RADARBANYUWANGI.ID - Mimpi terbesar Harry Kane belum berubah. Setelah bertahun-tahun menjadi mesin gol Timnas Inggris, kapten The Three Lions itu kini mengarahkan seluruh fokusnya pada satu target yang belum pernah berhasil diraih sepanjang kariernya: membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 2026.
Menjelang dimulainya turnamen paling bergengsi di dunia sepak bola, Kane secara terbuka mengakui bahwa dirinya kerap membayangkan momen bersejarah ketika mengangkat trofi Piala Dunia di hadapan jutaan penggemar Inggris.
Bagi penyerang Bayern Munich tersebut, visualisasi bukan sekadar angan-angan. Itu merupakan bagian dari metode persiapan mental yang selama ini membantunya tampil konsisten di level tertinggi.
Kini, teknik yang sama digunakan untuk mengejar impian terbesar dalam hidupnya sebagai pesepak bola profesional.
Kane Akui Sering Membayangkan Mengangkat Trofi Piala Dunia
Dalam wawancara terbaru bersama media Prancis L’Equipe, Kane mengungkapkan bahwa ia terbiasa menggunakan metode visualisasi sebelum pertandingan.
Teknik tersebut dilakukan dengan membayangkan berbagai situasi yang mungkin terjadi di lapangan, mulai dari suasana stadion, karakter lawan, posisi bermain hingga peluang-peluang yang dapat diciptakan selama pertandingan.
Namun kali ini, Kane mengakui ada satu gambaran yang terus muncul dalam pikirannya. Bukan sekadar mencetak gol atau memenangkan pertandingan, melainkan berdiri di podium juara sambil mengangkat trofi Piala Dunia.
"Saya sering menggunakan visualisasi untuk mempersiapkan pertandingan tertentu. Saya mencoba membayangkan stadion tempat bermain, tipe lawan yang akan dihadapi, posisi saya di lapangan, dan peluang yang mungkin saya ciptakan," ujar Kane.
"Tetapi saya akan berbohong jika mengatakan bahwa saya tidak pernah membayangkan diri saya mengangkat trofi Piala Dunia."
Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya ambisi yang masih dimiliki pemain berusia 32 tahun itu.
Meski telah memenangkan berbagai penghargaan individu dan mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Inggris, Kane sadar bahwa trofi bersama tim nasional adalah warisan terbesar yang ingin ia tinggalkan.
Inggris Datang dengan Ambisi Juara
Kane menegaskan bahwa target Inggris di Piala Dunia 2026 tidak lain adalah menjadi juara. Menurutnya, skuad Inggris memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing dengan negara-negara terbaik dunia.
Meski mengakui jalan menuju gelar tidak akan mudah, Kane menilai Inggris telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa turnamen besar terakhir. Dalam enam tahun terakhir, Inggris selalu menjadi salah satu tim yang mampu melangkah jauh.
Baca Juga: Siapa Nanik Sudaryati Deyang? Dari Wartawan hingga Dipilih Prabowo Pimpin Badan Gizi Nasional
Mereka mencapai semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia, menembus perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar, serta dua kali tampil di final Piala Eropa pada edisi 2021 dan 2024. Sayangnya, seluruh kesempatan tersebut berakhir dengan kekecewaan.
Kekalahan dari Italia pada final Euro 2021 dan kegagalan mengangkat trofi Euro 2024 masih menjadi luka yang membekas bagi generasi pemain Inggris saat ini. Karena itu, Piala Dunia 2026 dipandang sebagai kesempatan emas untuk menebus seluruh kegagalan tersebut.
"Ambisi kami tentu saja memenangkan turnamen ini. Itu harus menjadi tujuan utama kami," kata Kane.
"Kami tahu itu tidak akan mudah, tetapi dalam beberapa tahun terakhir kami sudah sangat dekat dengan gelar juara."
Era Baru Inggris di Bawah Thomas Tuchel
Piala Dunia 2026 juga menandai babak baru bagi Timnas Inggris. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern mereka, Inggris akan tampil di turnamen besar di bawah arahan pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel.
Mantan pelatih Chelsea, Bayern Munich, dan Paris Saint-Germain itu dipercaya memimpin generasi berbakat Inggris yang dipenuhi pemain kelas dunia. Kehadiran Tuchel membawa optimisme baru di ruang ganti.
Baca Juga: Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik Sudaryati Deyang Resmi Jadi Kepala Badan Gizi Nasional
Selain perubahan di kursi pelatih, sejumlah wajah baru juga mulai mendapat kesempatan memperkuat skuad nasional.
Kombinasi pemain senior dan talenta muda diyakini dapat menjadi senjata utama Inggris dalam menghadapi tekanan besar yang selalu menyertai setiap penampilan mereka di turnamen internasional. Menurut Kane, suasana saat ini terasa berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Ada energi baru yang membuat para pemain semakin termotivasi untuk mencapai sesuatu yang istimewa.
"Tahun ini kami memiliki pelatih baru dan beberapa pemain baru. Ini adalah masa yang sangat menarik bagi tim kami," ujarnya.
Tekanan Besar, Ambisi Lebih Besar
Sebagai negara pencipta sepak bola modern, Inggris selalu datang ke setiap turnamen besar dengan ekspektasi yang sangat tinggi.
Namun, fakta bahwa mereka baru sekali menjuarai Piala Dunia, yakni pada tahun 1966, membuat tekanan terhadap para pemain terus meningkat dari generasi ke generasi. Kane memahami beban tersebut lebih baik dibanding siapa pun.
Sebagai kapten tim, ia menjadi simbol harapan jutaan pendukung yang sudah menunggu hampir enam dekade untuk melihat Inggris kembali berada di puncak dunia.
Meski demikian, Kane menilai tekanan merupakan bagian tak terpisahkan dari sepak bola elite. Justru tekanan itulah yang membuat sebuah pencapaian menjadi lebih berarti.
Dengan pengalaman panjang di level internasional, performa yang tetap konsisten, serta dukungan skuad yang semakin matang, Kane percaya Inggris memiliki peluang nyata untuk mengakhiri penantian panjang tersebut.
Kesempatan Terakhir Generasi Emas Inggris?
Bagi banyak pengamat, Piala Dunia 2026 bisa menjadi kesempatan terbaik sekaligus mungkin kesempatan terakhir bagi sebagian pemain inti Inggris untuk meraih gelar internasional.
Baca Juga: Sosok Mantan Artis Tersangka Scammer Solo Terbongkar, Diduga Yakinkan Korban Lewat Video Call
Harry Kane, yang kini memasuki usia 32 tahun, berada dalam fase akhir puncak kariernya. Begitu pula beberapa pemain senior lainnya yang menjadi tulang punggung tim dalam beberapa turnamen terakhir. Karena itu, motivasi skuad Inggris kali ini dinilai berada pada level tertinggi.
Mereka tidak hanya mengejar gelar juara, tetapi juga berusaha mengukir sejarah yang akan dikenang selama puluhan tahun.
Dan di tengah seluruh harapan tersebut, satu gambaran terus hadir dalam benak Harry Kane: berdiri di podium tertinggi sepak bola dunia sambil mengangkat trofi emas yang selama ini hanya menjadi impian bagi generasi-generasi Inggris sebelumnya. (*)
Editor : Niklaas Andries