Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

FIFA Diselidiki Terkait Tiket Piala Dunia 2026, Harga Melambung dan Fans Diduga Dirugikan

Niklaas Andries • Kamis, 28 Mei 2026 | 08:48 WIB
MAHAL: Tiket Piala Dunia 2026 yang melambung jadi perhatian khusus
MAHAL: Tiket Piala Dunia 2026 yang melambung jadi perhatian khusus

RADARBANYUWANGI.ID - Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 mulai dibayangi kontroversi. Pemerintah negara bagian New York dan New Jersey resmi memanggil FIFA dalam penyelidikan terkait praktik penjualan tiket yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan konsumen.

Jaksa Agung New York, Letitia James, bersama Jaksa Agung New Jersey, Jennifer Davenport, mengumumkan bahwa kantor mereka telah mengeluarkan surat panggilan kepada FIFA guna memperoleh dokumen internal terkait mekanisme distribusi tiket untuk delapan pertandingan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di MetLife Stadium, termasuk partai final pada 19 Juli 2026.

Dalam pernyataannya, James menegaskan masyarakat berhak memperoleh akses tiket dengan harga yang wajar tanpa manipulasi pasar.

Baca Juga: Banyuwangi Raih Dua Penghargaan Nasional Pendidikan dari Mendikdasmen, Ipuk Dinilai Sukses Cetak SDM Unggul

“Warga New York telah menunggu bertahun-tahun agar Piala Dunia hadir di wilayah mereka, dan mereka layak mendapatkan kesempatan yang adil untuk membeli tiket dengan harga terjangkau,” ujar James.

Ia juga menyoroti dugaan praktik penjualan yang membuat penggemar harus membayar harga sangat tinggi untuk kursi yang belum tentu sesuai dengan pesanan awal.

Harga Tiket Meroket Tajam

Baca Juga: 50 Kambing Tanpa Dokumen Digagalkan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Diselundupkan Jelang Iduladha ke Bali

Penyelidikan tersebut dipicu oleh lonjakan harga tiket yang disebut jauh melampaui edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya. Untuk pertama kalinya, FIFA menerapkan sistem dynamic pricing, yakni harga tiket yang berubah mengikuti tingkat permintaan pasar.

Kebijakan itu memicu kritik luas dari para pendukung sepak bola dunia. Sejumlah kelompok penggemar bahkan menyebut sistem tersebut sebagai “pengkhianatan besar terhadap tradisi Piala Dunia”.

Berdasarkan laporan yang dikutip pihak kejaksaan, harga tiket mayoritas dari total 104 pertandingan Piala Dunia meningkat rata-rata 34 persen dalam periode Oktober hingga April.

Bahkan beberapa tiket dilaporkan dijual lebih dari 1.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp16,3 juta.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya membela kebijakan tersebut dengan alasan mengikuti mekanisme pasar hiburan global.

“Kami harus melihat pasar. Kami berada di pasar hiburan terbesar di dunia, sehingga kami harus menerapkan harga pasar,” kata Infantino.

Komentar berbeda justru datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Saat ditanya mengenai harga tiket yang menembus lebih dari 1.000 dolar AS, Trump mengaku tidak setuju dengan nominal tersebut.

Baca Juga: Jadwal Resmi Piala Dunia 2026 Dirilis FIFA, Final Digelar di New York dan Laga Pembuka di Stadion Azteca

“Saya juga tidak akan membayarnya, jujur saja,” ujar Trump kepada media setempat.

Fans Mengaku Dapat Kursi Tak Sesuai Pesanan

Selain persoalan harga, investigasi juga menyoroti dugaan perubahan kategori kursi secara sepihak yang membuat sejumlah pembeli merasa dirugikan.

Pada tahap awal penjualan tiket, FIFA membagi area stadion ke dalam empat zona berbeda. Tiket “Kategori 1” dipasarkan sebagai kursi dengan posisi terbaik di stadion.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Ajak Warga Kurangi Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban, Besek dan Daun Jadi Alternatif

Namun setelah banyak penggemar membeli tiket, FIFA disebut menciptakan zona baru bernama “Front Category” yang justru menempati lokasi paling strategis di setiap kategori dengan harga jauh lebih mahal.

Akibat perubahan itu, sejumlah pembeli awal mengaku kehilangan kesempatan mendapatkan kursi terbaik dan justru ditempatkan di area yang lebih jauh dari lapangan atau berada di belakang gawang.

Tak sedikit pula penggemar yang melaporkan bahwa tiket yang diterima tidak sesuai kategori yang dibayar. Beberapa pembeli tiket Kategori 1 disebut akhirnya memperoleh kursi di area Kategori 2.

Davenport menilai proses penjualan tiket Piala Dunia saat ini terlalu rumit dan membingungkan bagi masyarakat.

“Bersikap jujur dalam penjualan tiket sebenarnya tidak sulit. Namun FIFA justru membuat proses pembelian tiket Piala Dunia menjadi penuh kebingungan, kelangkaan semu, dan harga yang tidak masuk akal,” tegas Davenport.

Final Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Baca Juga: Siswi SMPN 1 Glagah Raih Juara 2 O2SN Banyuwangi 2026, Rizqullah Putri Ukir Prestasi di Atletik Putri

Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi pertama yang digelar bersama oleh tiga negara, yakni United States, Canada, dan Mexico.

Stadion MetLife di New Jersey dipilih menjadi lokasi laga final, menjadikannya salah satu venue paling diminati sepanjang turnamen.

Penyelidikan dari otoritas New York dan New Jersey diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa pekan ke depan, terutama untuk memastikan apakah FIFA melanggar aturan perlindungan konsumen dalam penjualan tiket ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. (*)

Editor : Niklaas Andries
#piala dunia 2026 #tiket #FIFA