Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

McGinn Bidik Sejarah Bersama Aston Villa di Final Liga Europa vs Freiburg

Niklaas Andries • Selasa, 19 Mei 2026 | 15:44 WIB
SEJARAH: McGinn siap bawa Aston Villa lawan Freiburg di final Liga Europa (Aston Villa)
SEJARAH: McGinn siap bawa Aston Villa lawan Freiburg di final Liga Europa (Aston Villa)

RADARBANYUWANGI.ID - Kapten Aston Villa, John McGinn, menegaskan bahwa timnya memiliki peluang besar untuk mengukir sejarah saat menghadapi SC Freiburg pada final UEFA Europa League 2025-2026 di Istanbul, Turki.

Partai puncak yang akan berlangsung di Beşiktaş Park itu menjadi momentum penting bagi Villa, yang berusaha mengakhiri penantian panjang selama tiga dekade tanpa trofi mayor.

Musim Bersejarah Aston Villa

Bagi McGinn, musim 2025-2026 menjadi salah satu periode paling berkesan sepanjang kariernya. Selain membantu tim nasional Skotlandia lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun, gelandang berusia 31 tahun tersebut juga menjadi sosok penting di balik keberhasilan Villa mencapai final Eropa pertama sejak 1982.

Baca Juga: Siswi SMAN 1 Glagah Banyuwangi Lolos SNBP UGM, Monika Tembus Jurusan Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol

Perjalanan Villa menuju final semakin dramatis ketika McGinn mencetak dua gol spektakuler dari luar kotak penalti pada leg kedua semifinal melawan Nottingham Forest.

Baca Juga: USP SD Banyuwangi 2026 Dimulai, Ribuan Siswa Kelas VI Jalani Ujian Penentu Kelulusan

“Ini berarti segalanya bagi saya. Aston Villa adalah klub bersejarah. Klub ini pernah berada di puncak sepak bola Inggris dan Eropa, tetapi para pendukung telah cukup lama menunggu momen seperti ini,” ujar McGinn.

Ia mengaku bangga dengan perjalanan panjang yang telah dilalui bersama klub asal Birmingham tersebut sejak bergabung delapan musim lalu.

Ambisi Akhiri Puasa Gelar 30 Tahun

Aston Villa terakhir kali meraih trofi pada 1996 ketika menjuarai Piala Liga Inggris. Kini, mereka hanya tinggal selangkah lagi untuk mengakhiri puasa gelar tersebut.

Namun, McGinn menegaskan bahwa Villa tidak boleh memandang remeh Freiburg, yang juga tampil luar biasa sepanjang musim ini.

“Kami punya kesempatan menebus kegagalan sebelumnya dan menempatkan diri dalam buku sejarah klub,” kata McGinn.

Villa memang sempat mengalami kekecewaan di kompetisi Eropa dalam dua musim terakhir. Mereka tersingkir di semifinal Liga Konferensi Eropa 2023-2024 oleh Olympiacos FC, sebelum kemudian disingkirkan Paris Saint-Germain pada perempat final Liga Champions musim lalu.

Baca Juga: RSUD Blambangan Hadirkan Pijat Oksitosin untuk Ibu Nifas, Bantu ASI Lancar dan Kurangi Kecemasan

“Kami tidak boleh menganggap final ini sebagai sesuatu yang otomatis dimenangkan. Freiburg memiliki sejarah hebat di Jerman dan mereka pasti ingin menjadi legenda klub mereka sendiri,” lanjutnya.

Unai Emery Jadi Faktor Pembeda

McGinn juga memberikan pujian besar kepada pelatih Villa, Unai Emery, yang dikenal sebagai spesialis Liga Europa.

Pelatih asal Spanyol itu telah memenangkan empat final Liga Europa dari lima kesempatan yang dijalani sepanjang karier kepelatihannya.

Baca Juga: Rumah Kosong di Tegalsari Banyuwangi Dibobol Maling, Uang Tunai hingga Kompresor Kulkas Digondol

“Saya tidak bisa cukup menggambarkan betapa besarnya pengaruh dia di klub ini. Dia mengubah mentalitas, ambisi, dan keyakinan seluruh tim,” ujar McGinn.

Menurutnya, Emery mampu mendorong seluruh pemain tampil maksimal setiap hari dan menjadi fondasi penting kebangkitan Aston Villa dalam beberapa musim terakhir.

Siap Jadi Legenda Klub

Menjelang laga final, McGinn menegaskan seluruh skuad memahami besarnya arti pertandingan tersebut bagi sejarah klub.

“Hanya ada 90 menit, atau mungkin 120 menit, untuk menjadi legenda Aston Villa. Kami tahu apa yang dipertaruhkan,” katanya.

McGinn juga mengakui bahwa mengangkat trofi Liga Europa akan menjadi pencapaian paling emosional dalam kariernya.

“Tidak ada seorang pun di ruang ganti yang menginginkan trofi ini lebih besar daripada saya. Saya telah melewati banyak hal bersama klub ini. Bisa mengangkat trofi itu akan berarti segalanya,” tutupnya. (*)

Editor : Niklaas Andries
#aston villa #liga europa #freiburg