RADARBANYUWANGI.ID - Final UEFA Europa League 2026 bukan hanya menjadi panggung pertarungan dua klub besar Eropa, tetapi juga momen penting bagi wasit asal Prancis, Francois Letexier.
Pria berusia 37 tahun itu resmi ditunjuk UEFA untuk memimpin laga puncak antara SC Freiburg melawan Aston Villa di Besiktas Park, Rabu malam waktu setempat.
Penunjukan tersebut semakin menegaskan reputasi Letexier sebagai salah satu wasit elite Eropa yang terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir.
Dari Final EURO hingga Liga Europa
Nama Letexier bukan sosok asing dalam laga besar sepak bola Eropa. Dua tahun lalu, ia mencatat sejarah sebagai wasit termuda yang memimpin final UEFA European Championship pada usia 35 tahun.
Sebelumnya, ia juga dipercaya memimpin UEFA Super Cup serta menjadi ofisial keempat pada final UEFA Champions League Final.
Baca Juga: USP SD Banyuwangi 2026 Dimulai, Ribuan Siswa Kelas VI Jalani Ujian Penentu Kelulusan
Kini, Istanbul menjadi panggung berikutnya bagi sang pengadil lapangan.
“Bersama tim, kami tentu sangat bahagia. Ini terasa seperti penghargaan besar atas kerja keras sepanjang musim,” ujar Letexier kepada UEFA.
Ia menilai konsistensi performa menjadi faktor utama yang membuat dirinya dipercaya menangani laga sepenting final Liga Europa.
Persiapan Detail Jelang Final
Meski akan memimpin salah satu pertandingan terbesar musim ini, Letexier menegaskan bahwa ia tidak mengubah rutinitas persiapan secara drastis.
Ia tetap melakukan analisis taktik kedua tim, mempelajari pola bola mati, hingga memahami karakter setiap pemain bersama tim analis UEFA.
Baca Juga: RSUD Blambangan Hadirkan Pijat Oksitosin untuk Ibu Nifas, Bantu ASI Lancar dan Kurangi Kecemasan
“Hal terpenting adalah tetap mampu beradaptasi dengan situasi tak terduga di lapangan,” katanya.
Selain aspek teknis, final juga menghadirkan banyak tugas administratif tambahan yang membuat persiapan menjadi lebih padat dibanding pertandingan biasa.
Susunan Tim Wasit Final Liga Europa 2026
Baca Juga: DC Smadatara Banyuwangi Juara Umum Kapolres Madiun Cup XI 2026, Borong 8 Gelar Bergengsi
UEFA juga telah mengumumkan susunan lengkap perangkat pertandingan untuk final di Istanbul:
Wasit utama: Francois Letexier (Prancis)
Asisten wasit: Cyril Mugnier dan Mehdi Rahmouni
Ofisial keempat: Alejandro Jose Hernandez Hernandez
Asisten cadangan: Jose Enrique Naranjo Perez
VAR: Jerome Brisard
Asisten VAR: Willy Delajod
Dukungan VAR: Dennis Higler
Tetap Jadi Juru Sita Pengadilan
Baca Juga: Pasar Murah Pemkab Banyuwangi Diserbu Warga, Beras hingga Minyakita Ludes dalam Dua Jam
Di balik kesibukannya sebagai wasit internasional, Letexier ternyata masih menjalani profesi lain sebagai juru sita pengadilan.
Ia mengaku pekerjaan di luar sepak bola justru membantu menjaga keseimbangan hidupnya.
Baca Juga: Kaca Fortuner Dipecah di Banyuwangi, Uang Rp 300 Juta Raib Usai Korban Ambil dari Bank
“Saya masih bekerja paruh waktu sebagai juru sita. Sepak bola mungkin menghabiskan sekitar 75 persen waktu saya sekarang, tetapi memiliki profesi lain membantu saya tetap seimbang,” ungkapnya.
Menurut Letexier, lingkungan kerja di pengadilan membuat dirinya bisa sejenak menjauh dari tekanan pertandingan sepak bola.
Keluarga Jadi Tempat Melepas Tekanan
Setelah final Liga Europa, Letexier juga dijadwalkan bertugas di FIFA World Cup, membuat musim panasnya dipastikan sangat sibuk.
Untuk menjaga kondisi mental, ia menghabiskan banyak waktu bersama keluarga, terutama dua putranya yang masih kecil.
Selain itu, ia juga gemar berolahraga seperti bulu tangkis, tenis, atletik, hingga bermain sepak bola.
Target Utama: Keputusan Tepat dan Diterima Pemain
Baca Juga: Dam Haji 2026 Jadi Sorotan, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Jangan Tergiur Penawaran Murah dan Tidak Resmi
Bagi Letexier, keberhasilan seorang wasit dalam final bukan soal sorotan publik, melainkan bagaimana seluruh keputusan di lapangan dapat diterima pemain.
“Ketika peluit akhir dibunyikan, saya ingin merasa bahwa kami telah mengambil keputusan yang tepat dan dipahami oleh para pemain,” tuturnya.
Final Liga Europa 2026 di Istanbul pun menjadi ujian berikutnya bagi salah satu wasit terbaik generasi baru Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries