RADARBANYUWANGI.ID - Situasi di Liverpool tengah memanas. Performa yang menurun dalam beberapa pekan terakhir membuat posisi pelatih Arne Slot mulai disorot tajam, bahkan memicu spekulasi terkait masa depannya di Anfield.
Padahal, Slot sempat membawa angin segar sejak ditunjuk sebagai suksesor Jurgen Klopp pada 2024. Namun, hasil buruk yang terus berulang kini memicu kegelisahan di kalangan pendukung dan meningkatkan tekanan terhadap manajer asal Belanda tersebut.
Menanggapi situasi yang berkembang, Slot akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan masih merasakan dukungan penuh dari manajemen klub maupun para suporter, meskipun performa tim sedang menurun drastis.
Baca Juga: Polemik Kades Sukojati Banyuwangi Bergulir, DPMD Tunggu Laporan Resmi dari BPD
Slot juga menyebut beberapa figur penting di balik layar seperti Richard Hughes dan Michael Edwards tetap memberikan kepercayaan kepadanya. Bahkan, ia menilai dukungan fans masih terasa, termasuk saat tim mengalami kekalahan menyakitkan.
Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Liverpool tampil inkonsisten di kompetisi domestik maupun Eropa.
Kekalahan telak dari Manchester City di ajang FA Cup serta hasil mengecewakan saat menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions menjadi bukti nyata penurunan performa tersebut.
Baca Juga: Polresta Banyuwangi Ringkus Pelaku dan Penadah Pencurian Sapi Limosin di Glenmore
Slot mengakui bahwa periode ini sangat krusial dan bisa menjadi titik penentu perjalanan tim musim ini. Namun, ia tetap optimistis bahwa hasil buruk yang dialami justru bisa menjadi motivasi untuk bangkit di sisa kompetisi.
Di sisi lain, tekanan terhadap Slot terus meningkat. Pemilik klub, Fenway Sports Group, dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi jika situasi tidak segera membaik.
Spekulasi semakin panas dengan munculnya nama Xabi Alonso sebagai kandidat potensial pengganti. Sosok mantan gelandang Liverpool itu dinilai memiliki kedekatan emosional dengan klub, sehingga memicu ekspektasi tinggi dari para suporter.
Saat ini, Slot berada di ambang momen krusial yang kerap menjadi pertanda akhir bagi seorang pelatih, dukungan publik yang mulai goyah. Jika Liverpool gagal segera bangkit, bukan tidak mungkin tekanan akan berubah menjadi keputusan besar dalam waktu dekat. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi