Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Arteta: Arsenal sudah Berubah, Kini Tinggal Selangkah Menuju Sejarah Liga Champions

Niklaas Andries • Kamis, 28 Mei 2026 | 15:49 WIB
ASA JUARA: Mikel Arteta tegaskan timnya siap juara Liga Champions
ASA JUARA: Mikel Arteta tegaskan timnya siap juara Liga Champions

RADARBANYUWANGI.ID - Setelah melewati musim-musim penuh tekanan, kegagalan tipis, dan proses panjang pembangunan tim, Arsenal akhirnya tiba di titik yang selama ini mereka dambakan.

Klub asal London Utara itu tidak hanya sukses merebut gelar Liga Inggris 2025-2026, tetapi kini juga berdiri hanya satu kemenangan lagi dari trofi Liga Champions pertama dalam sejarah mereka.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengakui perjalanan bersama The Gunners telah mengubah hidupnya. Menjelang final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5) waktu setempat, pelatih asal Spanyol itu berbicara tentang ikatan emosionalnya dengan klub, pemain, dan para suporter.

Baca Juga: Libur Iduladha 2026 di Banyuwangi Makin Magis, Tradisi Mencak Sumping Mondoluko Jadi Buruan Wisatawan

Arsenal datang ke final dengan status juara Liga Inggris setelah akhirnya memutus dominasi Manchester City. Kini, mereka berpeluang menjadi klub ketiga yang mampu memenangi Liga Inggris dan Liga Champions dalam musim yang sama setelah Manchester United dan Manchester City.

Arteta Sebut Perjalanan Arsenal Sangat Istimewa

Arteta mengenang momen ketika Arsenal memastikan tiket final usai menyingkirkan Atlético de Madrid di semifinal. Menurutnya, suasana yang tercipta saat itu menjadi salah satu pengalaman paling emosional sepanjang kariernya.

Baca Juga: Pelabuhan Ketapang Diserbu Kendaraan dari Bali Saat Iduladha, Skema TBB Diberlakukan untuk Urai Antrean

“Indah. Persiapan pertandingan, suasana sepanjang hari, semuanya terasa spesial dan unik,” ujar Arteta.

Ia menyoroti dukungan luar biasa para penggemar Arsenal yang memenuhi jalan menuju stadion hingga menciptakan atmosfer berbeda sejak tim tiba menggunakan bus.

“Ketika melihat ekspresi para suporter, Anda langsung memahami betapa besar arti momen ini bagi mereka. Ada rasa bahagia sekaligus lega karena musim lalu kami gagal mencapai final, sedangkan sekarang kami berhasil melangkah lebih jauh,” katanya.

Ikatan Kuat dengan Pemain dan Suporter

Arteta menilai kekuatan utama Arsenal musim ini bukan hanya kualitas teknis di lapangan, melainkan hubungan erat antarpemain dan seluruh elemen klub.

Mantan gelandang Arsenal itu menyebut kebersamaan skuad menjadi fondasi utama keberhasilan tim sepanjang musim.

“Saya sangat bangga kepada para pemain. Orang-orang mungkin hanya melihat apa yang mereka lakukan di lapangan, tetapi di balik itu ada rasa hormat, cinta, dan persatuan yang luar biasa,” ungkapnya.

Baca Juga: Banyuwangi Raih Dua Penghargaan Nasional Pendidikan dari Mendikdasmen, Ipuk Dinilai Sukses Cetak SDM Unggul

Menurut Arteta, hubungan harmonis antara pemain, staf, klub, dan pendukung membuat Arsenal memiliki identitas yang semakin kuat.

Arsenal Mengubah Hidup Arteta

Arteta juga mengaku memiliki hubungan emosional yang mendalam dengan Arsenal. Setelah menghabiskan lima tahun terakhir karier bermainnya di klub London tersebut dan kini melatih selama tujuh musim, pria asal Basque itu merasa Arsenal telah menjadi bagian besar dalam hidupnya.

Baca Juga: 50 Kambing Tanpa Dokumen Digagalkan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Diselundupkan Jelang Iduladha ke Bali

“Saya jatuh cinta kepada klub ini. Para pemain, staf, dan suporter sudah menjadi bagian dari diri saya,” kata Arteta.

“Arsenal mengubah hidup saya menjadi lebih baik. Klub ini memberi pengalaman manusiawi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” lanjutnya.

Duel Emosional Lawan Luis Enrique

Di partai final nanti, Arsenal akan menghadapi PSG yang dilatih Luis Enrique, sosok yang pernah menjadi rekan setim Arteta di Barcelona.

Arteta mengaku sangat menghormati Luis Enrique, bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki karakter kuat.

“Saya mengenalnya sejak usia 16 tahun ketika berlatih bersama tim utama Barcelona. Dia selalu mendukung pemain muda dan menjadi sosok yang saya kagumi,” tutur Arteta.

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Salurkan 45 Hewan Kurban, Dari Pesantren hingga Mahasiswa Kebagian Sapi dan Kambing

Menurutnya, kekuatan terbesar Luis Enrique adalah keyakinan penuh terhadap filosofi sepak bolanya.

“Dia selalu percaya pada apa yang dilakukan, apa pun pendapat orang lain. Itu adalah kekuatan luar biasa,” ujar Arteta.

Final Liga Champions Jadi Pertarungan Kolektif

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Ajak Warga Kurangi Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban, Besek dan Daun Jadi Alternatif

Meski kedua tim sudah beberapa kali bertemu dalam beberapa musim terakhir, Arteta menilai final kali ini akan menghadirkan cerita berbeda.

Ia menyebut duel Arsenal kontra PSG bakal menjadi pertarungan taktik dan intensitas antara dua tim terbaik Eropa musim ini.

“Ini akan menjadi pertarungan kolektif. Kedua tim sangat luar biasa dalam cara bermain, intensitas, dan kemampuan beradaptasi,” katanya.

Namun Arteta menegaskan Arsenal harus tampil dalam versi terbaik mereka jika ingin membawa pulang trofi Liga Champions.

Ambisi Arsenal Ukir Sejarah

Bagi Arteta, tampil di final Liga Champions merupakan pencapaian luar biasa yang langsung memberikan dampak besar kepada klub dan para penggemar.

“Ini kompetisi paling spesial di level klub. Tidak ada yang lebih besar dari Liga Champions,” tegasnya.

Pelatih berusia 44 tahun itu berharap Arsenal mampu menutup musim dengan sempurna melalui kemenangan di Budapest dan menorehkan sejarah baru bagi klub London Utara tersebut. (*)

Editor : Niklaas Andries
#arsenal #Paris Saint Germain #mikel arteta #liga champions