RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 Dimulai Pekan Depan, Tetapi Sejumlah Bintang Besar Harus Menonton dari Rumah
Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Sebanyak 48 negara bersiap tampil di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dalam edisi terbesar sepanjang sejarah sepak bola dunia.
Turnamen yang dimulai pada 11 Juni itu diprediksi melahirkan generasi baru bintang sepak bola internasional. Nama-nama seperti Neymar, Cristiano Ronaldo, dan Lionel Messi masih akan menjadi magnet utama kompetisi.
Namun di balik kemeriahan tersebut, terdapat sejumlah pemain elite yang harus menerima kenyataan pahit: gagal masuk skuad negaranya masing-masing.
Sebagian gagal tampil karena negaranya tidak lolos ke putaran final. Sebagian lainnya harus menelan pil pahit setelah dicoret pelatih meski memiliki reputasi besar di level klub maupun internasional.
Berikut susunan XI pemain terbaik yang dipastikan absen dari Piala Dunia 2026.
Kiper: Alex Remiro (Spanyol)
Penjaga gawang Real Sociedad ini mungkin bukan nama paling populer di dunia sepak bola internasional, tetapi performanya di La Liga dalam beberapa musim terakhir layak mendapat apresiasi.
Meski tampil konsisten bersama klubnya, Remiro kalah bersaing dengan David Raya, Unai Simón, dan Joan García dalam perebutan posisi kiper tim nasional Spanyol.
Dengan hanya dua penampilan internasional, peluangnya menembus skuad utama memang cukup berat. Namun banyak pengamat menilai Remiro sebenarnya cukup layak menjadi pelapis dalam skuad La Roja.
Bek Kanan: Jeremie Frimpong (Belanda)
Ketika Liverpool merekrut Frimpong dari Bayer Leverkusen dengan nilai transfer sekitar 29,5 juta poundsterling, ekspektasi publik sangat tinggi.
Bek kanan cepat yang menjadi bagian penting kesuksesan Leverkusen di bawah Xabi Alonso itu diperkirakan langsung bersinar di Inggris.
Namun musim debutnya di Premier League tidak berjalan sesuai harapan. Masalah cedera dan inkonsistensi performa membuat Frimpong gagal meyakinkan pelatih Belanda Ronald Koeman.
Akibatnya, saat rekan-rekannya seperti Virgil van Dijk, Ryan Gravenberch, dan Cody Gakpo terbang ke Amerika Utara, Frimpong harus menyaksikan turnamen dari kejauhan.
Bek Tengah: Dean Huijsen (Spanyol)
Transfer mahal dari Bournemouth ke Real Madrid tidak cukup untuk menjamin tempat Dean Huijsen di skuad Spanyol. Bek berusia 21 tahun itu sebenarnya tampil menjanjikan pada awal kariernya bersama Los Blancos.
Namun performanya menurun pada paruh kedua musim sehingga pelatih Luis de la Fuente lebih memilih Eric García.
Meski kecewa, usia muda masih memberi Huijsen peluang besar untuk kembali menjadi bagian penting Spanyol di turnamen masa depan.
Bek Tengah: Harry Maguire (Inggris)
Nama Harry Maguire menjadi salah satu kejutan terbesar dalam daftar pemain yang dicoret.
Bek Manchester United itu merupakan sosok yang hampir selalu dipercaya membela Inggris dalam berbagai turnamen besar selama beberapa tahun terakhir. Maguire telah mengoleksi 66 caps internasional dan menjadi pilar utama Inggris pada berbagai ajang penting.
Baca Juga: Siapa Nanik Sudaryati Deyang? Dari Wartawan hingga Dipilih Prabowo Pimpin Badan Gizi Nasional
Karena itu, keputusan pelatih Thomas Tuchel mencoretnya memunculkan banyak perdebatan. Maguire sendiri mengaku terkejut dan kecewa ketika menerima kabar tersebut.
Tuchel lebih memilih pemain yang lebih muda seperti Jarell Quansah dan Ezri Konsa untuk memperkuat lini pertahanan Three Lions.
Bek Kiri: Alvaro Carreras (Spanyol)
Baca Juga: Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik Sudaryati Deyang Resmi Jadi Kepala Badan Gizi Nasional
Bek kiri Real Madrid ini belum pernah mendapatkan kesempatan membela tim nasional senior Spanyol. Padahal, Carreras tampil cukup impresif musim lalu dan beberapa kali menunjukkan kualitasnya saat menghadapi pemain kelas dunia seperti Lamine Yamal dan Mohamed Salah.
Namun ketatnya persaingan di posisi bek kiri membuat pelatih Luis de la Fuente lebih memilih Marc Cucurella dan Alejandro Grimaldo. Carreras menjadi salah satu korban melimpahnya talenta yang dimiliki Spanyol saat ini.
Gelandang: Eduardo Camavinga (Prancis)
Absennya Eduardo Camavinga menjadi salah satu kejutan terbesar dalam skuad Prancis. Gelandang Real Madrid itu selama ini dikenal sebagai salah satu pemain muda terbaik dunia.
Namun musim yang terganggu cedera membuat kontribusinya menurun drastis. Pelatih Didier Deschamps akhirnya lebih mempercayai pemain lain seperti N'Golo Kante, Aurelien Tchouameni, Manu Kone, Adrien Rabiot, dan Warren Zaïre-Emery.
Deschamps mengakui keputusan tersebut berat, tetapi menilai Camavinga masih memiliki masa depan panjang bersama Les Bleus.
Gelandang: Mateus Fernandes (Portugal)
Baca Juga: Kurban Warga NU Banyuwangi Tembus Rp 94,33 Miliar, Lebih dari 671 Ribu Paket Daging Tersalurkan
Nama Mateus Fernandes mulai mencuri perhatian di Premier League. Meski mengalami dua degradasi beruntun bersama Southampton dan West Ham United, kualitas individu gelandang berusia 21 tahun itu tetap menarik perhatian banyak klub besar.
Sayangnya, performa tersebut belum cukup untuk membuat pelatih Roberto Martínez memasukkannya ke skuad Portugal.
Fernandes baru sekali tampil bersama tim nasional senior dan harus menunggu kesempatan berikutnya setelah gagal masuk daftar pemain menuju Amerika Utara.
Sayap Kanan: Cole Palmer (Inggris)
Beberapa bulan lalu, sulit membayangkan Cole Palmer tidak masuk skuad Inggris. Bintang Chelsea tersebut tampil luar biasa pada Euro 2024 dan bahkan mencetak gol di final melawan Spanyol.
Musim 2024-2025 juga berjalan impresif dengan kontribusi 25 gol di seluruh kompetisi. Namun performanya menurun sepanjang musim 2025-2026.
Kontribusinya bagi Chelsea maupun tim nasional Inggris tidak lagi seimpresif sebelumnya. Akibatnya, Thomas Tuchel memutuskan untuk tidak membawanya ke Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam pemilihan skuad Inggris.
Gelandang Serang: Joao Pedro (Brasil)
Absennya Joao Pedro mungkin menjadi kejutan terbesar dalam skuad Brasil. Penyerang Chelsea itu tampil luar biasa sepanjang musim dengan kontribusi 32 gol dan assist.
Banyak pihak yakin dirinya akan menjadi bagian penting skuad Brasil. Namun pelatih Carlo Ancelotti memiliki pandangan berbeda.
Ketika Neymar kembali dipanggil, João Pedro justru tersingkir. Ancelotti bahkan mengakui bahwa sang pemain sebenarnya layak mendapatkan tempat.
Tetapi keseimbangan dan kebutuhan taktis tim membuat Brasil mengambil keputusan lain. Bagi Joao Pedro, kegagalan ini terasa semakin menyakitkan karena ia juga tidak masuk skuad Copa America 2024.
Sayap Kiri: Phil Foden (Inggris)
Jika ada satu nama yang paling mengejutkan dalam daftar ini, mungkin jawabannya adalah Phil Foden.
Bintang Manchester City tersebut merupakan Pemain Terbaik versi PFA musim 2023/2024 setelah mencetak 27 gol di semua kompetisi.
Saat itu, banyak yang memperkirakan Foden akan menjadi salah satu pemain utama Inggris dalam Piala Dunia 2026.
Namun performa Manchester City yang menurun dalam dua musim terakhir berdampak langsung terhadap performanya.
Penampilannya bersama tim nasional juga tidak terlalu meyakinkan.
Thomas Tuchel akhirnya mengambil keputusan berani dengan meninggalkan salah satu talenta terbaik Inggris tersebut.
Penyerang: Karim Adeyemi (Jerman)
Karim Adeyemi telah membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di Bundesliga dalam beberapa tahun terakhir. Kecepatannya menjadi senjata utama Borussia Dortmund.
Baca Juga: Sosok Mantan Artis Tersangka Scammer Solo Terbongkar, Diduga Yakinkan Korban Lewat Video Call
Namun performanya musim ini tidak sebaik sebelumnya. Cedera dan inkonsistensi membuat produktivitasnya menurun.
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann akhirnya lebih memilih rekan setimnya di Dortmund, Maximilian Beier.
Adeyemi sebenarnya masih beberapa kali membela Jerman sepanjang 2025, tetapi gagal mempertahankan tempatnya hingga daftar final diumumkan. Banyak Bintang Besar Jadi Korban Ketatnya Persaingan
Baca Juga: Cara Cek Penerima PIP 2026 Online Pakai NISN dan NIK, Simak Syarat, Besaran Bantuan, dan Kriterianya
Piala Dunia selalu menghadirkan kisah sukses dan kekecewaan.
Ketika Neymar, Cristiano Ronaldo, dan Lionel Messi bersiap menjalani salah satu turnamen internasional terakhir dalam karier mereka, sejumlah pemain top justru harus menerima kenyataan pahit gagal masuk skuad.
Nama-nama seperti Harry Maguire, Phil Foden, Cole Palmer, Eduardo Camavinga, hingga João Pedro menunjukkan bahwa reputasi besar tidak selalu menjamin tiket menuju panggung terbesar sepak bola dunia.
Bagi sebagian pemain, kesempatan berikutnya mungkin datang empat tahun lagi.
Namun bagi yang lain, terutama mereka yang sudah memasuki usia matang, Piala Dunia 2026 bisa jadi merupakan kesempatan terakhir yang terlewatkan untuk selamanya. (*)
Editor : Niklaas Andries