Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Drama Skuad Senegal! Bek Paris FC Gagal ke Piala Dunia, Talenta Bayern Justru Berangkat

Niklaas Andries • Rabu, 3 Juni 2026 | 09:42 WIB
ANDALAN: Sadio Mane akan jadi tumpuan Senegal di Piala Dunia 2026
ANDALAN: Sadio Mane akan jadi tumpuan Senegal di Piala Dunia 2026

RADARBANYUWANGI.ID - Kejutan mewarnai pengumuman skuad final Timnas Senegal untuk Piala Dunia 2026. Pelatih Pape Thiaw resmi mencoret dua pemain pada detik-detik terakhir sebelum batas pendaftaran FIFA ditutup.

Di sisi lain, gelandang muda Bayern Munich, Bara Sapoko Ndiaye, justru berhasil mengamankan tempat dalam daftar 26 pemain yang akan membawa ambisi Senegal menantang kekuatan dunia.

Keputusan tersebut diumumkan beberapa jam setelah Senegal menuntaskan laga uji coba melawan Amerika Serikat yang berakhir dengan kekalahan tipis 2-3. Meski kalah, pertandingan itu menjadi bahan evaluasi terakhir bagi Thiaw untuk menentukan komposisi skuad terbaik menuju turnamen terbesar sepak bola dunia.

Dua nama yang akhirnya harus tersingkir adalah bek muda Anderlecht, Ilay Camara, serta bek Paris FC, Moustapha Mbow. Keduanya gagal menembus daftar final setelah persaingan ketat dalam pemusatan latihan yang berlangsung di Amerika Serikat.

Baca Juga: Jelang Ritual Kebo-Keboan Aliyan, Puluhan Warga Banyuwangi Alami Trance Massal, Suasana Mistis Selimuti Sukodono

Pape Thiaw Ambil Keputusan Sulit

Sebelumnya, pada 21 Mei lalu, Pape Thiaw mengumumkan daftar sementara berisi 28 pemain. Artinya, masih ada dua nama yang harus dicoret agar sesuai dengan regulasi FIFA yang hanya memperbolehkan setiap negara mendaftarkan maksimal 26 pemain untuk Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Lupa Mematikan Obat Nyamuk, Rumah Warga Alasrejo Wongsorejo Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp20 Juta

Pemilihan Amerika Serikat sebagai lokasi pemusatan latihan memberi keuntungan tersendiri bagi Senegal. Para pemain dapat beradaptasi lebih cepat dengan atmosfer kompetisi sekaligus menjalani simulasi pertandingan dalam kondisi yang menyerupai turnamen sesungguhnya.

Dari seluruh rangkaian evaluasi tersebut, Thiaw akhirnya menjatuhkan pilihan yang tidak mudah.

Ilay Camara dan Moustapha Mbow harus menerima kenyataan pahit gagal berangkat ke Piala Dunia meski telah mengikuti seluruh proses persiapan tim.

Bara Sapoko Ndiaye Jadi Pemenang Besar

Salah satu cerita paling menarik dari pengumuman skuad Senegal adalah keberhasilan Bara Sapoko Ndiaye.

Gelandang serang Bayern Munich yang baru berusia 18 tahun itu tampil menjanjikan saat menghadapi Amerika Serikat. Penampilannya dianggap cukup meyakinkan untuk merebut satu tempat yang sebelumnya diprediksi menjadi milik Moustapha Mbow.

Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena Mbow sebelumnya tidak masuk dalam daftar pemain cadangan dan sempat diyakini memiliki peluang besar tampil di Piala Dunia.

Baca Juga: Ini Trio Baru Pimpinan Badan Gizi Nasional Pilihan Prabowo: Nanik S. Deyang, Agustina Arum Sari, dan Mayjen Trenggono

Bagi Bara Sapoko Ndiaye, pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam kariernya. Meski baru mengoleksi empat pertandingan di level profesional, ia akan merasakan pengalaman tampil di panggung terbesar sepak bola dunia untuk pertama kalinya.

Sebaliknya, bagi Mbow, keputusan itu menjadi pukulan berat. Beberapa hari sebelumnya, bek Paris FC tersebut bahkan mengungkapkan antusiasmenya untuk membela Senegal di Piala Dunia.

Baca Juga: Siapa Nanik Sudaryati Deyang? Dari Wartawan hingga Dipilih Prabowo Pimpin Badan Gizi Nasional

Sadio Mane Pimpin Generasi Emas Senegal

Di lini depan, Senegal tetap mengandalkan kapten sekaligus ikon sepak bola nasional, Sadio Mane.

Penyerang Al-Nassr itu akan menjadi pemimpin generasi emas Senegal yang dipenuhi talenta berkualitas dari berbagai liga top Eropa.

Kekuatan serangan Lions of Teranga diprediksi menjadi salah satu yang paling berbahaya di turnamen ini.

Selain Mane, Senegal masih memiliki Nicolas Jackson, Iliman Ndiaye, Ismaila Sarr, Assane Diao, hingga Ibrahim Mbaye yang musim lalu tampil menjanjikan bersama Paris Saint-Germain.

Kehadiran para pemain dengan karakter berbeda memberi fleksibilitas taktik yang besar bagi Pape Thiaw.

Nicolas Jackson menawarkan kekuatan fisik dan agresivitas di kotak penalti. Ismaila Sarr memiliki kecepatan luar biasa dalam serangan balik. Sementara Iliman Ndiaye dikenal kreatif dalam membangun peluang dari lini kedua.

Baca Juga: Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik Sudaryati Deyang Resmi Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

Kombinasi tersebut membuat Senegal diprediksi mampu memberikan ancaman serius kepada lawan-lawannya di fase grup. Kebangkitan Bamba Dieng Berbuah Tiket Piala Dunia

Nama lain yang patut mendapat sorotan adalah Bamba Dieng.

Penyerang Lorient tersebut berhasil menghidupkan kembali kariernya setelah sempat mengalami periode sulit. Penampilan konsisten sepanjang musim membuatnya kembali mendapatkan kepercayaan dari tim nasional.

Keberhasilan Dieng masuk skuad semakin mempertebal kedalaman lini serang Senegal yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah modern negara Afrika Barat tersebut.

Baca Juga: Sebelum Dilantik Jadi Sekkab Banyuwangi, Yayan Turun ke Sumber Gedor dan Ajak Pelajar Jaga Lingkungan

Dominasi Pemain Liga Prancis Masih Terlihat

Meski banyak pemain Senegal kini berkarier di berbagai kompetisi elite Eropa, pengaruh sepak bola Prancis masih sangat kuat dalam skuad nasional.

Nama-nama seperti Moussa Niakhaté, Mamadou Sarr, Lamine Camara, Yehvann Diouf, dan Mory Diaw kembali menjadi bagian penting tim setelah sebelumnya tampil pada Piala Afrika terakhir.

Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda menjadi fondasi utama Senegal dalam menghadapi persaingan berat di Piala Dunia 2026.

Tantangan Berat di Grup Neraka

Senegal tergabung dalam grup yang tidak mudah. Finalis Piala Afrika terakhir itu harus menghadapi Prancis, Norwegia, dan Irak pada fase grup.

Prancis jelas menjadi lawan terberat dengan kedalaman skuad yang luar biasa. Sementara Norwegia memiliki generasi emas yang dipimpin sejumlah bintang Eropa. Irak pun berpotensi menjadi batu sandungan karena dikenal memiliki organisasi permainan yang disiplin.

Baca Juga: Kurban Warga NU Banyuwangi Tembus Rp 94,33 Miliar, Lebih dari 671 Ribu Paket Daging Tersalurkan

Untuk melangkah jauh di turnamen ini, Senegal dituntut tampil sempurna sejak pertandingan pertama.

Dengan pengalaman, kualitas individu, serta komposisi skuad yang semakin matang, Lions of Teranga berharap mampu melampaui pencapaian terbaik mereka dan kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Afrika di panggung dunia.

Daftar Resmi 26 Pemain Senegal untuk Piala Dunia 2026

Baca Juga: Suyanto Waspo Tondo Wicaksono Resmi Jadi Sekkab Banyuwangi, Ungguli Kandidat Lain Lewat Sistem Manajemen Talenta

Penjaga Gawang: Edouard Mendy (Al-Ahli), Mory Diaw (Le Havre), Yehvann Diouf (Nice)

Bek: Ismail Jakobs (Galatasaray), El Hadj Malick Diouf (West Ham United), Krepin Diatta (AS Monaco), Antoine Mendy (Nice), Kalidou Koulibaly (Al-Hilal), Abdoulaye Seck (Maccabi Haifa), Moussa Niakhaté (Olympique Lyon), Mamadou Sarr (Chelsea)

Gelandang: Habib Diarra (Sunderland), Pape Matar Sarr (Tottenham Hotspur), Pathe Ciss (Rayo Vallecano), Pape Gueye (Villarreal), Lamine Camara (AS Monaco), Bara Sapoko Ndiaye (Bayern Munich), Idrissa Gana Gueye (Everton)

Penyerang: Sadio Mane (Al-Nassr), Ismaila Sarr (Crystal Palace), Ibrahim Mbaye (Paris Saint-Germain), Assane Diao (Como), Iliman Ndiaye (Everton), Cherif Ndiaye (Samsunspor), Bamba Dieng (Lorient), Nicolas Jackson (Chelsea). (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#piala dunia 2026 #sadio mane #senegal #Paris FC