RADARBANYUWANGI.ID - Final FA Cup musim ini sudah menghadirkan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah kompetisi tertua di dunia. Namun, drama tampaknya belum selesai.
Saat Chelsea menghadapi Manchester City di Wembley Stadium, Sabtu nanti, peluang terciptanya kejutan lain kembali terbuka.
Di atas kertas, kemenangan Chelsea mungkin tidak akan masuk daftar kejutan terbesar sepanjang 155 tahun sejarah Piala FA. Akan tetapi, melihat kondisi kedua tim saat ini, hasil tersebut tetap akan dianggap mengguncang prediksi publik sepak bola Inggris.
Manchester City Datang dengan Mental Juara
Baca Juga: Smart Kampung Banyuwangi Jadi Percontohan ASEAN, Dipaparkan di Forum Smart City Asia Tenggara
Pasukan Pep Guardiola memasuki final dengan modal luar biasa.
City masih berpeluang meraih treble domestik setelah sebelumnya menjuarai EFL Cup. Mereka juga berada di posisi kedua klasemen Premier League, hanya terpaut dua poin dari Arsenal FC dengan dua laga tersisa.
Lebih impresif lagi, The Citizens hanya sekali kalah di kompetisi domestik sejak akhir November.
Meski performa City musim ini dinilai belum sekuat era terbaik Guardiola di Etihad Stadium, mereka tetap menjadi favorit kuat untuk mengangkat trofi.
Chelsea Masih Dilanda Krisis
Situasi berbeda justru terjadi di kubu Chelsea.Klub London Barat itu tengah berada dalam periode penuh gejolak meski telah menghabiskan lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp16,3 triliun untuk membangun skuad dalam beberapa musim terakhir.
Ironisnya, investasi besar tersebut belum mampu membawa stabilitas. Dua pelatih sudah dipecat sejak awal tahun. Liam Rosenior hanya bertahan kurang dari empat bulan sebelum diberhentikan pada April setelah Chelsea menelan tujuh kekalahan dalam delapan pertandingan di semua ajang.
Performa tim pun belum benar-benar membaik. Chelsea kini menjalani tujuh laga liga tanpa kemenangan dan terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Baca Juga: Angin Kencang Terjang Bangorejo Banyuwangi, Atap Bengkel Rusak dan Pohon Tumbang
Calum McFarlane Jadi Harapan Tak Terduga
Dalam situasi sulit itu, Chelsea kembali mempercayakan kursi pelatih interim kepada Calum McFarlane.
McFarlane sebelumnya dipromosikan dari akademi klub setelah pelatih juara FIFA Club World Cup, Enzo Maresca, dipecat pada Januari. Kini, ia kembali memimpin tim usai hengkangnya Rosenior.
Duel McFarlane melawan Guardiola dianggap timpang. Namun, pelatih muda tersebut mulai menunjukkan kapasitasnya dalam laga besar.
Baca Juga: Truk Muatan Melon Masuk Sungai di Glenmore, Jalur Banyuwangi–Jember Lumpuh Total Saat Evakuasi
Salah satu hasil mencolok terjadi ketika ia membawa Chelsea menahan imbang City 1-1 pada Januari lalu.
Setelah kembali menjabat interim, McFarlane juga sukses mengantar Chelsea menyingkirkan Leeds United di semifinal Piala FA serta mencuri hasil imbang 1-1 di markas Liverpool FC pekan lalu.
Kejutan Masih Mungkin Terjadi
Jika Chelsea mampu menumbangkan City di Wembley, kisah tersebut memang belum akan menyamai kejutan saat klub divisi keenam Macclesfield FC menyingkirkan juara bertahan Crystal Palace pada putaran ketiga awal tahun ini.
Namun, keberhasilan pelatih minim pengalaman membawa Chelsea yang tengah krisis menjadi juara tentu akan menjadi cerita sensasional tersendiri.
Persaingan Liga Inggris dan Skotlandia Memanas
Selain final Piala FA, akhir pekan ini juga menghadirkan sejumlah laga penting lain.
Brighton & Hove Albion berusaha menjaga peluang lolos ke Liga Champions saat menghadapi Leeds. Sementara West Ham United mencoba keluar dari zona tiga terbawah ketika bertandang ke markas Newcastle United.
Arsenal juga dapat semakin dekat dengan gelar liga saat menghadapi Burnley FC pada Senin. Di Skotlandia, perhatian tertuju pada duel penentuan juara antara Celtic FC melawan Heart of Midlothian FC.
Hearts hanya membutuhkan hasil imbang untuk meraih gelar liga pertama sejak 1960, sedangkan Celtic wajib menang demi mempertahankan trofi.
Baca Juga: Dramatis! Pembalak Liar di Purwoharjo Banyuwangi Kabur usai Lawan Petugas dengan Golok
Kabar Cedera dan Masa Depan Arne Slot
Chelsea berharap Pedro Neto dan Alejandro Garnacho pulih tepat waktu untuk final setelah mengalami cedera otot. Di kubu City, Rodri serta Abdukodir Khusanov berpeluang tampil.
Sementara itu, bek Arsenal Ben White dipastikan absen hingga akhir musim akibat cedera ligamen. Di luar lapangan, pelatih Liverpool Arne Slot tetap optimistis mempertahankan posisinya meski performa tim merosot dan mendapat sorakan negatif dari suporter.
“Saya punya alasan kuat untuk percaya bahwa saya masih akan menjadi manajer Liverpool musim depan,” ujar Slot. (*)
Editor : Niklaas Andries