Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kisah Tak Terduga Slamet Santoso, Pemain Banyuwangi Ini Direkrut Klub Polandia Usai Nonton Pertandingan dan Main Bola di Pinggir Lapangan

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 1 Juni 2026 | 05:30 WIB
GO INTERNATIONAL: Slamet Santoso, eks gelandang Baruna Nusantara FC kini memperkuat klub asal Polandia, Sokol Pyrzyce. (Hariyono for Radar Banyuwangi)
GO INTERNATIONAL: Slamet Santoso, eks gelandang Baruna Nusantara FC kini memperkuat klub asal Polandia, Sokol Pyrzyce. (Hariyono for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Jalan menuju sepak bola Eropa biasanya ditempuh melalui agen pemain, seleksi ketat, atau turnamen internasional. Namun, kisah berbeda dialami Slamet Santoso. Pesepak bola asal Banyuwangi itu justru mendapat kontrak dari klub Polandia setelah tanpa sengaja menunjukkan kemampuannya saat bermain bola bersama anak-anak di sekitar stadion.

Kini, mantan pemain Baruna Nusantara FC tersebut resmi menjadi bagian dari Sokol Pyrzyce, klub yang berkompetisi di Klasa Okręgowa atau kasta kelima Liga Polandia. Cerita unik itu pun menjadi bukti bahwa kesempatan besar bisa datang dari tempat dan situasi yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Slamet yang berasal dari Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, sebelumnya dikenal sebagai salah satu pemain yang memperkuat Baruna Nusantara FC saat tampil pada kompetisi Liga 3 Indonesia musim 2023/2024.

Tidak lama setelah merantau ke Polandia, pria berusia 28 tahun itu berkesempatan menyaksikan pertandingan yang dimainkan Sokol Pyrzyce sekitar dua bulan lalu. Saat pertandingan usai, Slamet memilih tetap berada di sekitar lapangan.

Di lokasi tersebut, sejumlah anak-anak tampak bermain sepak bola. Tanpa ada rencana apa pun, Slamet ikut bergabung dan bermain bersama mereka.

Siapa sangka, aksinya mengolah bola justru menarik perhatian sejumlah ofisial klub yang masih berada di area stadion setelah pertandingan berakhir.

“Setelah itu saya dipanggil dan diajak ikut latihan bersama tim,” ujar Slamet.

Kesempatan mengikuti sesi latihan bersama Sokol Pyrzyce menjadi titik awal perubahan besar dalam perjalanan kariernya. Dalam beberapa kesempatan latihan, kemampuan teknis dan pengalaman bermain yang dimiliki Slamet rupanya membuat manajemen klub tertarik.

Tidak membutuhkan waktu lama, pihak klub kemudian mulai menanyakan latar belakang sepak bola yang pernah dijalani Slamet di Indonesia.

Mereka menggali informasi mengenai klub-klub yang pernah dibela pemain asal Banyuwangi tersebut sebelum akhirnya memutuskan merekrutnya sebagai bagian dari skuad.

“Saya sempat tanya apakah harus mengurus izin dari klub lama, tapi mereka bilang nanti presiden klub yang akan mengurus,” katanya.

Bergabungnya Slamet ke Sokol Pyrzyce menjadi langkah penting dalam karier sepak bolanya. Meski berkompetisi di kasta kelima Liga Polandia, kesempatan bermain di Eropa menjadi pengalaman berharga yang tidak mudah diperoleh pemain Indonesia.

Selain membuka peluang berkembang secara profesional, bermain di lingkungan sepak bola Eropa juga memberikan pengalaman baru terkait budaya sepak bola, metode latihan, serta persaingan kompetitif yang berbeda dibandingkan di Indonesia.

Kabar bergabungnya Slamet ke klub Polandia tersebut juga disambut bangga oleh keluarga besar Baruna Nusantara FC.

Manajer Baruna Nusantara FC Hariyono mengatakan bahwa pencapaian mantan pemainnya itu menjadi bukti kualitas pesepak bola Banyuwangi mampu bersaing di level internasional.

Menurutnya, keberhasilan Slamet dapat menjadi motivasi bagi pemain-pemain muda daerah untuk terus berlatih dan berani mengejar kesempatan di level yang lebih tinggi.

“Ini tentu kebanggaan bagi kami. Artinya pemain lokal Banyuwangi masih punya daya tarik dan kualitas,” ujarnya.

Hariyono mengungkapkan bahwa perjalanan Slamet menuju sepak bola profesional telah dimulai sejak usia muda. Sebelum memperkuat Baruna Nusantara FC, pemain tersebut lebih dahulu ditempa di Sekolah Sepak Bola (SSB) Porwing Ringin Telu.

Dari pembinaan usia dini itulah kemampuan Slamet terus berkembang hingga akhirnya mampu menembus kompetisi Liga 3 Indonesia dan kini mendapatkan kesempatan bermain di Eropa.

Menurut Hariyono, kepindahan Slamet ke Sokol Pyrzyce menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Baruna Nusantara FC sekaligus kebanggaan bagi dunia sepak bola Banyuwangi.

Terlebih, klub asal Polandia tersebut telah mengumumkan secara resmi kedatangan pemain asal Indonesia itu kepada publik.

“Sudah ada pengumuman resmi dari klub mereka tentang kedatangan Slamet,” pungkasnya.

Keberhasilan Slamet Santoso menembus kompetisi sepak bola Eropa menunjukkan bahwa jalur menuju level internasional tidak selalu datang melalui skenario besar. Terkadang, kesempatan itu hadir dari momen sederhana yang tidak direncanakan.

Dari lapangan kecil di Banyuwangi hingga stadion di Polandia, perjalanan Slamet kini menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda daerah yang bermimpi menembus panggung sepak bola dunia. Dengan kerja keras, kesiapan, dan keberanian mengambil peluang, mimpi bermain di Eropa bukan lagi sesuatu yang mustahil. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Slamet Santoso #Sokol Pyrzyce #pemain Banyuwangi di Eropa #Baruna Nusantara FC #Liga Polandia