RADARBANYUWANGI.ID - Hitung mundur menuju Piala Dunia 2026 terus berjalan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen terbesar sepak bola dunia akan diikuti 48 negara dan digelar di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sebagai salah satu tuan rumah, Meksiko mendapatkan kehormatan membuka turnamen pada laga perdana Grup A. Namun jalan menuju fase gugur dipastikan tidak mudah.
Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Republik Ceko hadir dengan ambisi yang sama: merebut tiket ke babak 32 besar. Tidak seperti beberapa grup lain yang memiliki jurang kualitas cukup lebar, Grup A justru berpotensi menjadi salah satu grup paling terbuka di Piala Dunia 2026.
Meskipun Meksiko difavoritkan finis di posisi teratas, perebutan satu tiket tersisa menuju fase gugur diprediksi berlangsung sengit hingga pertandingan terakhir.
Meksiko: Tuan Rumah yang Haus Pembuktian
Peringkat FIFA: 15 Bagi Meksiko, Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen biasa. El Tri datang dengan misi menebus kegagalan memalukan pada Piala Dunia 2022 di Qatar ketika mereka gagal lolos dari fase grup untuk pertama kalinya sejak 1978.
Sebagai tuan rumah, Meksiko tidak perlu menjalani babak kualifikasi. Kondisi itu membuat mereka lebih banyak memainkan laga uji coba internasional sejak menjuarai Piala Emas CONCACAF 2025 setelah mengalahkan Amerika Serikat di partai final.
Performa mereka menjelang turnamen menunjukkan tren positif. Setelah sempat melewati enam pertandingan tanpa kemenangan pada akhir tahun lalu, Meksiko bangkit dengan mencatat hasil imbang melawan Portugal dan Belgia serta meraih kemenangan atas Ghana, Australia, Islandia, Panama, dan Bolivia.
Yang paling mengesankan, mereka tidak kebobolan satu gol pun dalam rangkaian kemenangan tersebut.
Pemain Kunci Meksiko: Gilberto Mora
Sorotan utama tertuju pada Gilberto Mora. Lahir pada 2008, Mora menjadi pemain termuda di Piala Dunia 2026. Usianya baru 17 tahun, tetapi namanya sudah masuk radar klub-klub elite Eropa seperti Real Madrid, Manchester United, dan Paris Saint-Germain.
Beroperasi sebagai gelandang serang maupun penyerang, Mora telah mencetak 10 gol dalam 53 pertandingan di level klub dan menjadi pemain termuda yang pernah membela tim nasional senior Meksiko.
Jika mampu mengatasi tekanan sebagai tuan rumah, Mora berpotensi menjadi salah satu bintang muda paling bersinar sepanjang turnamen.
Baca Juga: Siapa Nanik Sudaryati Deyang? Dari Wartawan hingga Dipilih Prabowo Pimpin Badan Gizi Nasional
Korea Selatan: Kuda Hitam dari Asia
Peringkat FIFA: 25 Ketika membicarakan tim Asia yang mampu membuat kejutan di Piala Dunia, Korea Selatan selalu masuk dalam daftar.
Negeri Ginseng memiliki sejarah panjang di turnamen ini, termasuk pencapaian fenomenal menembus semifinal pada 2002.Meski dalam beberapa edisi terakhir gagal mengulangi prestasi tersebut, konsistensi mereka di babak kualifikasi tetap mengesankan.
Baca Juga: Siapa Nanik Sudaryati Deyang? Dari Wartawan hingga Dipilih Prabowo Pimpin Badan Gizi Nasional
Korea Selatan tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan kualifikasi menuju Piala Dunia 2026 dan berhasil lolos untuk ke-11 kali secara beruntun.
Namun performa mereka sepanjang tahun 2026 tidak sepenuhnya meyakinkan. Mereka kalah telak 0-4 dari Pantai Gading pada Maret lalu sebelum kembali menelan kekalahan tipis 0-1 dari Austria.
Pemain Kunci Korea Selatan: Son Heung-min
Meski sudah berusia 33 tahun, Son Heung-min tetap menjadi jantung permainan Korea Selatan. Legenda sepak bola Asia itu akan menjalani Piala Dunia keempat dalam kariernya.
Satu gol saja di Piala Dunia 2026 akan membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak Korea Selatan sepanjang sejarah Piala Dunia. Setelah meninggalkan Tottenham Hotspur, Son tetap menunjukkan kualitas kelas dunia bersama Los Angeles FC.
Dalam 34 pertandingan, ia terlibat dalam 34 gol dan assist, termasuk mencatat lima assist dalam satu pertandingan MLS pada April lalu. Pengalaman dan kualitas Son akan menjadi faktor penentu bagi peluang Korea Selatan melangkah jauh.
Baca Juga: Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik Sudaryati Deyang Resmi Jadi Kepala Badan Gizi Nasional
Republik Ceko: Kembali Setelah Penantian Dua Dekade
Peringkat FIFA: 41 Republik Ceko akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia setelah absen selama 20 tahun.
Ini menjadi penampilan kedua mereka di Piala Dunia sebagai negara independen setelah debut pada edisi 2006. Namun catatan mereka di turnamen besar belum terlalu menggembirakan.
Pada Piala Dunia 2006 maupun Euro 2024, Republik Ceko sama-sama tersingkir pada fase grup. Perjalanan menuju Amerika Utara juga tidak mudah.
Mereka harus melewati jalur play-off UEFA dan mengalahkan Republik Irlandia serta Denmark melalui adu penalti untuk memastikan tiket ke putaran final.
Pemain Kunci Republik Ceko: Patrik Schick
Harapan terbesar Republik Ceko kembali berada di pundak Patrik Schick. Striker berusia 30 tahun itu telah mencetak 25 gol untuk negaranya dan kini menjadi pencetak gol terbanyak keempat sepanjang sejarah tim nasional.
Schick pernah berbagi gelar Sepatu Emas Euro 2020 bersama Cristiano Ronaldo. Bersama Bayer Leverkusen, ia masih menunjukkan ketajamannya dengan mencetak 16 gol di Bundesliga musim 2025-2026.
Jika Schick menemukan performa terbaiknya, Republik Ceko bisa menjadi batu sandungan serius bagi lawan-lawannya.
Afrika Selatan: Kembali ke Piala Dunia Setelah 16 Tahun
Peringkat FIFA: 60. Afrika Selatan kembali ke panggung dunia setelah absen dalam tiga siklus kualifikasi berturut-turut. Enam belas tahun setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 yang ikonik, Bafana Bafana akhirnya berhasil kembali tampil di turnamen terbesar dunia.
Baca Juga: Cara Cek Penerima PIP 2026 Online Pakai NISN dan NIK, Simak Syarat, Besaran Bantuan, dan Kriterianya
Mereka lolos sebagai juara Grup C zona Afrika meski sempat terkena hukuman kekalahan administratif akibat memainkan pemain yang tidak memenuhi syarat.
Namun performa terkini mereka masih menimbulkan tanda tanya. Afrika Selatan tersingkir pada babak 16 besar Piala Afrika dan gagal meraih kemenangan dalam tiga laga uji coba terakhir menjelang Piala Dunia.
Baca Juga: Sosok Mantan Artis Tersangka Scammer Solo Terbongkar, Diduga Yakinkan Korban Lewat Video Call
Pemain Kunci Afrika Selatan: Lyle Foster
Lyle Foster tetap menjadi tumpuan utama lini depan Afrika Selatan.
Meski klubnya, Burnley, terdegradasi dari Premier League, Foster tetap menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol ke gawang tim-tim besar seperti Manchester United dan Tottenham Hotspur.
Di level internasional, ia telah mengoleksi 10 gol dari 27 pertandingan bersama tim nasional.
Laga Kunci Grup A: Meksiko vs Afrika Selatan
Pertandingan pembuka Piala Dunia selalu memiliki nilai historis tersendiri. Kali ini sorotan akan tertuju ke Stadion Azteca, Mexico City, ketika Meksiko menghadapi Afrika Selatan pada 11 Juni.
Selain menjadi pertandingan pertama Grup A, laga tersebut juga akan menjadi pertandingan pembuka resmi Piala Dunia 2026.
Atmosfer puluhan ribu pendukung tuan rumah dipastikan menjadikan pertandingan ini salah satu tontonan paling menarik pada pekan pertama turnamen.
Baca Juga: Kurban Warga NU Banyuwangi Tembus Rp 94,33 Miliar, Lebih dari 671 Ribu Paket Daging Tersalurkan
Prediksi Grup A Piala Dunia 2026
Di atas kertas, Meksiko memiliki kualitas dan momentum terbaik untuk memuncaki grup. Keuntungan bermain di hadapan publik sendiri juga menjadi faktor penting yang sulit diabaikan.
Korea Selatan diperkirakan menjadi pesaing utama dalam perebutan posisi kedua berkat pengalaman dan kualitas individu yang lebih baik dibanding Republik Ceko.
Sementara itu, Republik Ceko berpotensi bersaing hingga pertandingan terakhir. Afrika Selatan diprediksi menghadapi tugas berat menghadapi tiga lawan dengan kualitas lebih tinggi.
Baca Juga: Terbongkar! Sindikat Scammer Internasional Rp41 Miliar Beroperasi dari Solo Raya, 39 Orang Ditangkap
Prediksi Klasemen Akhir Grup A
1. Meksiko — 7 poin
2. Korea Selatan — 5 poin
3. Republik Ceko — 4 poin
4. Afrika Selatan — 0 poin
Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, Meksiko dan Korea Selatan akan melaju ke babak gugur. Namun dengan karakter kompetitif yang dimiliki seluruh peserta Grup A, kejutan tetap sangat mungkin terjadi sejak laga pertama hingga pertandingan terakhir. (*)
Editor : Niklaas Andries