Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Khvicha Kvaratskhelia Yakin PSG Belum Kehabisan Ambisi, Arsenal Jadi Ujian Berat di Final Liga Champions

Niklaas Andries • Kamis, 28 Mei 2026 | 14:49 WIB
FOKUS: Khvicha Kvaratskhelia yakin timnya belum kehilangan motivasi saat ladeni Arsenal di Final Liga Champions
FOKUS: Khvicha Kvaratskhelia yakin timnya belum kehilangan motivasi saat ladeni Arsenal di Final Liga Champions

RADARBANYUWANGI.ID - Winger asal Georgia Khvicha Kvaratskhelia menegaskan Paris Saint-Germain masih lapar gelar meski berstatus juara bertahan Liga Champions. Kvaratskhelia juga ingin kembali membawa kebanggaan bagi rakyat Georgia di final kontra Arsenal.

Paris Saint-Germain kembali berada di ambang sejarah. Setelah sukses menjuarai Liga Champions musim lalu, klub raksasa Prancis itu kini berpeluang mempertahankan mahkota Eropa saat menghadapi Arsenal pada partai final di Budapest, 30 Mei mendatang.

Salah satu sosok penting di balik perjalanan impresif PSG musim ini adalah Khvicha Kvaratskhelia. Penyerang asal Georgia tersebut tampil tajam dengan koleksi 10 gol sepanjang kompetisi Liga Champions 2025-2026, termasuk tujuh gol yang dicetak dalam tujuh pertandingan fase gugur terakhir.

Baca Juga: Pelabuhan Ketapang Diserbu Kendaraan dari Bali Saat Iduladha, Skema TBB Diberlakukan untuk Urai Antrean

Kvaratskhelia menilai keberhasilan PSG musim lalu belum cukup untuk membuktikan dominasi mereka di Eropa. Menurutnya, skuad asuhan Luis Enrique masih memiliki motivasi besar untuk menunjukkan bahwa gelar musim lalu bukan sekadar keberuntungan.

“Kami masih harus membuktikan kepada semua orang bahwa kami memang layak menjuarai kompetisi ini musim lalu,” ujar Kvaratskhelia.

PSG Dinilai Semakin Matang

Baca Juga: Banyuwangi Raih Dua Penghargaan Nasional Pendidikan dari Mendikdasmen, Ipuk Dinilai Sukses Cetak SDM Unggul

Pemain berusia 25 tahun itu mengakui perjalanan PSG musim ini tidak selalu berjalan mulus. Sebagai juara bertahan, Les Parisiens mendapat perhatian ekstra dari lawan-lawannya.

Banyak tim mulai mempelajari pola permainan PSG dan berusaha mematikan strategi mereka. Namun, Kvaratskhelia menilai timnya mampu berkembang dan menemukan solusi di tengah tekanan besar tersebut.

“Banyak tim kini memahami cara kami bermain musim lalu. Mereka mencoba menghentikan strategi kami, tetapi kami membuktikan bahwa kami tetap bisa tampil baik melawan siapa pun,” katanya.

Ia menambahkan bahwa PSG kini lebih fleksibel dan matang dalam menghadapi berbagai situasi pertandingan.

“Kami menghormati semua lawan, tetapi kami juga tahu kualitas yang kami miliki bisa mengalahkan siapa pun. Fokus utama kami adalah memainkan gaya permainan sendiri,” lanjutnya.

Awal Musim Sulit, PSG Bangkit di Momen Krusial

Kvaratskhelia mengungkapkan bahwa PSG sempat mengalami kesulitan pada awal kompetisi karena jadwal padat dan minim waktu istirahat setelah musim sebelumnya berakhir.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Ajak Warga Kurangi Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban, Besek dan Daun Jadi Alternatif

Namun, momentum kebangkitan mulai terlihat ketika tim kembali menemukan ritme permainan terbaik mereka di pertengahan musim.

“Awalnya kami kesulitan. Tetapi pada satu titik di pertengahan musim, kami sadar bahwa kami hanya perlu kembali memainkan sepak bola terbaik kami,” ucap mantan pemain Napoli tersebut.

PSG akhirnya berhasil melaju ke final setelah menyingkirkan sejumlah tim elite Eropa. Kvaratskhelia menilai pencapaian itu menjadi bukti bahwa PSG pantas kembali diperhitungkan sebagai kandidat terkuat juara.

Baca Juga: Gotong Royong Bersihkan Sungai di Pesanggaran Banyuwangi Berujung Maut, Warga Tewas Terjepit Beton Jembatan

“Kami memahami bahwa kami adalah juara bertahan dan kami bisa menang lagi. Tentu saja itu tidak mudah, tetapi kami sudah membuktikan bahwa kami mampu mengalahkan siapa pun selama bermain dengan cara kami sendiri,” tegasnya.

Liga Champions Jadi Panggung Favorit

Ketajaman Kvaratskhelia di Liga Champions musim ini menjadi sorotan besar. Namun, ia menolak anggapan bahwa dirinya hanya tampil maksimal di kompetisi Eropa.

Menurutnya, kontribusi seorang pemain tidak hanya diukur dari gol atau assist, tetapi juga dari kerja kolektif demi kepentingan tim.

“Ketika pertandingan selesai, saya hanya ingin memastikan bahwa saya sudah memberikan 100 persen dan membantu tim meraih kemenangan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui atmosfer Liga Champions memberikan motivasi tersendiri.

“Kami adalah salah satu tim terbaik di turnamen ini dan kami sudah membuktikannya. Saya bermain bersama rekan-rekan luar biasa yang mampu menciptakan peluang untuk saya,” kata Kvaratskhelia.

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Salurkan 45 Hewan Kurban, Dari Pesantren hingga Mahasiswa Kebagian Sapi dan Kambing

Kebanggaan untuk Georgia

Kesuksesan Kvaratskhelia bersama PSG juga membawa dampak besar bagi publik sepak bola Georgia. Ia mengaku merasakan dukungan luar biasa dari masyarakat negaranya sejak musim lalu.

Bahkan, banyak warga Georgia yang sebelumnya tidak mengikuti sepak bola ikut merayakan pencapaiannya bersama PSG.

Baca Juga: Jamaah Haji Kloter 83 Banyuwangi Tiba di Muzdalifah Pukul 22.45 WAS, Perjalanan Armuzna Berlangsung Tertib

“Saya merasakan begitu banyak cinta dari rakyat Georgia. Banyak orang yang biasanya tidak menonton sepak bola ikut memberikan ucapan selamat,” ujarnya.

Kvaratskhelia menyebut mentalitas rakyat Georgia sebagai kekuatan terbesar yang terus memotivasinya hingga saat ini.

“Kami mungkin negara kecil, tetapi kami selalu berjuang. Itu adalah mentalitas kami,” tuturnya.

Ia juga mengaku bangga bisa membawa kebahagiaan bagi negaranya melalui sepak bola.

“Saya bangga menjadi orang Georgia dan bisa memberikan kebahagiaan bagi negara saya, meski hanya melalui kontribusi kecil,” pungkasnya. (*)

Editor : Niklaas Andries
#arsenal #Paris Saint Germain #liga champions