RADARBANYUWANGI.ID - Manchester United memastikan tiket ke Liga Champions setelah menaklukkan Liverpool dengan skor 3-2 dalam laga sengit Premier League di Old Trafford, Minggu.
Tuan rumah sempat unggul dua gol lebih dulu lewat aksi Matheus Cunha dan Benjamin Sesko di babak pertama.
Namun, Liverpool bangkit usai jeda melalui gol Dominik Szoboszlai dan Cody Gakpo yang memanfaatkan kesalahan lini belakang United.
Mainoo Jadi Pahlawan, United Kunci Kemenangan
Baca Juga: Surga Tembakau Banyuwangi: Ratusan Hektare Lahan di Sidowangi Dongkrak Ekonomi Warga
Di tengah tekanan, Kobbie Mainoo tampil sebagai penentu kemenangan. Golnya pada menit ke-77 memastikan tiga poin sekaligus mengantar United kembali ke kompetisi elite Eropa setelah absen selama dua musim.
Baca Juga: SPMB Banyuwangi 2026 Resmi Bergulir, Kuota Prestasi Akademik SMK Tembus 65 Persen
Hasil ini juga menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya sejak musim 2015 2016, Manchester United berhasil meraih kemenangan kandang dan tandang atas Liverpool dalam satu musim liga.
Penjelasan Resmi VAR Soal Gol Kontroversial Sesko
Sorotan utama laga ini tertuju pada gol kedua Sesko yang sempat memicu perdebatan. Bola hasil sundulan Bruno Fernandes mengalami defleksi sebelum mengenai tubuh Sesko dan masuk ke gawang.
Tayangan ulang sempat menimbulkan dugaan adanya sentuhan tangan dari penyerang Slovenia tersebut. Namun, setelah peninjauan VAR yang cukup panjang, gol tetap disahkan.
Pihak Premier League melalui Match Centre menjelaskan bahwa tidak terdapat bukti yang cukup kuat untuk menyatakan terjadi pelanggaran handball.
Dalam pernyataan resminya disebutkan:
“Keputusan wasit untuk mengesahkan gol telah diperiksa dan dikonfirmasi VAR, karena tidak ada bukti konklusif bahwa Sesko melakukan handball sebelum mencetak gol.”
Baca Juga: KA Sangkuriang Resmi Beroperasi, Akses Bandung–Banyuwangi Makin Mudah, Dorong Pariwisata dan Ekonomi
Performa Liverpool Kembali Disorot
Kekalahan ini semakin menyoroti inkonsistensi Liverpool musim ini. The Reds kini telah menelan 11 kekalahan di Premier League dan mencatat rekor negatif dengan kebobolan terbanyak dari situasi bola mati dalam satu musim, 17 gol.
Baca Juga: 235 Batang Kayu Jati Ilegal Ditemukan di Banyuwangi, Polisi dan Perhutani Lakukan Penyelidikan
Penampilan di babak pertama dinilai jauh dari harapan. Meski sempat bangkit di babak kedua, tim asuhan Arne Slot masih belum menunjukkan standar permainan yang konsisten.
Peluang Liga Champions Masih Terjaga
Meski kalah, peluang Liverpool untuk lolos ke Liga Champions belum tertutup. Mereka masih difavoritkan mengamankan posisi lima besar, dengan hanya membutuhkan empat poin dari sisa pertandingan musim ini.
Namun, performa yang naik-turun menjadi pekerjaan rumah besar jika ingin menutup musim dengan hasil maksimal.
Carrick Kian Layak Dipermanenkan
Di sisi lain, kemenangan ini memperkuat posisi Michael Carrick sebagai kandidat kuat pelatih permanen Manchester United.
Sejak menggantikan Ruben Amorim, Carrick sukses membawa tim meraih kemenangan penting atas sejumlah klub besar seperti Manchester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, Chelsea, hingga Liverpool.
Laga Sarat Drama, Kontroversi, dan Penegasan Kualitas
Pertandingan ini bukan sekadar duel klasik, tetapi juga menjadi panggung drama, kontroversi, dan pembuktian kualitas. Manchester United tampil efektif di momen krusial, sementara Liverpool harus kembali berbenah jika ingin tetap kompetitif di papan atas. (*)
Editor : Niklaas Andries