RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 semakin dekat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen sepak bola terbesar di dunia akan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sebagai salah satu tuan rumah, Kanada memikul ekspektasi besar dari jutaan pendukungnya. Namun perjalanan menuju fase gugur tidak akan mudah karena mereka tergabung dalam Grup B bersama Swiss, Bosnia-Herzegovina, dan Qatar.
Di atas kertas, Swiss merupakan tim dengan pengalaman dan kualitas paling lengkap. Namun dukungan publik tuan rumah membuat Kanada berpotensi menjadi salah satu kisah menarik dalam turnamen kali ini.
Sementara itu, Bosnia-Herzegovina hadir dengan status kuda hitam, sedangkan Qatar berusaha menghapus kenangan buruk setelah tampil mengecewakan pada Piala Dunia 2022. Berikut analisis lengkap kekuatan seluruh peserta Grup B Piala Dunia 2026.
Kanada: Saatnya Menghapus Kutukan Piala Dunia
Peringkat FIFA: 30 Kanada memiliki satu target utama pada Piala Dunia kali ini: meraih kemenangan pertama dalam sejarah mereka di putaran final.
Dalam dua penampilan sebelumnya di Piala Dunia, Kanada selalu gagal meraih satu poin pun. Total enam pertandingan yang mereka jalani berakhir dengan enam kekalahan. Namun generasi saat ini dianggap sebagai generasi terbaik yang pernah dimiliki sepak bola Kanada.
Tidak seperti generasi sebelumnya yang dibayangi berbagai kegagalan, skuad asuhan Jesse Marsch datang dengan keyakinan tinggi untuk menciptakan sejarah baru di depan publik sendiri. Sebagai tuan rumah, Kanada otomatis lolos ke putaran final tanpa harus melalui babak kualifikasi.
Empat tahun lalu di Qatar, mereka tergabung dalam grup neraka bersama Belgia, Kroasia, dan Maroko sehingga gagal bersaing. Kali ini situasinya jauh lebih menguntungkan. Dengan komposisi grup yang relatif seimbang, peluang Kanada lolos ke fase gugur terbuka sangat lebar.
Pemain Kunci Kanada: Alphonso Davies
Kanada memiliki dua pemain kelas dunia dalam diri Alphonso Davies dan Jonathan David. Namun sosok yang paling menentukan tetap Alphonso Davies.
Bintang Bayern Munich tersebut baru saja meraih gelar Bundesliga ketujuh dalam kariernya dan masih menjadi salah satu bek sayap terbaik dunia.
Kecepatan luar biasa, kemampuan menyerang, dan kepemimpinan di lapangan menjadikannya senjata utama Kanada. Di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah, Davies diprediksi menjadi figur sentral yang menentukan nasib Les Rouges di Grup B.
Swiss: Kandidat Kuat Juara Grup
Peringkat FIFA: 19 Jika berbicara soal konsistensi, Swiss merupakan salah satu tim paling stabil di Eropa dalam satu dekade terakhir.
Mereka memang belum pernah memenangkan pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak era Perang Dunia II, tetapi performa dalam berbagai turnamen besar menunjukkan tren yang terus meningkat.
Baca Juga: Siapa Nanik Sudaryati Deyang? Dari Wartawan hingga Dipilih Prabowo Pimpin Badan Gizi Nasional
Tim asuhan Murat Yakin tampil luar biasa dalam kualifikasi dan datang ke Amerika Utara dengan kepercayaan diri tinggi.
Dua tahun lalu, Swiss mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang sejarah sepak bola modern mereka dengan mencapai perempat final Euro 2024 setelah menyingkirkan juara bertahan Italia.
Meski akhirnya kalah dari Inggris melalui adu penalti, performa tersebut memperlihatkan bahwa Swiss kini mampu bersaing dengan tim-tim elite Eropa.
Dalam 18 bulan terakhir, mereka hanya kalah dari Spanyol dan Jerman. Catatan itu mempertegas status Swiss sebagai unggulan utama Grup B.
Pemain Kunci Swiss: Granit Xhaka
Untuk pertama kalinya sejak 2006, Swiss tampil di Piala Dunia tanpa legenda mereka, Xherdan Shaqiri. Namun mereka masih memiliki pemimpin sejati dalam diri Granit Xhaka.
Baca Juga: Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik Sudaryati Deyang Resmi Jadi Kepala Badan Gizi Nasional
Gelandang berusia 33 tahun itu baru saja memimpin Sunderland meraih tiket kompetisi Eropa setelah promosi ke Premier League.
Selain kualitas teknik, Xhaka dikenal sebagai sosok pemimpin yang mampu meningkatkan mentalitas seluruh tim. Pengalaman dan ketenangannya akan sangat penting dalam pertandingan-pertandingan krusial.
Bosnia-Herzegovina: Kuda Hitam yang Tidak Bisa Diremehkan
Peringkat FIFA: 65 Bosnia-Herzegovina menjadi salah satu kisah paling menarik sepanjang kualifikasi zona Eropa. Mereka berhasil mengalahkan Wales dan Italia pada babak play-off untuk memastikan tiket menuju Amerika Utara.
Padahal sebelumnya mereka nyaris lolos otomatis sebelum kebobolan gol dramatis Austria pada menit-menit akhir pertandingan penentuan. Di bawah pelatih Sergej Barbarez, Bosnia berkembang menjadi tim yang disiplin dan sulit dikalahkan.
Penampilan mereka pada Piala Dunia 2026 menjadi yang kedua sepanjang sejarah setelah debut pada edisi Brasil 2014.
Saat itu generasi emas Bosnia gagal lolos dari fase grup. Kini mereka berharap dapat menorehkan sejarah yang lebih baik.
Pemain Kunci Bosnia-Herzegovina: Edin Dzeko
Meski telah berusia 40 tahun, Edin Dzeko masih menjadi ikon utama sepak bola Bosnia. Mantan penyerang Manchester City tersebut menjadi satu dari sedikit pemain Bosnia yang pernah tampil di turnamen besar internasional sebelumnya. Cedera memang membatasi penampilannya bersama Schalke 04 musim ini.
Namun ia tetap mampu berkontribusi dalam sembilan gol dari 11 pertandingan yang dijalani. Pengalaman Dzeko akan menjadi modal berharga bagi Bosnia dalam menghadapi tekanan turnamen besar.
Qatar: Misi Menebus Kegagalan Piala Dunia 2022
Peringkat FIFA: 55 Qatar datang ke Piala Dunia 2026 dengan banyak pekerjaan rumah. Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, mereka justru menjadi salah satu tim yang paling mengecewakan.
Qatar kalah dalam seluruh pertandingan fase grup dan tersingkir tanpa mampu memberikan perlawanan berarti. Kini mereka berharap situasi berubah di bawah pelatih baru, Julen Lopetegui.
Mantan pelatih Real Madrid dan Wolverhampton Wanderers itu dipercaya untuk membawa Qatar meraih kemenangan pertama mereka di putaran final Piala Dunia. Namun persiapan mereka jauh dari ideal.
Dalam satu tahun terakhir, Qatar kalah dalam sejumlah laga persahabatan melawan Palestina, Tunisia, dan Zimbabwe.
Mereka juga kebobolan 24 gol dalam 10 pertandingan terakhir, sebuah catatan yang memunculkan kekhawatiran besar menjelang turnamen.
Pemain Kunci Qatar: Akram Afif
Harapan utama Qatar kembali bertumpu pada Akram Afif. Penyerang berusia 29 tahun itu menjalani musim luar biasa bersama Al Sadd.
Ia mencetak 15 gol dan menyumbang 12 assist dalam 22 pertandingan liga, membantu klubnya mempertahankan gelar juara domestik. Kreativitas dan kemampuan menciptakan peluang membuat Afif menjadi pemain paling berbahaya dalam skuad Qatar.
Laga Kunci Grup B: Kanada vs Qatar
Baca Juga: Kurban Warga NU Banyuwangi Tembus Rp 94,33 Miliar, Lebih dari 671 Ribu Paket Daging Tersalurkan
Pertandingan paling menentukan di Grup B diperkirakan terjadi ketika Kanada menghadapi Qatar pada laga kedua. Kanada melihat pertandingan ini sebagai kesempatan emas untuk meraih kemenangan pertama sepanjang sejarah mereka di putaran final Piala Dunia.
Dengan dukungan penuh publik Vancouver, kemenangan atas Qatar hampir bisa memastikan langkah mereka menuju babak gugur. Sebaliknya, bagi Qatar, pertandingan tersebut mungkin menjadi kesempatan terbaik untuk menjaga harapan lolos tetap hidup.
Prediksi Grup B Piala Dunia 2026
Baca Juga: Sosok Mantan Artis Tersangka Scammer Solo Terbongkar, Diduga Yakinkan Korban Lewat Video Call
Swiss memiliki pengalaman, kualitas individu, dan stabilitas permainan yang membuat mereka layak difavoritkan sebagai juara grup. Kanada diperkirakan mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri untuk mengamankan posisi kedua.
Bosnia-Herzegovina berpotensi memberikan perlawanan sengit, tetapi diprediksi gagal bersaing hingga akhir. Sementara Qatar masih terlihat belum cukup siap untuk bersaing dengan tiga rival lainnya.
Prediksi Klasemen Akhir Grup B
1. Swiss — 7 poin
2. Kanada — 6 poin
3. Bosnia-Herzegovina — 4 poin
4. Qatar — 0 poin
Jika prediksi ini menjadi kenyataan, Swiss dan Kanada akan melaju ke fase gugur. Namun seperti biasa, Piala Dunia selalu menyimpan ruang untuk kejutan yang mampu mengubah seluruh peta persaingan hanya dalam satu pertandingan. (*)
Editor : Niklaas Andries