Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Como ke Liga Champions, AC Milan Tersungkur ke Liga Europa

Niklaas Andries • Selasa, 26 Mei 2026 | 07:46 WIB
LOLOS: AC Milan tergelincir ke Liga Europa musim depan (AC Milan)
LOLOS: AC Milan tergelincir ke Liga Europa musim depan (AC Milan)

RADARBANYUWANGI.ID - Drama luar biasa mewarnai penutupan musim Serie A 2025-2026 pada Minggu waktu setempat. Como mencatat sejarah besar dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya, sementara AC Milan justru harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari empat besar dan hanya mengamankan tiket Liga Europa.

Keberhasilan Como dipastikan setelah mereka menghancurkan US Cremonese dengan skor 4-1. Hasil tersebut menjadi akhir tragis bagi Cremonese yang resmi terdegradasi pada hari terakhir kompetisi.

Pertandingan di Stadion Giovanni Zini berlangsung panas. Tiga pemain Cremonese, termasuk dua pemain pengganti, diganjar kartu merah pada menit ke-72 dalam laga yang penuh tensi tinggi.

Di laga lain, US Lecce sukses bertahan di Serie A usai mengalahkan Genoa CFC 1-0. Kemenangan itu membuat Lecce finis di atas Cremonese dan lolos dari ancaman degradasi.

Baca Juga: Pria Lansia di Genteng Banyuwangi Ditemukan Tergantung di Rumah, Diduga Depresi karena Penyakit Menahun

Cremonese sendiri menurunkan mantan penyerang Leicester City FC, Jamie Vardy, sebagai starter, namun gagal menyelamatkan tim dari keterpurukan.

Milan Gagal Total di San Siro

Baca Juga: Ratusan Atlet Pelajar SMP Bertarung di O2SN Banyuwangi 2026, Berebut Tiket ke Jawa Timur

Sementara itu, suasana muram menyelimuti San Siro. AC Milan yang hanya membutuhkan kemenangan atas Cagliari Calcio untuk memastikan tempat di Liga Champions justru tumbang 1-2 di kandang sendiri.

Kekalahan tersebut membuat pasukan Massimiliano Allegri harus puas finis di posisi kelima klasemen akhir Serie A dan berlaga di Liga Europa musim depan.

Penyerang tim nasional Amerika Serikat, Christian Pulisic, juga gagal membawa Rossoneri keluar dari tekanan besar di laga penentuan tersebut.

Suporter Milan meluapkan kekecewaan mereka dengan siulan keras seusai pertandingan. Padahal, pada awal musim, Milan sempat digadang-gadang sebagai kandidat juara dan hampir dipastikan finis di empat besar.

Nasib buruk Milan semakin lengkap setelah AS Roma mengalahkan Hellas Verona FC 2-0 dan menyalip Rossoneri untuk finis di posisi ketiga sekaligus kembali ke Liga Champions.

Juventus Juga Tersandung

Drama lain terjadi dalam Derby Turin antara Juventus FC dan Torino FC.

Kick-off pertandingan sempat tertunda sekitar satu jam akibat bentrokan antar suporter di luar stadion yang menyebabkan seorang penggemar Juventus mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Cluring Banyuwangi, Dua Mobil dan Motor Terlibat, Enam Orang Luka-Luka

Kelompok ultras Juventus bahkan meminta laga ditunda sebagai bentuk solidaritas terhadap korban. Mereka sempat mengancam melakukan invasi lapangan jika pertandingan tetap digelar, namun akhirnya memilih meninggalkan stadion sebelum laga dimulai.

Pertandingan berakhir imbang 2-2. Hasil tersebut, ditambah kemenangan Como dan Roma, membuat Juventus finis di posisi keenam dan harus bermain di Liga Europa musim depan.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Tukangkayu Dibangun di Samping Kuburan, Progres Sudah 40 Persen

Kebangkitan Sensasional Como

Kisah Como menjadi salah satu kejutan terbesar sepak bola Italia musim ini. Klub yang bermarkas di tepi Danau Como itu berkembang pesat sejak diakuisisi miliarder Indonesia bersaudara, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, pada 2019 ketika masih bermain di Serie D.

Kini, hanya dalam beberapa tahun, Como berhasil menembus Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub yang telah berdiri selama 119 tahun.

Kesuksesan tersebut juga memperkuat posisi pelatih Cesc Fàbregas, yang tengah diminati sejumlah klub besar Eropa setelah tampil impresif dalam pekerjaan senior pertamanya sebagai pelatih kepala.

Liga Champions diyakini bisa menjadi faktor penting untuk mempertahankan Fàbregas di Como musim depan.

Napoli Amankan Posisi Runner-up

Di pertandingan lainnya, SSC Napoli memastikan posisi runner-up Serie A setelah menang tipis 1-0 atas Udinese Calcio di Stadion Diego Armando Maradona.

Gol tunggal kemenangan dicetak Rasmus Højlund pada menit ke-24 setelah memanfaatkan umpan terobosan brilian dari Kevin De Bruyne.

Udinese harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-64 setelah Christian Kabasele mendapat kartu merah usai tinjauan VAR akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Hojlund. (*)

Editor : Niklaas Andries
#como #ac milan #liga europa #liga champions