RADARBANYUWANGI.ID - Inter Milan resmi dinobatkan sebagai juara Serie A musim ini setelah menaklukkan Parma dengan skor 2-0 di Stadion San Siro, Minggu.
Kemenangan tersebut memastikan dominasi Nerazzurri di kompetisi domestik sekaligus menutup perburuan gelar yang sebenarnya sudah berada di genggaman dalam beberapa pekan terakhir.
Gol pembuka Inter lahir menjelang turun minum melalui aksi Marcus Thuram. Penyerang asal Prancis itu melepaskan tembakan terarah dari sudut sempit yang tak mampu dijangkau kiper Parma, Zion Suzuki.
Memasuki menit ke-80, Inter menggandakan keunggulan lewat veteran Henrikh Mkhitaryan. Pemain berusia 37 tahun itu memanfaatkan umpan matang dari Lautaro Martinez, top skor Serie A, yang masuk dari bangku cadangan setelah pulih dari cedera.
Baca Juga: SPMB Banyuwangi 2026 Resmi Bergulir, Kuota Prestasi Akademik SMK Tembus 65 Persen
Pesta Juara di Hadapan Publik Sendiri
Atmosfer stadion semakin bergemuruh menjelang peluit panjang dibunyikan. Suporter tuan rumah larut dalam nyanyian kemenangan sebelum para pemain berlarian ke seluruh penjuru lapangan merayakan keberhasilan meraih gelar juara.
Skuad asuhan Cristian Chivu sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci gelar. Namun, kemenangan atas Parma menjadi penegas status mereka sebagai tim terbaik musim ini.
Baca Juga: SPMB Banyuwangi 2026 Resmi Bergulir, Kuota Prestasi Akademik SMK Tembus 65 Persen
Scudetto ke-21, Inter Kian Dekati Juventus
Gelar ini menjadi Scudetto ke-21 bagi Inter Milan sepanjang sejarah. Raihan tersebut menempatkan mereka di posisi kedua dalam daftar juara terbanyak Serie A, masih di bawah Juventus yang telah mengoleksi 36 gelar.
Keberhasilan ini juga menjadi gelar liga kedua Inter dalam tiga musim terakhir, setelah sebelumnya menjuarai Serie A dua musim lalu dan finis sebagai runner-up di belakang Napoli musim lalu.
Trofi Perdana Cristian Chivu sebagai Pelatih
Kesuksesan ini menjadi pencapaian istimewa bagi Cristian Chivu. Ini merupakan trofi pertama sang pelatih di level senior sejak ditunjuk menangani Inter pada Juni 2025, menggantikan Simone Inzaghi.
Chivu sendiri bukan sosok asing bagi Inter. Ia pernah memperkuat klub tersebut sebagai pemain pada periode 2007–2014, dengan total 168 penampilan.
Baca Juga: Ungkap Penyelundupan Sabu, 4 Pegawai Lapas Banyuwangi Diganjar Penghargaan Ditjenpas Jatim
Bangkit Usai Kegagalan di Eropa, Bidik Double Winner
Gelar Serie A ini sekaligus menjadi pelipur lara setelah Inter tersingkir lebih awal dari Liga Champions usai kalah dari Bodo/Glimt pada fase playoff Februari lalu.
Kini, Inter berpeluang menutup musim dengan sempurna. Mereka masih berkesempatan meraih gelar ganda domestik jika mampu mengalahkan Lazio pada final Coppa Italia, 13 Mei mendatang.
Baca Juga: KA Sangkuriang Resmi Beroperasi, Akses Bandung–Banyuwangi Makin Mudah, Dorong Pariwisata dan Ekonomi
Terakhir kali Inter meraih double winner terjadi pada 2011 di bawah asuhan Jose Mourinho, sebuah pencapaian yang kini berpeluang kembali terulang.
Dominasi yang Tak Terbantahkan
Dengan performa konsisten sepanjang musim, Inter Milan membuktikan diri sebagai kekuatan utama di sepak bola Italia. Gelar ini bukan sekadar kemenangan, melainkan simbol kebangkitan dan stabilitas klub dalam beberapa tahun terakhir. (*)
Editor : Niklaas Andries