Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Emiliano Martínez: Dari Bocah Provokatif Menjadi Tembok Argentina dalam Misi Pertahankan Gelar Piala Dunia 2026

Niklaas Andries • Senin, 1 Juni 2026 | 11:40 WIB
KIPER ARGENTINA: Sosok Emilio Martinez masih jadi andalan Argentina di Piala Dunia 2026
KIPER ARGENTINA: Sosok Emilio Martinez masih jadi andalan Argentina di Piala Dunia 2026

RADARBANYUWANGI.ID - Nama Emiliano Martínez identik dengan keberanian, kontroversi, dan kemampuan luar biasa di bawah mistar gawang. Namun jauh sebelum menjadi pahlawan Argentina di Piala Dunia 2022, penjaga gawang yang akrab disapa "Dibu" itu ternyata sudah dikenal sebagai sosok yang gemar mengganggu konsentrasi lawan sejak masa kecilnya.

Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Martínez kembali menjadi salah satu figur sentral dalam ambisi Argentina mempertahankan mahkota juara dunia.

Bakat dan Mentalitas Juara Sejak Usia Dini

Menurut Jorge Peta, salah satu pelatih pertama Martínez di Mar del Plata, karakter unik sang kiper sudah terlihat sejak usia muda. Ketika merasa lawan tidak cukup mengancam gawangnya, Martínez bahkan sengaja membiarkan bola memantul agar penyerang lawan mendapat kesempatan menembak lagi.

Baca Juga: Proyek Kereta Api Kaltara Rp25 Triliun Dipastikan Tanpa APBN dan APBD, Ditarget Terhubung IKN hingga Malaysia

"Dia memang sudah terkenal banyak bicara sejak kecil," ungkap Peta.

Kebiasaan berbicara dan mengintimidasi lawan itulah yang kemudian berkembang menjadi salah satu senjata psikologis utama Martínez di level tertinggi sepak bola dunia.

Baca Juga: Meta Ubah Strategi Bisnis, Instagram, Facebook, dan WhatsApp Kini Punya Paket Langganan Berbayar Mulai Rp 49 Ribuan

Pahlawan Argentina di Qatar 2022

Popularitas Martínez melonjak drastis saat membantu Argentina meraih gelar juara dunia di Qatar 2022. Salah satu momen paling ikonik terjadi ketika ia menggagalkan peluang emas Randal Kolo Muani pada menit-menit akhir final melawan Prancis.

Penyelamatan tersebut dianggap sebagai salah satu momen paling menentukan dalam sejarah Piala Dunia modern.

Selain refleks luar biasanya, Martínez juga dikenal memiliki kemampuan spesial dalam adu penalti. Kombinasi postur tubuh, keberanian, dan permainan psikologis membuat banyak eksekutor kehilangan ketenangan saat berhadapan dengannya.

Jalan Panjang Menuju Tim Nasional

Karier Martínez tidak dibangun secara instan. Ia meninggalkan Argentina saat masih remaja untuk bergabung dengan Arsenal tanpa pernah tampil di kasta tertinggi sepak bola negaranya.

Di Inggris, kariernya tidak langsung bersinar. Ia sempat dipinjamkan ke sejumlah klub seperti Oxford United, Sheffield Wednesday, Rotherham United, dan Reading sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan menunjukkan kualitasnya.

Baca Juga: Kalender Jawa Senin Wage 1 Juni 2026: Bertepatan Hari Lahir Pancasila, Ini Makna Filosofi Neptu 8 dan Wuku Julungwangi

Meski minim menit bermain, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, tetap memanggilnya ke tim nasional pada masa pandemi COVID-19.

Debutnya terjadi pada Juni 2021 dalam laga kualifikasi Piala Dunia melawan Chile. Sejak saat itu, posisi penjaga gawang utama Argentina praktis menjadi miliknya.

Baca Juga: Arus Balik Libur Iduladha Memuncak, Stasiun Surabaya Gubeng hingga Malang Dipadati Penumpang Kereta Api

Raja Adu Penalti

Martínez mulai membangun reputasi sebagai spesialis adu penalti saat Copa América 2021.

Dalam semifinal melawan Kolombia, ia bahkan sempat melontarkan kalimat provokatif kepada bek lawan, Davinson Sánchez.

"Saya minta maaf, tetapi saya akan menghentikan tendanganmu, kawan."

Ucapan tersebut terbukti bukan sekadar gertakan. Martínez berhasil menggagalkan tiga penalti dan membawa Argentina melaju ke final hingga akhirnya menjadi juara.

Keahliannya kembali terlihat pada perempat final Piala Dunia 2022 melawan Belanda dalam laga yang kemudian dikenal sebagai "Pertempuran Lusail".

Ia menggagalkan eksekusi penalti Virgil van Dijk dan Steven Berghuis sebelum merayakannya dengan tarian khas yang kemudian ditiru anak-anak Argentina.

Baca Juga: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik, Simak Harga BBM Terbaru Hari Ini

Kontroversi yang Tak Pernah Lepas

Kesuksesan Martínez tidak datang tanpa kritik. Gaya selebrasi yang dianggap berlebihan dan berbagai upaya mengganggu konsentrasi lawan saat adu penalti membuatnya menjadi sosok yang kontroversial.

Sejumlah tokoh sepak bola dunia seperti Fabio Capello, Edwin van der Sar, hingga Emmanuel Petit pernah mengkritik perilakunya.

Namun Martínez tidak terlalu mempedulikan pandangan tersebut.

Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri 24 Hari Ini 1 Juni 2026 Stagnan, Antam Bertahan Rp2,911 Juta per Gram

"Apa yang dipikirkan orang lain tidak memengaruhi saya. Mereka boleh memiliki pendapat masing-masing, tetapi saya tahu siapa diri saya," kata Martínez.

"Di luar lapangan saya adalah ayah, suami, dan anak. Namun di dalam lapangan saya hanya ingin menang."

FIFA Sampai Mengubah Regulasi

Pengaruh Martínez terhadap permainan bahkan memicu perubahan regulasi. Setelah Piala Dunia 2022, FIFA memperkenalkan kode etik baru bagi penjaga gawang saat adu penalti.

Aturan tersebut melarang kiper melakukan tindakan yang bertujuan mengganggu konsentrasi penendang, termasuk berbicara berlebihan atau sengaja memperlambat proses eksekusi.

Pada 2024, FIFA juga menjatuhkan sanksi larangan bermain dua pertandingan kepada Martínez karena dianggap melanggar prinsip sportivitas dalam laga melawan Chile dan Kolombia.

Fokus pada Misi Juara Dunia Beruntun

Baca Juga: Nilai TKA Matematika Siswa Banyuwangi Masih di Kisaran 40, Dispendik Sebut Soal Baru dan Sulit Jadi Faktor Utama

Terlepas dari berbagai kontroversi, posisi Martínez sebagai kiper utama Argentina tidak tergoyahkan.

Pelatih Lionel Scaloni telah memastikan bahwa penjaga gawang berusia 33 tahun itu tetap menjadi pilihan utama untuk Piala Dunia 2026.

Martínez sendiri datang ke turnamen setelah menjalani musim yang kuat bersama Aston Villa dan baru saja meraih gelar kompetisi Eropa.

Baca Juga: Lonjakan Perjalanan Saat Libur Iduladha, KAI Daop 4 Semarang Operasikan Kereta Api Tambahan dan Layani Ratusan Ribu Penumpang

Meski sempat mengalami patah tulang jari manis tangan kanan saat final melawan Freiburg, kondisi sang kiper dilaporkan membaik dan siap tampil pada laga perdana Argentina melawan Aljazair pada 16 Juni di Grup J yang juga dihuni Austria dan Yordania.

Scaloni menegaskan bahwa aspek terpenting dari Martínez adalah kontribusinya di lapangan.

"Hal-hal lain adalah bagian dari kepribadiannya. Kami fokus pada kualitas sepak bolanya," ujar Scaloni.

Ikon Baru di Argentina

Menjelang Piala Dunia 2026, jersey nomor 23 milik Martínez menjadi salah satu yang paling laris di Argentina, hanya kalah populer dari nomor 10 milik Lionel Messi.

Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana Martínez telah berkembang dari sosok kontroversial menjadi simbol kebangkitan posisi penjaga gawang di Argentina.

Baginya, warisan terbesar bukan hanya trofi yang berhasil diraih, melainkan inspirasi yang ia tinggalkan.

"Hal terpenting adalah Argentina akan memiliki banyak penjaga gawang hebat di masa depan. Kecintaan terhadap posisi kiper telah kembali," tutur Martínez.

Kini, setelah menjadi pahlawan di Qatar 2022, Emiliano Martínez bersiap menghadapi tantangan berikutnya: membawa Argentina mencatat sejarah sebagai juara dunia dua edisi berturut-turut dan memperkuat statusnya sebagai salah satu kiper paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern. (*)

Editor : Niklaas Andries
#piala dunia 2026 #FIFA #Argentina #Emilio Martinez