Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

FIFA Siapkan Revolusi Besar Aturan Sepak Bola di Piala Dunia 2026: VAR Makin Berkuasa, Kiper Tak Bisa Lagi Buang Waktu

Niklaas Andries • Rabu, 3 Juni 2026 | 14:42 WIB
ATURAN BARU FIFA: Piala Dunia 2026 FIFA akan menerapkan sejumlah aturan baru khususnya terkait VAR
ATURAN BARU FIFA: Piala Dunia 2026 FIFA akan menerapkan sejumlah aturan baru khususnya terkait VAR

RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 belum dimulai, tetapi revolusi besar sudah lebih dahulu hadir di lapangan hijau. FIFA dan International Football Association Board (IFAB) resmi memperkenalkan serangkaian perubahan signifikan terhadap Laws of the Game yang akan mulai diterapkan pada turnamen besar musim panas ini.

Perubahan tersebut bukan sekadar penyesuaian teknis. FIFA secara terang-terangan membidik sejumlah fenomena yang selama beberapa tahun terakhir menjadi sumber frustrasi para penonton sepak bola: kiper yang sengaja mengulur waktu, pemain yang saling tarik-menarik saat sepak pojok, hingga kontroversi keputusan VAR yang tak kunjung reda.

Jika selama ini publik sering mengeluhkan pertandingan yang terhenti terlalu lama akibat pemain berpura-pura cedera atau keributan massal sebelum bola mati dieksekusi, FIFA kini mencoba menghapus celah tersebut melalui regulasi yang lebih tegas.

Di sisi lain, kewenangan Video Assistant Referee (VAR) juga semakin diperluas. Langkah ini diyakini akan memicu perdebatan baru karena teknologi tersebut akan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap jalannya pertandingan.

Baca Juga: Jelang Ritual Kebo-Keboan Aliyan, Puluhan Warga Banyuwangi Alami Trance Massal, Suasana Mistis Selimuti Sukodono

Berikut sembilan aturan baru yang wajib diketahui sebelum Piala Dunia 2026 bergulir.

Baca Juga: Lupa Mematikan Obat Nyamuk, Rumah Warga Alasrejo Wongsorejo Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp20 Juta

1. VAR Akan Mengawasi Tarik-Menarik dan Blokade Saat Sepak Pojok

Salah satu pemandangan yang paling sering terjadi sebelum tendangan sudut adalah aksi saling menarik, mendorong, dan menghalangi pergerakan lawan di dalam kotak penalti.

Mulai sekarang, VAR dapat membantu wasit mengidentifikasi pelanggaran yang terjadi sebelum bola dimainkan dalam situasi sepak pojok maupun tendangan bebas.

Namun ada satu ketentuan yang cukup menarik. Jika terjadi pelanggaran semacam itu, tim penyerang akan menjadi pihak yang pertama kali dikenai sanksi. FIFA berharap langkah ini dapat mengurangi praktik mengganggu pertahanan lawan sebelum bola masuk ke area berbahaya.

2. Menutupi Mulut Saat Mengintimidasi Lawan Bisa Berujung Kartu Merah

Pemain yang berbicara kepada lawan dengan sikap agresif sambil menutupi mulut kini berisiko menerima kartu merah langsung.

Aturan ini lahir setelah beberapa insiden kontroversial yang menyulitkan wasit maupun otoritas disiplin untuk mengetahui isi percakapan antarpemain.

Baca Juga: Ini Trio Baru Pimpinan Badan Gizi Nasional Pilihan Prabowo: Nanik S. Deyang, Agustina Arum Sari, dan Mayjen Trenggono

FIFA menilai tindakan tersebut dapat digunakan untuk menyembunyikan kata-kata yang bersifat provokatif atau menghina sehingga perlu diberikan sanksi yang lebih berat.

3. Protes Berlebihan kepada Wasit Akan Diganjal Kartu Merah

FIFA juga meningkatkan perlindungan terhadap otoritas wasit. Pemain maupun pelatih yang meninggalkan area permainan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit kini dapat langsung diusir dari pertandingan.

Baca Juga: Siapa Nanik Sudaryati Deyang? Dari Wartawan hingga Dipilih Prabowo Pimpin Badan Gizi Nasional

Kebijakan ini merupakan respons atas sejumlah insiden kacau dalam berbagai turnamen internasional, termasuk adegan kontroversial yang terjadi pada ajang Piala Afrika ketika pemain dan staf tim beramai-ramai mengejar wasit setelah pertandingan.

4. Lemparan ke Dalam Harus Dilakukan dalam Lima Detik

Waktu yang diberikan untuk melakukan lemparan ke dalam kini dipangkas secara drastis. Pemain hanya memiliki waktu lima detik untuk mengeksekusi lemparan setelah siap melakukannya. Jika batas waktu terlampaui, penguasaan bola akan langsung diberikan kepada tim lawan.

Aturan ini ditujukan untuk menjaga tempo pertandingan tetap tinggi sekaligus mengurangi praktik mengulur waktu.

5. Tendangan Gawang dan Sepak Pojok Juga Dibatasi Lima Detik

Tidak hanya lemparan ke dalam. Tendangan gawang maupun sepak pojok juga harus segera dieksekusi. Jika tim yang mendapat kesempatan gagal melakukannya dalam waktu lima detik setelah dinyatakan siap, hak melakukan tendangan tersebut akan berpindah kepada lawan.

Kebijakan ini diperkirakan akan mengubah ritme pertandingan, terutama pada fase akhir ketika tim yang unggul sering memanfaatkan bola mati untuk menghabiskan waktu.

Baca Juga: Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik Sudaryati Deyang Resmi Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

6. Pemain yang Diganti Wajib Keluar Lapangan dalam 10 Detik

FIFA semakin serius memerangi pemborosan waktu. Pemain yang ditarik keluar harus meninggalkan lapangan maksimal dalam waktu 10 detik, kecuali jika mengalami cedera yang memerlukan penanganan khusus.

Apabila aturan tersebut dilanggar, pemain pengganti tidak diperbolehkan masuk hingga permainan kembali dihentikan pada kesempatan berikutnya.

Baca Juga: Sebelum Dilantik Jadi Sekkab Banyuwangi, Yayan Turun ke Sumber Gedor dan Ajak Pelajar Jaga Lingkungan

Sanksi ini diharapkan mampu menghilangkan kebiasaan berjalan santai menuju garis tepi ketika pergantian pemain dilakukan menjelang akhir pertandingan.

7. Pemain yang Mendapat Perawatan Harus Menunggu Satu Menit

Selama ini pemain yang terjatuh dan mendapatkan perawatan medis sering kali langsung kembali bermain hanya beberapa detik kemudian.

Mulai sekarang, pemain yang keluar lapangan untuk menjalani perawatan wajib menunggu selama satu menit sebelum diperbolehkan kembali masuk.

Pengecualian diberikan kepada penjaga gawang serta kasus gegar otak atau cedera serius lainnya.

Aturan ini secara khusus dirancang untuk mengurangi praktik berpura-pura cedera demi memutus momentum permainan lawan.

8. VAR Kini Bisa Mengoreksi Kartu Kuning Kedua

Perluasan kewenangan VAR menjadi salah satu perubahan paling penting menjelang Piala Dunia.

Teknologi tersebut kini dapat melakukan intervensi dalam sejumlah situasi baru, termasuk:

Baca Juga: BREAKING NEWS: Presiden Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala BGN, Era Baru Program Makan Bergizi Gratis Dimulai

Pemberian kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Kesalahan identitas pemain yang menerima kartu kuning atau kartu merah.

Baca Juga: Suyanto Waspo Tondo Wicaksono Resmi Jadi Sekkab Banyuwangi, Ungguli Kandidat Lain Lewat Sistem Manajemen Talenta

Keputusan sepak pojok yang seharusnya tidak diberikan.

Sebelumnya, beberapa situasi tersebut berada di luar ruang lingkup VAR sehingga sering memicu kontroversi setelah pertandingan berakhir.

Dengan kewenangan baru ini, FIFA berharap tingkat akurasi keputusan wasit semakin meningkat.

9. Istirahat Hidrasi Tiga Menit Resmi Diterapkan di Setiap Pertandingan

Perubahan terakhir berkaitan dengan kesehatan pemain. Setiap pertandingan akan memiliki jeda hidrasi selama tiga menit di pertengahan masing-masing babak. Artinya, pemain akan memperoleh kesempatan minum dan memulihkan kondisi fisik dua kali dalam satu pertandingan.

Keputusan ini diambil seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan atlet, terutama pada turnamen yang berlangsung dalam cuaca panas dan tingkat kelembapan tinggi.

Era Baru Sepak Bola Dimulai

Baca Juga: Sosok Mantan Artis Tersangka Scammer Solo Terbongkar, Diduga Yakinkan Korban Lewat Video Call

Kesembilan aturan tersebut menunjukkan arah baru yang sedang ditempuh FIFA. Organisasi sepak bola dunia itu ingin menciptakan pertandingan yang lebih cepat, lebih bersih, dan lebih sedikit diwarnai kontroversi.

Meski beberapa perubahan berpotensi memunculkan perdebatan, terutama terkait perluasan peran VAR, FIFA yakin langkah tersebut akan meningkatkan kualitas pertandingan dan pengalaman penonton.

Piala Dunia 2026 pun akan menjadi panggung pertama untuk menguji efektivitas regulasi baru tersebut. Jika berhasil, wajah sepak bola modern bisa berubah secara permanen dalam beberapa tahun ke depan. (*)

Editor : Niklaas Andries
#aturan baru sepak bola #law of the game #piala dunia 2026 #FIFA #var