RADARBANYUWANGI.ID - Paris Saint-Germain memastikan gelar juara Ligue 1 musim 2025-2026 setelah menundukkan RC Lens dengan skor 2-0 pada pertandingan Rabu waktu setempat.
Keberhasilan tersebut membuat skuad besutan Luis Enrique semakin percaya diri menghadapi partai final Champions League Final melawan Arsenal pada akhir bulan nanti.
PSG memang sempat mendapat tekanan besar dalam perebutan gelar domestik musim ini. Bahkan, Lens masih memimpin klasemen hingga pekan ke-22. Namun, konsistensi Les Parisiens pada fase akhir kompetisi menjadi pembeda.
Baca Juga: Smart Kampung Banyuwangi Jadi Percontohan ASEAN, Dipaparkan di Forum Smart City Asia Tenggara
Dari 11 pertandingan terakhir Ligue 1, PSG berhasil mengumpulkan 22 poin untuk memastikan posisi puncak klasemen. Kemenangan atas Lens menjadi penentu gelar setelah mereka mengoleksi 76 poin dari 33 laga, unggul sembilan angka dari rival terdekatnya.
Gelar tersebut sekaligus memperpanjang dominasi PSG di kompetisi domestik. Klub ibu kota Prancis itu kini sukses menjuarai lima musim Ligue 1 secara beruntun dan meraih 12 gelar dalam 14 musim terakhir.
Arsenal Terancam Kehilangan Keunggulan Persiapan
Keberhasilan PSG mengunci gelar lebih awal diyakini memberi keuntungan besar menjelang final Liga Champions kontra Arsenal.
Pasalnya, Arsenal asuhan Mikel Arteta masih harus fokus menyelesaikan persaingan di Premier League. The Gunners belum bisa bersantai karena masih memiliki dua laga penting menghadapi Burnley dan Crystal Palace.
Final Liga Champions sendiri dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei 2026, sementara Arsenal baru memainkan laga terakhir Premier League pada 24 Mei melawan Crystal Palace.
Situasi itu berbeda dengan PSG yang kini dapat sepenuhnya mengalihkan fokus ke persiapan final Eropa. Meski masih menyisakan satu pertandingan Ligue 1 menghadapi Paris FC pada 17 Mei, tekanan kompetitif mereka praktis sudah berakhir.
Waktu pemulihan dan sesi latihan tambahan dinilai bisa menjadi faktor krusial saat kedua tim bertemu nanti. PSG bahkan mulai dipandang sebagai favorit untuk mempertahankan gelar Liga Champions mereka.
Jadwal Padat Premier League Dinilai Jadi Beban Arsenal
Perbedaan intensitas kompetisi antara Liga Inggris dan Liga Prancis kembali menjadi sorotan. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, sebelumnya sempat menyinggung beban pertandingan yang jauh lebih berat bagi klub-klub Inggris dibandingkan tim Prancis.
Baca Juga: Toyota Rush 2026 Resmi Panaskan Pasar SUV, Desain Makin Gagah dan Fitur Keselamatan Naik Kelas
Gelandang Arsenal, Declan Rice, tercatat sudah bermain selama 4.244 menit di semua kompetisi musim ini. Sementara gelandang PSG, Vitinha, baru mengoleksi 3.746 menit bermain.
Selain itu, penyerang PSG Ousmane Dembele baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Ligue 1 musim ini meski hanya tampil selama 1.035 menit di liga domestik.
Baca Juga: Dramatis! Pembalak Liar di Purwoharjo Banyuwangi Kabur usai Lawan Petugas dengan Golok
Perbedaan ritme kompetisi tersebut dianggap memberi keuntungan fisik bagi PSG. Jadwal padat Premier League disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang kerap menyulitkan klub Inggris tampil maksimal di kompetisi Eropa.
Kini, Arsenal dituntut menjaga fokus sekaligus kebugaran skuad jika ingin menghentikan dominasi PSG di panggung tertinggi antarklub Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries