mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya bisa menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu.
Pilihan Bouaddi sempat memunculkan perdebatan di kalangan pengamat sepak bola Eropa. Banyak pihak mempertanyakan waktu pengumuman keputusannya yang datang hanya sehari setelah pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengumumkan skuad Les Bleus untuk Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Rahasia Pintar Belanja! Waktu Ini Bikin Harga Barang Jatuh Drastis, Jangan Salah Momen!
Pada 14 Mei lalu, Deschamps merilis daftar 26 pemain tim nasional Prancis. Tak lama berselang, muncul kabar bahwa Bouaddi memutuskan menerima pinangan Maroko. Keesokan harinya, Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) secara resmi mengumumkan kedatangan sang pemain.
Baca Juga: Misteri Desa Tanpa Suara Azan, yang Membuat Pendatang Hilang Satu per Satu Saat Magrib
“Kami menyambut Ayyoub Bouaddi ke dalam keluarga Singa Atlas. Selamat datang di rumah, Ayyoub Bouaddi,” tulis FRMF dalam pernyataan resminya.
Pengumuman tersebut memicu spekulasi bahwa Bouaddi memilih Maroko karena peluangnya masuk skuad Prancis semakin kecil. Namun, pihak Maroko langsung membantah anggapan tersebut.
Pelatih Maroko Tegaskan Tidak Ada Perebutan dengan Prancis
Pelatih tim nasional Maroko, Mohamed Ouahbi, menegaskan bahwa keputusan Bouaddi murni lahir dari pertimbangan pribadi sang pemain dan bukan karena kalah bersaing dengan Prancis.
“Kami tidak sedang bertarung melawan Prancis. Ayyoub Bouaddi mengambil keputusan ini dengan kedewasaan luar biasa untuk pemain berusia 18 tahun,” kata Ouahbi.
Menurutnya, Bouaddi membutuhkan waktu untuk fokus menyelesaikan target bersama klubnya, termasuk perjuangan Lille mengamankan tiket Liga Champions.
“Proses adaptasinya berjalan sangat baik. Kami yakin dia akan memberikan kontribusi besar pada Piala Dunia nanti. Kami bangga dia bersama kami dan dia juga sangat bangga menjadi bagian dari tim ini,” lanjut Ouahbi.
Baca Juga: Rahasia Pebisnis Cerdas! Lokasi Emas yang Bikin Usaha Langsung Ramai Tanpa Promosi Besar
Pelatih muda tersebut bahkan mengaku terkesan dengan kecerdasan taktis Bouaddi selama pemusatan latihan.
“Dia pemain yang sangat cerdas, selalu mendengarkan instruksi, dan memiliki kualitas luar biasa. Saat bermain 25 menit melawan Burundi, dia memahami semua yang kami minta. Itu sangat mengesankan. Kami sangat optimistis dengan masa depannya,” ujarnya.
Debut Sebagai Starter Bersama Singa Atlas
Baca Juga: Pilunya Farel Prayoga Saat Wisuda! Ayah Kandung Tak Datang, Sosok Ini Justru Setia Mendampingi
Setelah menjalani debut tidak resmi saat menghadapi Burundi, Bouaddi mendapatkan kesempatan pertama tampil sebagai starter ketika Maroko mengalahkan Madagaskar 4-0 dalam laga uji coba.
Pada pertandingan tersebut, gelandang muda itu bermain selama 45 menit. Penampilannya memang belum sepenuhnya spektakuler, tetapi banyak pengamat menilai debut tersebut menjanjikan.
Media Maroko Le360 Sport memberikan nilai 6 dari 10 dan menyebut Bouaddi tampil cukup memuaskan.
“Dalam penampilan perdananya sebagai starter bersama Singa Atlas, ia menunjukkan permainan yang matang. Keputusan-keputusannya tepat, lebih mengutamakan permainan kolektif, dan tampil sederhana tanpa berusaha berlebihan. Meskipun sempat kurang menonjol di beberapa momen, ia memperlihatkan kualitas teknik yang baik dan niat bermain yang positif,” tulis media tersebut.
Penilaian serupa datang dari Al Mountakhab yang meyakini Bouaddi hanya tinggal menunggu waktu untuk berkembang menjadi pemain penting bagi tim nasional Maroko.
Digadang Jadi Bintang Masa Depan Maroko
Al Mountakhab menilai Bouaddi telah menunjukkan kedewasaan yang tidak biasa untuk pemain seusianya.
“Melalui ketenangan, kedewasaan, dan keseriusannya, Ayyoub Bouaddi sudah memahami betapa berharganya seragam yang ia kenakan. Penampilan melawan Madagaskar menjadi langkah awal untuk mengenal sistem permainan tim nasional sekaligus menegaskan komitmennya bersama Maroko dalam jangka panjang,” tulis media tersebut.
Baca Juga: Ruben Onsu dan Sarwendah Kian Memanas, Betrand Peto Beri Pesan Tegas
Persaingan di lini tengah Maroko memang sangat ketat. Namun, usia muda dan potensi besar membuat Bouaddi diyakini memiliki masa depan cerah bersama Singa Atlas.
Bouaddi: Saya Bangga Membela Maroko
Baca Juga: Petani Cabai di Jombang Didorong Melek Keuangan, FEB Unair Kenalkan Akuntansi Sederhana
Sang pemain sendiri tidak menyembunyikan kebahagiaannya setelah resmi menjadi bagian dari tim nasional Maroko.
“Saya sangat bahagia. Piala Dunia adalah kompetisi terbesar dan semua orang mengetahuinya. Kami memiliki target yang ingin dicapai dan akan memberikan segalanya untuk meraih hasil terbaik,” ujar Bouaddi.
Ia juga mengaku terkesan dengan atmosfer yang dirasakan selama bergabung dengan tim nasional.
“Saya sangat senang, sangat bangga berada di sini. Ini pertama kalinya saya datang ke stadion ini. Stadionnya luar biasa dan atmosfernya sangat sempurna,” katanya.
Tantangan Berat Menanti di Grup C
Kesempatan besar Bouaddi untuk membuktikan kualitasnya akan datang dalam hitungan hari. Maroko yang masih berstatus juara Afrika akan menghadapi tantangan berat di Grup C Piala Dunia 2026.
Singa Atlas dijadwalkan menghadapi Brasil pada 14 Juni, kemudian Skotlandia pada 20 Juni, dan Haiti pada 25 Juni. Bouaddi mengaku sudah memahami kekuatan calon lawan pertama mereka.
Baca Juga: Mahalini Lepas High Heels dan Lari Demi Tampil Tepat Waktu, Aksinya Banjir Pujian
“Kami tahu Brasil adalah tim yang sangat bagus. Namun kami fokus bekerja keras dan mempersiapkan diri untuk meraih sesuatu yang besar,” tegasnya.
Pertandingan melawan Brasil diprediksi menjadi panggung ideal bagi Bouaddi untuk memperkenalkan diri kepada dunia sepak bola.
Harga Tembus Rp950 Miliar, Masa Depan Cerah Menanti
Selain menjadi perhatian di level internasional, Bouaddi juga mulai menjadi komoditas panas di bursa transfer Eropa.
Presiden Lille, Olivier Létang, dikabarkan mematok harga lebih dari 50 juta euro atau sekitar Rp950 miliar bagi klub yang ingin merekrutnya.
Sejumlah klub elite Eropa terus memantau perkembangan sang gelandang muda. Namun untuk saat ini, fokus Bouaddi sepenuhnya tertuju pada Piala Dunia 2026.
Turnamen tersebut akan menjadi bab pertama dalam petualangan barunya bersama Maroko.
Jika mampu bersinar di Amerika Utara, Bouaddi bukan hanya berpotensi menjadi pilar masa depan Singa Atlas, tetapi juga salah satu bintang muda paling menjanjikan di sepak bola dunia. (*)
Editor : Niklaas Andries