RADARBANYUWANGI.ID - Status sebagai negara Afrika pertama yang berhasil mencapai semifinal Piala Dunia membuat Maroko kini menjadi salah satu tim yang paling diperhatikan menjelang Piala Dunia 2026.
Tergabung di grup berat bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti, Singa Atlas dituntut mampu mempertahankan reputasi mereka di panggung dunia.
Momentum perubahan besar terjadi setelah federasi sepak bola Maroko menunjuk Mohamed Ouahbi sebagai pelatih baru menggantikan Walid Regragui.
Pelatih berusia 49 tahun yang sebelumnya sukses bersama tim U-20 Maroko itu mulai memimpin tim senior sejak Maret lalu dan langsung berpacu dengan waktu untuk membentuk skuad ideal menuju Piala Dunia.
Mohamed Ouahbi Terapkan Metode Tak Biasa
Dalam proses seleksi pemain, Ouahbi memilih pendekatan berbeda. Bersama staf kepelatihannya, ia menggelar pemusatan latihan pra-daftar skuad untuk menguji sejumlah pemain sebelum menentukan 26 nama akhir.
Metode tersebut juga dimaksudkan untuk mempercepat adaptasi pemain yang hampir dipastikan masuk skuad utama, termasuk gelandang muda Ayyoub Bouaddi yang baru memutuskan membela Maroko di level internasional.
Langkah itu dinilai efektif karena memungkinkan tim pelatih melakukan evaluasi lebih detail terhadap kondisi fisik dan kesiapan taktikal para pemain jelang turnamen.
Bouaddi dan Issa Diop Jadi Sorotan
Dalam daftar resmi yang diumumkan Selasa malam, sejumlah pemain inti tetap menjadi andalan Maroko.
Nama-nama seperti Yassine Bounou, Achraf Hakimi, Noussair Mazraoui, Nayef Aguerd, Brahim Diaz, dan Azzedine Ounahi tetap menjadi tulang punggung tim.
Di lini serang, Ouahbi juga akan mengandalkan performa impresif Abde Ezzalzouli serta gelandang kreatif PSV Eindhoven, Ismael Saibari, yang tampil luar biasa di Eredivisie musim ini.
Namun, perhatian besar justru tertuju pada kehadiran beberapa nama kejutan. Bek Issa Diop akhirnya dipanggil memperkuat Maroko, sementara dua pemain muda, Zakaria El Ouahdi dan Redouane Halhal, juga mendapat kesempatan tampil di Piala Dunia.
Di lini depan, penyerang muda Ayoube Amaimouni-Echghouyab dari Eintracht Frankfurt turut masuk skuad utama.
Sofiane Boufal dan En-Nesyri Dicoret
Di sisi lain, beberapa nama besar justru tidak masuk daftar akhir. Sofiane Boufal harus tersisih meski tampil cukup baik bersama Le Havre AC pada paruh kedua musim.
Selain Boufal, penyerang tajam Youssef En-Nesyri serta bek muda Abdelhamid Ait Boudlal juga tidak dipanggil.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Mohamed Ouahbi ingin membangun wajah baru Maroko dengan perpaduan pemain senior dan generasi muda potensial.
Daftar Skuad Maroko untuk Piala Dunia 2026
Kiper: Yassine Bounou (Al-Hilal), Munir El Kajoui (RS Berkane), Ahmed Reda Tagnaouti (FAR Rabat)
Bek: Noussair Mazraoui (Manchester United), Anass Salah-Eddine (PSV Eindhoven), Mohamed Belammari (Al Ahly), Achraf Hakimi (Paris Saint-Germain), Nayef Aguerd (Olympique Marseille), Chadi Riad (Crystal Palace), Redouane Halhal (KV Mechelen), Issa Diop (Fulham)
Gelandang: Samir El Mourabet (Strasbourg), Ayyoub Bouaddi (LOSC Lille), Neil El Aynaoui (AS Roma), Sofyan Amrabat (Fenerbahce), Azzedine Ounahi (Girona), Bilal El Khannouss (Stuttgart), Ismael Saibari (PSV Eindhoven), Chemsdine Talbi (Sunderland), Abde Ezzalzouli (Real Betis)
Penyerang: Soufiane Rahimi (Al Ain), Ayoub El Kaabi (Olympiacos), Brahim Diaz (Real Madrid), Gessime Yassine (Strasbourg), Ayoube Amaimouni-Echghouyab (Eintracht Frankfurt) (*)
Editor : Niklaas Andries