RADARBANYUWANGI.ID - Ekspektasi tinggi menyelimuti duel semifinal UEFA Champions League antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munich, dan keduanya benar-benar menyuguhkan pertandingan luar biasa.
Dalam leg pertama di Parc des Princes, Selasa malam, PSG keluar sebagai pemenang dengan skor mencolok 5-4. Hasil ini mencatatkan rekor sebagai semifinal Liga Champions dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah, sekaligus menjadi salah satu laga fase gugur paling produktif yang pernah terjadi.
Babak Pertama Gila: 5 Gol Langsung Pecahkan Rekor
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi sejak awal. PSG unggul 3-2 saat turun minum setelah gol dari Khvicha Kvaratskhelia, João Neves, dan Ousmane Dembele. Sementara itu, Bayern membalas lewat Harry Kane dan Michael Olise.
Baca Juga: ITdBI 2026 Absen, Banyuwangi Tetap Gelar BMX Supercross dan BIG Downhill Berstatus UCI Class 1
Gol penalti Dembele jelang turun minum menjadi sorotan, setelah wasit memberikan keputusan kontroversial handball terhadap Alphonso Davies usai tinjauan VAR yang memicu protes keras dari kubu Bayern.
PSG Menggila, Bayern Bangkit Dramatis
Memasuki babak kedua, PSG langsung tancap gas. Kvaratskhelia dan Dembele masing-masing mencetak gol kedua mereka untuk membawa tuan rumah unggul jauh 5-2.
Gol Kvaratskhelia lahir dari skema serangan balik cepat yang menunjukkan efektivitas lini depan PSG. Sejak bergabung dari Napoli pada 2025, pemain asal Georgia itu telah terlibat langsung dalam 20 gol di Liga Champions, menyamai catatan Kylian Mbappé dan Harry Kane dalam periode yang sama.
Namun Bayern tidak menyerah. Mereka terus menekan dan berhasil memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Dayot Upamecano serta gol spektakuler Luis Díaz, menjadikan skor akhir 5-4.
Komentar Pemain: Laga Impian Penuh Emosi
Dembele mengakui duel ini sebagai pertemuan dua tim yang sama-sama agresif:
“Dua tim besar yang sama-sama menyerang tanpa ragu. Ini pertandingan luar biasa, tapi kami harus tetap fokus ke leg kedua,” ujarnya.
Bek PSG Marquinhos juga menilai laga ini sebagai momen istimewa:
“Ini pertandingan yang diimpikan sejak kecil. Semua pecinta sepak bola pasti menikmatinya.”
Di sisi lain, Harry Kane tetap optimistis meski kalah:
“Sulit menerima kekalahan, tapi kami menunjukkan karakter kuat. Mencetak empat gol tandang memberi kami peluang besar di leg kedua.”
Segalanya Ditentukan di Allianz Arena
Baca Juga: Jalur Gumitir Banyuwangi–Jember Segera Dibuka Normal, Perbaikan Longsor KM 238 Hampir Rampung
Leg kedua akan digelar di Allianz Arena pada 6 Mei, di mana Bayern berpeluang membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri.
Pemenang duel ini akan melaju ke final di Budapest dan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Atletico Madrid dan Arsenal.
Pertandingan ini bukan sekadar laga semifinal, melainkan salah satu duel paling epik dalam sejarah Liga Champions. PSG unggul tipis, tetapi Bayern masih sangat hidup.
Dengan agregat yang masih terbuka, leg kedua berpotensi kembali menghadirkan drama luar biasa, bahkan mungkin lebih gila dari leg pertama. (*)
Editor : Niklaas Andries