RADARBANYUWANGI.ID - Nama Unai Emery kembali menegaskan reputasinya sebagai “Raja Liga Europa” setelah sukses membawa Aston Villa menjuarai Liga Europa musim ini.
Pelatih asal Basque tersebut mempersembahkan gelar Liga Europa kelima dalam karier kepelatihannya usai Aston Villa mengalahkan SC Freiburg dengan skor telak 3-0 pada laga final yang berlangsung berat sebelah.
Meski dikenal luar biasa di kompetisi kasta kedua Eropa, Emery mengakui bahwa tantangan di Liga Champions jauh lebih kompleks. Namun, reputasinya sebagai salah satu pelatih elite Eropa tetap tidak terbantahkan.
Emery Prediksi Final PSG vs Arsenal Berjalan Seimbang
Menjelang final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Arsenal pada 30 Mei mendatang, Emery memberikan prediksi menarik.
Pelatih berusia 54 tahun itu menyebut peluang kedua tim benar-benar seimbang.
“Ini 50 banding 50,” ujar Emery.
Pernyataan tersebut cukup beralasan mengingat Emery pernah menangani kedua klub tersebut dalam kariernya. Ia pernah melatih PSG pada periode 2016–2018 dan membesut Arsenal antara 2018 hingga 2019.
Pengalaman tersebut membuat Emery memahami karakter dan kekuatan masing-masing tim secara mendalam.
Emery Kirim Dukungan untuk PSG dan Luis Enrique
Meski enggan menjagokan salah satu tim secara mutlak, Emery mengaku bahagia melihat PSG kembali mencapai final Liga Champions.
Ia secara khusus memberikan pujian kepada presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, yang menurutnya selalu menunjukkan rasa hormat kepadanya.
“Saya sangat bahagia untuk Nasser Al-Khelaifi. Dia selalu sangat, sangat menghormati saya,” kata Emery.
Selain itu, ia juga menyanjung kapten PSG, Marquinhos, sebagai sosok profesional sekaligus pribadi luar biasa di ruang ganti.
“Marquinhos bukan hanya pemain profesional yang hebat, tetapi juga sosok fantastis,” lanjutnya.
Tidak hanya PSG, Emery juga memberikan apresiasi kepada pelatih lawan, Luis Enrique.
Menurut Emery, Luis Enrique layak mendapatkan pengakuan atas kerja keras dan performa impresifnya musim ini.
Final Liga Champions Diprediksi Sarat Taktik
Pertemuan PSG melawan Arsenal diperkirakan menjadi salah satu final Liga Champions paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
PSG datang dengan ambisi meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub, sementara Arsenal berusaha mengakhiri penantian panjang mereka di kompetisi elite Eropa.
Duel dua tim dengan filosofi menyerang tersebut diyakini akan menghadirkan pertarungan taktik menarik antara Luis Enrique dan Mikel Arteta.
Dengan pengalaman panjang menangani kedua kubu, pandangan Unai Emery tentu menjadi perhatian besar jelang partai puncak yang akan digelar akhir pekan ini. (*)
Editor : Niklaas Andries