RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu bukan hanya menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 tim peserta, tetapi juga menghadirkan sejumlah pembaruan penting dalam aspek perwasitan.
Salah satu perhatian utama publik sepak bola dunia adalah keberlanjutan penggunaan Video Assistant Referee (VAR), teknologi yang terus memicu perdebatan sejak pertama kali diperkenalkan secara resmi pada 2016.
FIFA memastikan bahwa VAR tetap akan digunakan sepanjang Piala Dunia 2026. Bahkan, badan sepak bola dunia tersebut menambah kewenangan sistem bantuan video itu demi meningkatkan akurasi pengambilan keputusan di lapangan.
VAR Tetap Jadi Bagian Penting Piala Dunia 2026
Sebanyak 30 petugas VAR spesialis telah ditunjuk FIFA untuk mendukung para wasit utama selama turnamen berlangsung. Mereka akan bertugas meninjau berbagai insiden melalui tayangan ulang video dan memberikan rekomendasi kepada wasit yang memimpin pertandingan.
Teknologi VAR pertama kali digunakan dalam ajang Piala Dunia pada edisi 2018 di Rusia. Saat itu, FIFA mengklaim tingkat akurasi keputusan wasit mencapai 95 persen tanpa bantuan teknologi. Setelah adanya intervensi VAR, angka tersebut meningkat menjadi 99,3 persen.
Baca Juga: Era Baru Jepang Dimulai, Tokyo Perkuat Militer dan Industri Senjata untuk Hadapi China
Ketua Komite Wasit FIFA saat itu, Pierluigi Collina, menyebut tingkat akurasi tersebut nyaris sempurna meskipun tetap membuka kemungkinan adanya kesalahan interpretasi dalam beberapa situasi tertentu.
Kewenangan VAR Diperluas
Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang pertama yang menerapkan sejumlah perubahan penting terkait penggunaan VAR.
Sebelumnya, VAR hanya dapat mengintervensi empat situasi utama, yakni gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain
Kini, berdasarkan persetujuan International Football Association Board (IFAB), VAR juga dapat melakukan pemeriksaan terhadap keputusan tendangan sudut dan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Perubahan tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi kesalahan yang dapat berpengaruh besar terhadap hasil pertandingan.
FIFA menilai situasi seperti tendangan sudut yang seharusnya tidak diberikan namun berujung gol dapat menjadi faktor yang menentukan nasib sebuah negara dalam turnamen sebesar Piala Dunia.
Teknologi Offside Semi-Otomatis Tetap Digunakan
Selain VAR, FIFA juga memastikan penggunaan teknologi offside semi-otomatis yang sebelumnya telah diterapkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Teknologi ini memungkinkan proses pemeriksaan offside berlangsung lebih cepat dan akurat melalui kombinasi sensor bola, kamera khusus, serta kecerdasan buatan.
Di samping itu, teknologi garis gawang (goal-line technology) tetap digunakan untuk membantu wasit menentukan apakah bola telah sepenuhnya melewati garis gawang atau belum.
FIFA Perkenalkan Hitung Mundur untuk Kurangi Buang Waktu
Dalam upaya meningkatkan efektivitas waktu bermain, FIFA juga memperkenalkan sistem hitung mundur pada beberapa situasi pertandingan.
Aturan tersebut akan diterapkan pada tendangan gawang, lemparan ke dalam, dan pergantian pemain.
Langkah ini bertujuan meminimalkan praktik mengulur waktu yang kerap dilakukan tim ketika sedang unggul atau berusaha mempertahankan hasil pertandingan.
Mantan Wasit Piala Dunia Dukung Aturan Baru
Mantan asisten wasit FIFA, Darren Cann, yang pernah bertugas pada Piala Dunia 2010 dan 2014, mendukung perluasan fungsi VAR. Menurutnya, pemeriksaan terhadap keputusan tendangan sudut dapat dilakukan dengan cepat tanpa mengganggu ritme pertandingan.
Baca Juga: Pemprov DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus 2026, Warga Cukup Bayar Pokok Pajak
Cann menilai sebagian besar keputusan tendangan sudut bisa diverifikasi secara diam-diam oleh tim VAR sebelum bola kembali dimainkan, sehingga tidak menambah waktu jeda secara signifikan.
Ia juga menegaskan bahwa FIFA dan IFAB ingin menghindari situasi ketika sebuah tim tersingkir hanya karena gol yang lahir dari tendangan sudut yang sebenarnya tidak layak diberikan.
FIFA Tunjuk 170 Perangkat Pertandingan
Baca Juga: Saat Kesepakatan Hampir Jadi, Trump Justru Kirim Proposal Lebih Keras ke Iran
Untuk mengawal jalannya turnamen terbesar dalam sejarah tersebut, FIFA telah menunjuk total 170 perangkat pertandingan, termasuk 52 wasit utama yang berasal dari berbagai konfederasi.
Beberapa nama ternama yang akan bertugas di Piala Dunia 2026 antara lain Szymon Marciniak (Polandia), michael Oliver (Inggris), Anthony Taylor (Inggris), Clement Turpin (Prancis), Francois Letexier (Prancis), Danny Makkelie (Belanda), Felix Zwayer (Jerman), Slavko Vincic (Slovenia), Wilton Sampaio (Brasil), Cesar Ramos (Meksiko).
Selain itu, terdapat pula sejumlah wasit dari Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania yang akan terlibat dalam turnamen tersebut.
Piala Dunia dengan Standar Teknologi Tertinggi
Dengan kombinasi VAR yang diperluas, teknologi offside semi-otomatis, teknologi garis gawang, serta aturan baru untuk mengurangi pemborosan waktu, Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi turnamen dengan dukungan teknologi perwasitan paling lengkap sepanjang sejarah sepak bola.
FIFA berharap seluruh inovasi tersebut mampu meminimalkan kontroversi, meningkatkan akurasi keputusan, dan menjaga kualitas pertandingan dalam ajang yang akan diikuti 48 negara dari seluruh dunia. (*)
Editor : Niklaas Andries