RADARBANYUWANGI.ID – Serie A Italia 2025-2026 resmi berakhir dengan kisah kontras dari tiga tim yang sama-sama memiliki aroma Indonesia. Di saat Como 1907 mencetak sejarah dengan lolos ke Liga Champions Eropa, Cremonese justru terlempar ke Serie B. Sementara Sassuolo menutup musim di papan tengah klasemen.
Hasil tersebut menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia karena ketiga klub memiliki keterkaitan langsung dengan Indonesia. Como 1907 dimiliki Grup Djarum, Sassuolo diperkuat kapten Timnas Indonesia Jay Idzes, sedangkan Cremonese dihuni kiper naturalisasi Indonesia Emil Audero.
Como menjadi tim paling bersinar di antara ketiganya. Klub yang bermarkas di Stadio Giuseppe Sinigaglia itu sukses mengakhiri musim di peringkat keempat klasemen Serie A Italia 2025-2026. Posisi tersebut memastikan Como tampil di Liga Champions Eropa musim depan.
Kesuksesan Como menjadi pencapaian luar biasa. Klub yang beberapa musim lalu masih berjuang di kasta bawah kini mampu menembus empat besar kompetisi paling elite di Italia.
Momentum manis Como ditutup dengan kemenangan telak 4-1 atas Cremonese pada pekan terakhir Serie A. Ironisnya, hasil tersebut sekaligus memastikan lawannya terdegradasi ke Serie B musim depan.
Bermain di kandang Cremonese, Como tampil dominan sejak menit awal. Tim tamu membuka keunggulan lewat gol J. Rodriguez pada menit ke-35. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Como semakin agresif. A. Douvikas sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-50 dan membuat tekanan terhadap Cremonese semakin besar.
Tuan rumah sempat membuka harapan setelah F. Bonazzoli mencetak gol melalui titik penalti pada menit ke-54. Skor berubah menjadi 1-2 dan pertandingan sempat berlangsung lebih terbuka.
Namun, Como kembali menunjukkan kualitasnya. L. Da Cunha menjadi mimpi buruk bagi Cremonese setelah mencetak dua gol tambahan pada menit ke-73 lewat penalti dan menit ke-80.
Skor 4-1 bertahan hingga laga usai. Kemenangan tersebut memastikan Como menutup musim dengan sempurna sekaligus mengunci tiket Liga Champions.
Di sisi lain, hasil pahit harus diterima Cremonese. Klub yang diperkuat Emil Audero itu finis di peringkat ke-18 klasemen akhir Serie A Italia 2025-2026 sehingga harus turun kasta ke Serie B musim depan.
Kegagalan bertahan di Serie A menjadi pukulan berat bagi Cremonese. Apalagi, mereka harus menerima kenyataan degradasi setelah kalah telak di hadapan pendukung sendiri.
Sementara itu, Sassuolo menjalani musim yang relatif stabil. Klub yang diperkuat Jay Idzes mampu mengakhiri kompetisi di posisi ke-11 klasemen akhir Serie A.
Sepanjang musim, Sassuolo tampil konsisten di papan tengah. Meski gagal menembus zona Eropa, performa mereka dinilai cukup kompetitif dibanding musim-musim sebelumnya.
Performa Jay Idzes juga mendapat perhatian besar dari publik Indonesia. Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia itu tampil cukup solid dan menjadi salah satu pemain penting dalam skuad Sassuolo musim ini.
Berakhirnya Serie A Italia 2025-2026 pun menghadirkan cerita berbeda bagi tiga tim beraroma Indonesia. Como berpesta menuju Liga Champions, Sassuolo bertahan stabil di papan tengah, sedangkan Cremonese harus menerima kenyataan pahit degradasi ke Serie B. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin