Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Final Conference League 2026: Crystal Palace vs Rayo Vallecano, Duel Kuda Hitam Eropa di Leipzig

Niklaas Andries • Selasa, 26 Mei 2026 | 13:45 WIB
CETAK SEJARAH: Rayo Vallecano akan hadapi Crystal Palace di final Conference League
CETAK SEJARAH: Rayo Vallecano akan hadapi Crystal Palace di final Conference League

RADARBANYUWANGI.ID - Atmosfer sepak bola Eropa akan memuncak ketika Crystal Palace menghadapi Rayo Vallecano pada partai final UEFA Conference League 2025-2026 di Leipzig Stadium, Jerman, Rabu (27/5) malam waktu setempat.

Pertandingan ini menjadi momen bersejarah bagi kedua klub. Baik Crystal Palace maupun Rayo Vallecano sama-sama tampil di final kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah mereka.

Duel Perdana Dua Kuda Hitam Eropa

Final Conference League musim ini mempertemukan dua tim kejutan dari dua ibu kota sepak bola Eropa, London dan Madrid. Meski minim pengalaman di kompetisi kontinental, keduanya berhasil membuktikan kualitas dengan menembus partai puncak.

Baca Juga: Kemacetan Ketapang Belum Usai, ASDP Datangkan KMP Rodhita Jelang Libur Idul Adha

Crystal Palace datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menikmati era terbaik di bawah arahan pelatih asal Austria, Oliver Glasner. Setelah sukses mempersembahkan trofi Piala FA musim 2024-2025, Glasner kini berpeluang menutup masa jabatannya dengan gelar Eropa pertama Palace.

Baca Juga: Pria Lansia di Genteng Banyuwangi Ditemukan Tergantung di Rumah, Diduga Depresi karena Penyakit Menahun

Menariknya, laga final ini akan menjadi pertandingan terakhir Glasner bersama The Eagles sebelum meninggalkan klub pada akhir musim.

Pengalaman Glasner di kompetisi Eropa juga menjadi modal penting. Ia pernah membawa Eintracht Frankfurt menjuarai Liga Europa 2021-2022.

Di sisi lain, Rayo Vallecano datang dengan semangat tanpa rasa takut. Klub asal Vallecas, kawasan pekerja di Madrid, tampil impresif sepanjang turnamen berkat karakter permainan agresif racikan pelatih muda Iñigo Pérez.

Ismaila Sarr Jadi Andalan Palace

Crystal Palace memiliki salah satu senjata paling mematikan di Conference League musim ini melalui penyerang Senegal, Ismaïla Sarr.

Sarr tercatat sebagai top skor kompetisi dengan koleksi sembilan gol. Kecepatan dan efektivitasnya dalam menyerang menjadi ancaman utama bagi lini belakang Rayo.

Namun, wakil Spanyol juga memiliki daya ledak yang tidak kalah berbahaya. Penyerang Brasil, Alemao, telah mencetak empat gol sejak fase liga dimulai.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Tukangkayu Dibangun di Samping Kuburan, Progres Sudah 40 Persen

Selain itu, duo kreatif Alvaro García dan Isi Palazón masing-masing sudah menyumbang tiga gol sepanjang turnamen.

Prediksi Susunan Pemain

Crystal Palace

Dean Henderson; Nathaniel Clyne, Maxence Lacroix, Jaydee Canvot; Daniel Muñoz, Adam Wharton, Daichi Kamada, Tyrick Mitchell; Ismaïla Sarr, Yéremy Pino; Jean-Philippe Mateta.

Baca Juga: Jemaah Haji Kloter 85 Banyuwangi Tertahan di Hotel, Akses Menuju Arafah Dibatasi Otoritas Arab Saudi

Crystal Palace masih memantau kondisi sejumlah pemain belakang. Maxence Lacroix dan Chadi Riad sempat mengalami masalah kebugaran, sementara Chris Richards diragukan tampil setelah mengalami cedera ligamen pergelangan kaki.

Adam Wharton juga masih dalam pemantauan usai mengalami cedera ringan ketika menghadapi Arsenal.

Rayo Vallecano

Augusto Batalla; Andrei Rațiu, Florian Lejeune, Abdul Mumin Ciss, Pep Chavarría; Óscar Valentín, Unai López, Isi Palazón, Álvaro García, Jorge de Frutos; Alemão.

Rayo Vallecano kemungkinan kehilangan Ilias Akhomach yang mengalami cedera saat pemanasan sebelum semifinal leg kedua melawan Strasbourg.

Namun, kembalinya Álvaro García menjadi kabar baik bagi tim asal Madrid tersebut.

Performa Terkini Kedua Tim

Baca Juga: Harlah ke-80 Muslimat NU Banyuwangi Meriah, Bupati Ipuk Ajak Perkuat Gotong Royong Bangun Generasi Berkarakter

Crystal Palace menutup musim domestik dengan hasil kurang memuaskan setelah kalah 1-2 dari Arsenal di Premier League. Mereka mengakhiri liga di posisi ke-15 klasemen.

Meski demikian, Palace memiliki pengalaman tampil dalam laga besar setelah menjuarai Piala FA dan Community Shield dalam satu tahun terakhir.

Sementara itu, Rayo Vallecano datang dengan momentum positif usai menaklukkan Deportivo Alaves 2-1 di La Liga. Klub asal Madrid itu finis di posisi kedelapan klasemen akhir Liga Spanyol.

Baca Juga: Antisipasi Serangan Tikus, Petugas dan Petani di Singojuruh Banyuwangi Pasang 60 Rumah Burung Hantu

Ambisi Besar Glasner dan Perez

Oliver Glasner mengaku ingin menutup perjalanannya bersama Crystal Palace dengan akhir yang sempurna.

“Jika ini menjadi akhir yang bahagia, itu akan luar biasa. Mengakhiri perjalanan lebih dari dua tahun dengan trofi Eropa pertama dalam sejarah Crystal Palace akan menjadi sesuatu yang sangat spesial,” ujar Glasner.

Sementara itu, Iñigo Pérez meminta para pemainnya tetap fokus pada identitas permainan mereka tanpa terbebani atmosfer final.

“Kami tidak ingin memikirkan tekanan atau jumlah penonton. Yang penting adalah mempertahankan keberanian dan karakter permainan kami,” kata Pérez.

Final yang Menentukan Sejarah Baru

Baik Crystal Palace maupun Rayo Vallecano belum pernah mengangkat trofi Eropa sepanjang sejarah klub mereka. Karena itu, final di Leipzig bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan kesempatan emas untuk menciptakan sejarah baru.

Dengan gaya bermain menyerang dan keberanian kedua tim sepanjang musim, final UEFA Conference League 2026 diprediksi berlangsung terbuka dan penuh drama. (*)

Editor : Niklaas Andries
#rayo vallecano #crystal palace #conference league