RADARBANYUWANGI.ID - Piala Dunia 2026 semakin dekat setelah seluruh peserta resmi menyerahkan daftar akhir berisi 26 pemain sebelum tenggat waktu FIFA pada 1 Juni 2026.
Dengan berakhirnya final Liga Champions, perhatian dunia kini sepenuhnya tertuju pada turnamen terbesar sepak bola yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara dan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Selain persaingan di lapangan, komposisi skuad setiap negara juga menghadirkan sejumlah fakta menarik. Mulai dari tim dengan rata-rata usia tertua dan termuda hingga skuad dengan nilai pasar paling tinggi di dunia.
Panama Jadi Tim Tertua di Piala Dunia 2026
Di antara seluruh peserta, Panama tercatat sebagai negara dengan rata-rata usia skuad tertinggi, yakni 30,4 tahun.
Sebanyak 13 pemain Panama berusia 30 tahun atau lebih. Gelandang veteran Alberto Quintero menjadi pemain tertua dalam skuad tersebut pada usia 38 tahun. Ia diikuti kapten tim Anibal Godoy yang berusia 36 tahun, serta Luis Mejia, Eric Davis, dan Cecilio Waterman yang masing-masing berusia 35 tahun.
Kolombia berada tepat di belakang Panama dengan rata-rata usia 30,1 tahun. Kehadiran para pemain senior seperti David Ospina, Camilo Vargas, dan James Rodriguez menjadi faktor utama tingginya rata-rata usia skuad mereka.
Baca Juga: Era Baru Jepang Dimulai, Tokyo Perkuat Militer dan Industri Senjata untuk Hadapi China
Lima skuad tertua di Piala Dunia 2026:
Panama — 30,4 tahun
Kolombia — 30,1 tahun
Tanjung Verde — 29,6 tahun
Brasil — 29,2 tahun
Skotlandia — 29,2 tahun
Craig Gordon Jadi Pemain Tertua Turnamen
Penjaga gawang Skotlandia Craig Gordon akan menjadi pemain tertua yang tampil di Piala Dunia 2026 dengan usia 43 tahun.
Kiper Hearts tersebut lahir pada 31 Desember 1982 dan telah membela tim nasional Skotlandia sejak Mei 2004. Meski demikian, Gordon belum mampu memecahkan rekor pemain tertua sepanjang sejarah Piala Dunia yang masih dipegang kiper Mesir Essam El Hadary, yang tampil pada usia 45 tahun di Piala Dunia 2018.
Ekuador Miliki Skuad Termuda
Di sisi lain, Ekuador menjadi negara dengan rata-rata usia termuda di Piala Dunia 2026, yakni hanya 25,65 tahun.
Sebanyak 12 pemain dalam skuad mereka berusia di bawah 25 tahun. Ekuador hanya membawa tiga pemain berusia di atas 30 tahun, dengan kiper Hernan Galindez yang berusia 39 tahun menjadi pemain tertua.
Talenta muda Kendry Paez yang baru berusia 19 tahun menjadi simbol regenerasi tim tersebut.
Pantai Gading menjadi satu-satunya negara lain yang memiliki rata-rata usia di bawah 26 tahun.
Lima skuad termuda di Piala Dunia 2026:
Baca Juga: Pemprov DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus 2026, Warga Cukup Bayar Pokok Pajak
Ekuador — 25,7 tahun
Pantai Gading — 25,8 tahun
Maroko — 26,3 tahun
Tunisia — 26,6 tahun
Baca Juga: Saat Kesepakatan Hampir Jadi, Trump Justru Kirim Proposal Lebih Keras ke Iran
Spanyol — 26,7 tahun
Gilberto Mora Jadi Pemain Termuda
Gelandang Meksiko Gilberto Mora menjadi pemain termuda yang dipanggil ke Piala Dunia 2026. Lahir pada Oktober 2008, Mora masih berusia 17 tahun dan menjadi satu-satunya pemain berusia di bawah 18 tahun dalam turnamen kali ini.
Pemain klub Tijuana tersebut telah mengoleksi tujuh caps bersama tim nasional Meksiko dan disebut-sebut menjadi incaran sejumlah klub elite Eropa, termasuk Real Madrid dan Manchester United.
Meski demikian, Mora tidak akan memecahkan rekor pemain termuda sepanjang sejarah Piala Dunia yang masih dipegang Norman Whiteside dari Irlandia Utara, yang tampil pada usia 17 tahun 41 hari pada edisi 1982.
Posisi Inggris dalam Daftar Usia Skuad
Tim nasional Inggris memiliki rata-rata usia 27,47 tahun, menempatkan mereka sebagai skuad ke-29 tertua dari seluruh peserta.
Jordan Henderson yang berusia 35 tahun menjadi pemain tertua dalam daftar pilihan pelatih Thomas Tuchel. Sementara itu, Kobbie Mainoo yang baru berusia 21 tahun menjadi pemain termuda dalam skuad Tiga Singa.
Komposisi tersebut menunjukkan keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi yang menjadi salah satu kekuatan utama Inggris menuju turnamen.
Prancis Punya Skuad Termahal Dunia
Berdasarkan valuasi pasar Transfermarkt, Prancis menjadi negara dengan skuad paling bernilai di Piala Dunia 2026. Total nilai pasar skuad Les Bleus mencapai £1,28 miliar atau sekitar Rp26,88 triliun.
Kylian Mbappe menjadi pemain dengan nilai tertinggi sebesar £173,1 juta atau sekitar Rp3,64 triliun. Ia diikuti Michael Olise dengan nilai sekitar Rp2,73 triliun dan Ousmane Dembele sekitar Rp1,82 triliun.
Meski tidak membawa sejumlah bintang seperti Cole Palmer, Phil Foden, dan Trent Alexander-Arnold, Inggris tetap menempati posisi kedua dalam daftar skuad termahal dengan nilai mencapai £1,13 miliar atau sekitar Rp23,73 triliun.
Lima skuad termahal di Piala Dunia 2026:
Prancis — £1,28 miliar (Rp26,88 triliun)
Inggris — £1,13 miliar (Rp23,73 triliun)
Spanyol — £1,10 miliar (Rp23,10 triliun)
Baca Juga: Trump Mendadak Ubah Kesepakatan Iran, Perdamaian Timur Tengah Kembali Terancam
Jerman — £880 juta (Rp18,48 triliun)
Portugal — £828,4 juta (Rp17,40 triliun)
Kombinasi Pengalaman dan Bintang Muda
Baca Juga: Trump Tunda Kesepakatan Iran, Negosiasi Nuklir dan Selat Hormuz Kembali Memanas
Data usia dan nilai pasar menunjukkan betapa beragamnya pendekatan yang diterapkan setiap negara menuju Piala Dunia 2026. Panama dan Kolombia mengandalkan pengalaman pemain senior, sementara Ekuador dan Pantai Gading menaruh harapan besar pada generasi muda mereka.
Di sisi lain, Prancis, Inggris, dan Spanyol tetap menjadi kekuatan utama dari segi kualitas individu dan nilai pasar. Namun seperti yang kerap terjadi dalam sejarah Piala Dunia, status skuad termahal tidak selalu menjamin keberhasilan mengangkat trofi.
Persaingan di Amerika Utara nanti akan menjadi panggung pembuktian apakah pengalaman, talenta muda, atau kekuatan finansial yang akhirnya mampu membawa sebuah negara menjadi juara dunia. (*)
Editor : Niklaas Andries